
Acara tersebut berlangsung hingga larut malam. Namun, Rendi yang menyadari kalau Sulis besok akan berangkat sekolah, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis itu pulang.
"Terimakasih yah Ren," ucap Sulis saat sampai di depan gerbang rumahnya.
"Sama-sama, cepat istirahat, besok kamu harus sekolah,"
"Iya ... cup," Sulis menjawab, mengecup pipi Rendi dan langsung masuk ke dalam.
Rendi tersenyum, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian meninggalkan rumah Sulis. Ia tidak kaget dengan perlakuan seperti itu oleh seorang gadis, karena dirinya yang sekarang sudah tahu betul menahan perasaannya.
...***...
Satu Minggu berlalu setelah acara pembukaan Proyek Kampung Karbal.
Proyek tersebut berjalan sangat lancar, bahkan Rusdianto yang sudah mendapatkan data-data rumah yang tidak layak huni, ia mulai membangunkan rumah untuk warga.
Pengacara yang di minta Rendi juga mengurus semua tentang penggelapan dana yang di lakukan pejabat Desa, hingga mereka semua terjerat pidana dan harta benda mereka di sita pemerintah.
__ADS_1
Posisi pejabat Kampung Karbal tentu sekarang kosong, Rendi dengan sigap menunjuk seseorang yang ia kenal dari dulu jujur, tidak perduli latar belakang mereka, asalkan bisa menjalankan amanah, Rendi menunjuk orang tersebut.
Hasilnya orang tua Sulis sekarang menjadi kepala Desa Kampung Karbal, berikut dengan jajaran yang di pilih Rendi sendiri, semua warga tidak keberatan, apalagi tunjukkan Rendi menurut mereka tepat sasaran, karena semuanya orang-orang jujur.
Warga Kampung Karbal sudah menganggap Rendi seperti pahlawan bagi mereka, apa lagi setelah pembangunan dan reformasi besar di kampung mereka, tentu hal tersebut akan selalu di kenang oleh warga kampung Karbal.
Dalam tujuh hari tersebut Rendi juga mendapatkan berbagai hadiah dari Sistem, dari uang, perusahaan, dan yang terbesar ia mendapatkan sebuah perusahaan penerbangan, Spin Airways.
Rendi tentu bingung dengan pemberian Sistem dengan perusahaan penerbangan tersebut, tapi setelah ia mencari tahu di Gugel, ia tahu maksud Sistem, karena Spin Airways juga yang mengangkut barang-barang import dari luar negeri.
Rendi sangat yakin kalau Sistem ingin membuat dirinya juga memiliki hubungan dengan perusahaan luar negeri, karena itulah memberikan perusaahan itu.
"Ren, dua bulan lebih lagikan kita akan masuk Universitas, kamu mau melanjutkan dimana?" tanya Novi serius.
"Emmm ... kemungkinan di Jakarta sih, gak enak juga ninggalin rumah terlalu lama," jawabnya santai.
"Kalau boleh tahu Universitas mana?" cecar Sulis.
__ADS_1
"Universitas Internasional mungkin," jawab Rendi sambil menggendikkan bahunya.
"Kok mungkin sih," Novi menggembungkan pipinya.
"Hehehehe ... iya, iya ... aku memang akan melanjutkan di sana," jawabnya sambil terkekeh melihat ekspresi Novi.
Novi langsung sumringah, ia akhirnya bisa mencoba untuk masuk di Universitas yang sama dengan Rendi.
"Sulis mau melanjutkan di sana juga?" tanya Novi memastikan.
"Aku tidak tahu, tapi katanya sih dia mau langsung kerja, entah mau kerja apa," jawab Rendi jujur.
Dalam hati Novi merasa senang, jika Sulis tidak masuk Universitas yang sama, artinya peluangnya dekat dengan Rendi lebih dekat.
Sayangnya pemikiran Novi berbanding terbalik dengan Sulis, karena Sulis lebih memilih langsung menitih karirnya agar bisa sebanding dengan Rendi.
Akhirnya, peluangku dekat dengan Rendi lebih besar, mudah-mudahan dengan begini, Sulis akan mulai melupakan Rendi.
__ADS_1
Tentu pemikiran Novi tidak salah, karena semua wanita tidak mau menjadi nomor dua oleh prianya, tapi kenyataannya untuk sekelas pria seperti Rendi yang akan menjadi orang terkaya di dunia, apakah cukup sekedar cantik dan lulusan sekolah tinggi? Apakah cukup hanya mengandalkan kebersamaan saja? Bukankah percuma saja jika lama bersama, akhirnya mereka berpisah karena tidak di takdirkan bersama?