
Ketika Rendi melihat pemberitahuan Sistem, jelas saja ia terkejut, sehingga pria itu sedikit tertegun.
"Sayang, kamu kenapa?" tegur Sulis lembut.
"Eh, tidak apa-apa, aku hanya kebelet pipis. Kamu tunggu sebentar sama pelayan yah, sayang," ucap Rendi lembut.
"Hais, kamu ini... ya sudah sana, nanti malah pipis di celana!" tegur Sulis tegas.
"Bi, titip Nona Sulis bentar yah, jangan sampai nyamuk menggigitnya!" perintah Rendi seraya meninggalkan Sulis.
Pelayan yang memang selalu melayani Sulis jika Rendi sedang tidak di rumah itu mengangguk dan langsung menghampiri Sulis.
Sementara Sulis menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, semenjak dirinya lumpuh, Rendi memang cenderung sangat posesif dengannya.
"Nona sangat beruntung mendapatkan pria seperti Tuan Rendi," ucap wanita paruh baya yang menjadi pelayan pribadi Sulis tersebut.
Sulis tersenyum. "Aku juga merasa seperti itu Bi, mudah-mudahan kita bisa terus seperti ini sampai menikah nanti," jawabnya penuh harap.
"Tentu Nona, tuan Rendi pasti akan terus seperti ini. Buktinya dia mau menerima Nona apa adanya," ucapnya yakin.
Sulis hanya mengangguk. Rendi masih menerima dirinya dengan kondisi lumpuh seperti itu saja sudah membuktikan pria yang di cintainya itu begitu serius dengannya.
__ADS_1
Padahal Rendi memiliki segalanya, dari harta, wajah yang tampan, bahkan banyak wanita cantik yang pasti mau dengannya. Tapi ia memilih untuk mempertahankan dirinya yang cacad, karena itulah Sulis tidak peduli lagi jika Rendi memiliki lebih dari satu Istri nantinya, yang penting bisa hidup dengannya saja sudah cukup baginya.
...***...
Sementara itu dikamar Rendi, ia mengunci pintu dan bergegas menelan tombol tidak di layar hologram yang hanya bisa di lihatnya itu.
[Apakah Tuan akan memutar Spin? Ya/Tidak]
Rendi menekan YA, seketika Sistem Spin berputar, setelah sekian lama akhirnya Rendi melihat Sistem Spin lagi.
[ Selamat, Anda mendapatkan kemampuan penyembuhan tingkat Dewa dan tubuh Dewa!]
Arghhh
Rendi baru saja mau terkejut tapi rasa sakit langsung menyerang tubuhnya. Kali ini semua tubuhnya bagaikan di hancurkan oleh sesuatu.
Tubuh Rendi menganga bagaikan di bakar api, rambutnya hancur terbakar oleh panas suhu tubuhnya.
Arghhh
Rendi berteriak histeris, bajunya terbakar habis, lantai yang ia jadikan tempat jatuh saja sampai menganga karena saking panasnya.
__ADS_1
Duar
Terdengar suara ledakan cukup keras yang membuat tubuh Rendi hancur berkeping-keping. Hanya terlihat jantungnya saja yang masih utuh melayang di udara dengan suara detak yang cukup kencang.
Tubuh hancur Rendi terbakar menjadi abu, kemudian setelah tubuh Rendi menjadi abu, dari jantung yang melayang itu mulai tumbuh sel-sel tubuh baru Rendi.
Perlahan tapi pasti sel tubuh tersebut terus membentuk tubuh Rendi, perlahan dadanya terbentuk, kemudian turun ke bawah, kakinya juga mulai terbentuk dari paha hingga ke jari-jarinya.
Tubuh bagian atasnya juga mulai terbentuk kembali, dari tangan hingga kepalanya mulai terbentuk.
Tampak tubuh Rendi yang masih berwarna merah darah, karena belum ada kulit yang menyelimutinya.
Setelah bola mata, Gigi dan bagian dalam tubuh Rendi lainnya terbentuk. Sebuah kulit putih mulus tanpa cacad sedikitpun mulai menutupi bagian tubuh berwarna darah itu. Bahkan tahi lalat saja tidak ada sama sekali, kulit Rendi benar-benar bersih.
Setelah kulitnya menyelimuti seluruh tubuh, rambut Rendi mulai tumbuh, rambut berwarna hitam legam yang membuat penampilan Rendi semakin terlihat berkarisma, selaras dengan bentuk wajahnya yang semakin tampan.
Rendi membuka matanya dengan tubuh polos karena pakaiannya sudah terbakar habis oleh perubahan tubuhnya barusan.
Kini Rendi yang baru terlahir. Seorang manusia yang sudah menjadi setengah Dewa, ia tidak bisa mati dan bisa menyembuhkan segala penyakit atas kehendak-NYA.
Rendi melihat seluruh tubuhnya, rasa sakitnya sudah menghilang. Ia langsung paham apa yang sudah terjadi, karena sekarang ia manusia paling sempurna di Bumi.
__ADS_1