Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
PT. Spin Company


__ADS_3

Rendi masih menatap tajam di maling, ia sungguh ingin menghajarnya, jika saja tidak ada pak Gatot dan Ayah Harisman di sana.


"Cepat kembalikan barangku!" bentak Rendi lagi sambil duduk.


"B-Bos." Harisman memanggil Rendi.


"Apa, kamu diamlah dulu, Haris!" Rendi menoleh sebentar kemudian memalingkan wajahnya lagi.


"Tapi bos, ini ...." Harisman mau bicara tapi Rendi kembali membentaknya, ia akhirnya hanya bisa diam saja.


Ayah Harisman meraih benda yang ada di tangan Anaknya itu, ia melihat benda yang seperti ponsel tersebut sambil tersenyum.


Ternyata anaknya yang menyimpan barang Rendi, sehingga membuatnya menghela napas kasar.


"Ren, ini barangmu, bukan?" tanya Ayah Harisman lembut.


Rendi menoleh, ia terkejutnya saat melihat Sistem Spin ada di tangan Ayah Harisman, ia pun beranjak dari duduknya dan langsung mengambilnya.


"Kenapa paman tidak bilang, kalau anda yang menyimpannya?" Rendi menatap Sistem Spin yang masih bersinar terang, karena ia belum menekannya.


"Harisman yang memegangnya tadi, tapi karena kamu terus marah-marah, dia takut mau memberitahu ke kamu." jawab Ayah Harisman lembut.


Rendi menoleh ke Harisman. "kamu menemukannya dimana, Haris?"

__ADS_1


"Aku merebutnya dari dia bos, soalnya waktu aku datang ke kontrakan bos, dia sedang memegang barang itu." jawab Harisman jujur.


Rendi menoleh ke arah si maling, ia menghela napas. "aku serahkan dia pada paman, aku pamit dulu."


Rendi yang sudah menemukan Sistem Spin, ia sudah tidak tertarik lagi dengan si maling dan dia pun langsung pergi dari sana.


Gatot dan Ayah Harisman saling menatap, mereka berdua tersenyum kecut, karena Rendi ternyata hanya menginginkan benda tersebut saja.


Si maling juga bingung, padahal cuma barang yang terlihat seperti rongsokan, tapi amarah Rendi sangat menggebu-gebu.


Ayah Harisman kemudian membawa si maling ke kantor polisi untuk di mintai keterangan lebih lanjut, semua warga pun di bubarkan dari sana.


Rendi kembali ke kontrakannya dengan memeluk Sistem Spin, ia hampir saja stres kalau sampai benda tersebut hilang.


"Ya, lebih berharga dari nyawamu!" jawab Rendi ketus.


Harisman dan Samiun saling menatap, mereka berdua menelan ludah saat mendengar jawaban Rendi. Mereka berdua bersumpah dalam hati tidak akan berani memegang benda tersebut.


Rendi kembali menyimpan Sistem Spin, walaupun ia hari ini belum menggunakannya, tapi ia menahannya, karena tidak mau Harisman dan Samiun melihat kekuatan Sistem Spin.


"Haris, besok aku mau ke Jakarta, nanti kamu jaga kontrakan ku dan atur anak-anak dengan baik." ucap Rendi setelah ia menaruh Sistem Spin di lemari.


"Jakarta? Mendadak sekali bos?" Harisman sedikit terkejut.

__ADS_1


"Iya, aku ada sedikit urusan, nanti bilang juga pada anak-anak."


"Baik bos."


Harisman tidak mau banyak bicara, i tahu kalau Rendi memiliki banyak bisnis, jadi wajar saja kalau harus bepergian.


Walaupun sebenarnya Harisman sedikit bingung, padahal Rendi lebih muda darinya, tapi ia memiliki banyak bisnis. Namun, Harisman mencoba untuk mengerti, yang penting Resmi bisa menuntun mereka menjadi orang baik saja sudah cukup.


Setelah ngobrol beberapa saat, Harisman dan Samiun pamit mau membantu yang lainnya membuka kedai.


Rendi menutup pintu kontrakan, ia kemudian mengambil Sistem Spin, ia memeluknya terlebih dahulu.


"Aku tidak tahu harus berbuat apa jika kamu hilang, hanya kamu harapanku satu-satunya untuk merubah nasib, semoga kejadian kali ini tidak terulang kembali nantinya!" gumam Rendi sambil menghela napas kasar.


Rendi menekan Sistem Spin, seperti biasa Sistem Spin langsung berputar dengan sangat cepat kemudian melambat, sebelum akhirnya berhenti. Jarum Sistem Spin menunjuk ke sebuah gambar gedung.


[ Selamat, Anda mendapatkan PT. Spin Company, berikut dengan berkas-berkasnya.]


Seperti biasa berkas-berkas perusahaan tersebut muncul di depan Rendi, membuat bocah SMA itu tentu saja terkejut.


Tidak seperti sebelumnya, Rendi langsung mengecek perusahaannya kali ini, ia terkejut saja melihat PT. Spin Company yang berletak di Jakarta, merupakan perusahaan terbesar di Ibukota.


Rendi sampai-sampai menelan ludahnya sendiri, ia tidak tahu lagi harus berekspresi seperti apa, karena Sistem selalu membuat dirinya terkejut dengan semua barang pemberiannya.

__ADS_1


"Apa ini serius? Astaga, sepertinya aku akan menjadi orang terkaya di negeri ini." ucap Rendi yakin.


__ADS_2