
Rendi mencengkram kerah baju Pak RT, ia menarik pria sepuh itu agar bisa berhadapan dengan dirinya.
"Katakan padaku, dimana semua kelompok komunis kamu berada!" hardiknya dengan suara lantang.
Bersamaan dengan itu para warga masuk kedalam, mereka yang mau melerai Rendi tiba-tiba berhenti ketika mendengar perkataan pria itu.
"A-Apa maksudmu?" tanya Pak RT tidak berdaya.
"Jangan pura-pura bodoh! Bu Sasa mantan kamu sudah cerita semua tentang kebusukanmu! tentang kelompok Komunis!" serunya keras.
"Ren, ada apa ini?" tanya Pak Kosim yang juga hadir di sana.
"Dengar kalian semua, RT brengsek ini seorang komuni, pria sepertinya tidak boleh dibiarkan tetap hidup! Kalau kalian mau membelanya, aku juga pasti akan menghajar kalian semua!" teriak Rendi tegas.
Seketika semua warga yang datang di buat geger, mereka tidak menyangka kalau pak RT selama ini hanya berpura-pura baik saja.
"Rendi kamu jangan seenaknya bicara, aku ma...."
Bug
Arghh
Sebuah pukulan sapu mendarat di kepala Pak RT, tampak seorang gadis yang tatapannya berbeda dari biasanya.
"Kamu masih mau mengelak Jamilin! Sementara kamu saja tega membunuhku!" raung gadis tersebut, yang ternyata di rasuki Mba Kunti.
"Bu Sasa, bukankah sudah aku bilang, serahkan yang di sini padaku," ucap Rendi tidak berdaya.
__ADS_1
"Sebelum aku pergi dari dunia ini, aku ingin sedikit memberinya pelajaran," jawabnya geram.
Rendi menghela napas. "Ya sudah,"
Pletaak
Pletaak
Arghhh
Rendi mematahkan tangan dan Kaki Pak RT seperti sebuah ranting saja, ia kemudian melemparkan ke depan gadis yang di rasuki Mba Kunti.
Semua warga yang ada di sana menelan ludah ketika melihat hal tersebut, di tambah tampak gadis yang di rasuki Mba Kunti dengan brutal mencakar-cakar wajah pak RT.
"Jangan di bunuh, aku masih ada perlu dengannya," ucap Rendi santai sambil duduk dan melihat Mba Kunti menganiaya pak RT.
Semua warga tidak tahu apa yang terjadi, mereka juga tidak berani melerai gadis yang kesurupan Mba Kunti tersebut.
Setelah penganiayaan yang dilakukan Mba Kunti, Rendi membawa pak RT yang sudah tidak sadarkan diri pergi dari sana, ia bermaksud melanjutkan interogasinya.
...***...
Malam harinya, setelah Rendi berhasil menginterogasi Pak RT dan tahu semua dimana kelompok Komunis tersebut berada. Ia memberitahu Malik, agar semua anak buahnya dan Militer bergerak menangkap mereka semuanya.
Tentu semua bawahan Malik dan Militer langsung bergerak, walaupun sempat terjadi baku tembak terlebih dahulu, tapi kelompok Komunis berhasil ditangkap semuanya.
Ada ratusan orang yang sudah bergabung dengan kelompok tersebut, membuat Malik dan Rendi begitu terkejut. Namun, Rendi kini bisa hidup dengan damai mengingat sekarang kelompok tersebut sudah dibereskan.
__ADS_1
Militer datang ke kampung Karbal ke esokan harinya, mereka ditugaskan untuk menggali tempat para korban kebengisan kelompok komunis di gunung suplawan.
Alat berat di kerahkan, ketika mereka menggali tempat tersebut, benar saja banyak tulang belulang yang terpendam di sana.
Warga yang menonton itu, mereka menatap tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, karena ternyata di balik keluguan pak RT, ia menyimpan sebuah rahasia besar yang selama ini tidak di ketahui banyak orang.
Rendi juga berada di sana menonton pembongkaran tersebut, ia bersama Sulis dan Mei Ning menatap sedih tulang belulang korban tersebut.
Mba Kunti menghampiri Rendi. "Terimakasih banyak Ren, dengan begini kami bisa pergi dengan tenang," ucapnya sambil perlahan menghilang dari hadapan Rendi.
Rendi hanya bisa menitihkan air matanya, ternyata selama ini begitu banyak orang yang menderitanya di kampung Karbal selain dirinya, ia tidak bisa membayangkan siksaan apa yang telah mereka semua dapatkan dulu.
.Mei Ning yang biasanya tidak sedih melihat orang tewas sekalipun, entah kenapa ia merasakan sakit dihatinya.
Naluri manusia jika melihat orang yang tidak bersalah tewas karena di bunuh pasti seperti itu, walaupun mereka tidak mengenalnya, tapi biarpun sedikit pasti ada perasaan sedih dalam hatinya, termasuk juga Mei Ning.
Walaupun ia seorang pembunuh, tapi tetap saja dirinya masihlah seorang Manusia, sehingga memiliki kepekaan yang sama.
Rendi dan warga Karbal memakamkan tulang-tulang tersebut dengan layak. Tampak semua warga Kampung Karbal juga hadir untuk sama-sama menguburkan korban-korban kebengisan kelompok Komunis.
"Mudah-mudahan kita bisa hidup damai selamanya setelah ini, bersama dengan keluarga kita," ucap Rendi kepada ketiga wanitanya.
Novi juga pulang saat mendengar berita tersebut, ia ingin melihat sendiri tragedi besar yang pernah terjadi di kampung Karbal.
Kini Rendi sudah bisa fokus membahagiakan ketiga wanitanya dengan menikahi mereka sekaligus, karena di antara mereka tidak ada yang mau berpisah dari Rendi.
Selesai.
__ADS_1
Cerita Rendi aku cukupi sampai di sini, sekarang aku mau Fokus Sistem Robot masa depan dan Java System S2 yang akan aku rilis secepatnya.
Makasih buat kalian readers setiaku, tetap stay dan berikan dukungan kalian. 🙏🙏🙏😊😊