
Selama Rendi menjaga Sulis di rumah sakit, beberapa pejabat baru yang di pimpin Malik, mereka silih berganti mengunjungi tempat tersebut. Mereka sadar kalau Rendi lah yang bisa mengangkat mereka menjadi seperti sekarang, Karena itulah para pejabat baru berterimakasih banyak dengan Rendi, berkat dirinya orang-orang jujur bisa mendapatkan tempat yang layak di negaranya itu.
Rendi tidak banyak bicara, ia hanya menitipkan pesan kepada mereka agar memegang amanah dengan baik, jika tidak Ia juga akan menghabisi mereka semua.
Para pejabat baru tentu tahu bagaimana Rendi mengalahkan para Mafia kelas kakap, jelas saja mereka tidak ingin nasibnya seperti para mafia tersebut dan berjanji akan menjadikan negaranya menjadi negara yang bermartabat.
Ucapan mereka bukan hanya omong kosong belaka, setelah reformasi besar-besaran tersebut. Malik membuat gebrakan-gebrakan yang membuat para rakyat senang, terutama di wilayah timur, yang biasanya hampir tidak tersentuh oleh pembangunan, kini ia langsung bergerak cepat memakmurkan wilayah tersebut.
Perebutan tambang yang di ekploitasi perusahaan asing pun mulai diberlakukan kontrak baru, mereka tidak diperbolehkan mengambil hasil Bumi Indonesia lebih dari 30%, artinya pemerintahan Martin benar-benar menekan pihak asing.
Perang? Siapa yang berani menyentuh negara Indonesia ketika mereka tahu kalau ada seorang pembunuh berdarah dingin yang membela negara tersebut. Bahkan sekelas mafia kelas kakap dan para pembunuh bayaran internasional saja tidak bisa melenyapkannya.
Kini investasi negara Asing juga mulai di kurangi, Malik dengan koneksinya mencoba untuk mengelola hasil Buminya sendiri agar tidak dimanfaatkan negara asing terus-menerus.
Proyek-proyek besar mulai digenjot dengan cepat, semua elemen mulai ikut saling bahu membahu membangun negara mereka yang sempat terpuruk dan terlilit hutang ribuan triliunan itu.
Dibawah komando Malik dan Rendi, setiap wilayah Indonesia mendapatkan perlakuan yang adil, semua wilayah di usahakan agar mampu mendongkrak ekonomi negara tersebut.
Hasilnya setelah beberapa bulan berlalu, Indonesia berkembang dengan sangat pesat setelah tidak ada lagi tikus-tikus yang menggerogoti tubuh negara tersebut.
Anggaran pembangunan setiap wilayah berhasil ditutupi oleh perkembangan ekonomi di negara tersebut. Kini Indonesia sudah mulai bangkit setelah selama ini tertimbun oleh tangan-tangan kotor tidak bertanggung jawab.
Negara tetangga sampai-sampai tidak bisa menyentuh wilayah Indonesia sama sekali, bahkan di laut saja jika ada kapal yang ketahuan menyebrang tanpa ijin, akan langsung di hancurkan tanpa pandang bulu.
__ADS_1
Harga pupuk mulai stabil, hasil panen para petani memuaskan dan tentunya harganya juga sesuai dengan kerja keras mereka para petani.
Nelayan bisa melaut dengan bebas di negaranya, mereka juga diberikan kapal-kapal standar Nasional, agar mereka aman dalam melaut, hasilnya tentu para Nelayan sangat puas, karena mereka mendapatkan perlakuan istimewa.
Para buruh, jangan di tanya, mereka mendapatkan kenaikan gajih wajib hingga empat juta, tentunya itu semua terwujud karena semua elemen sudah saling mendukung satu sama lain.
Produk-produk luar negeri juga mulai dikurangi, hasilnya para pengembang produk dalam negeri bergejolak. Kini negara tersebut sudah mulai damai.
Nasib orang-orang kecil sudah tidak terkatung-katung, suara mereka kini di dengar oleh pemimpin mereka.
Sampai-sampai keturunan pemimpin sebelumnya di buat merinding oleh perkembangan negaranya tersebut. Mereka hanya bisa menundukkan kepala, merasa malu karena dulu tidak memberikan contoh yang baik.
Kini Indonesia yang baru telah terwujud, itu semua jelas berkat Rendi. Walaupun Malik yang membuat semua kebijakan itu, tapi jika bukan Rendi yang menghancurkan dominasi mafia di Indonesia maka semua itu tidak akan pernah terwujud.
Tidak banyak orang yang tahu, siapa sosok patung tersebut. Karena Malik hanya mengumumkan kalau patung tersebut untuk menghormatinya orang yang mengubah negara tersebut di balik bayangan.
Rendi tidak mau namanya di gaungkan, karena itulah ia hanya setuju jika patung tersebut berwarna gelap saja.
...***...
Di kediaman Rendi, tampak pria itu sedang bersama dengan ketiga wanitanya bercanda gurau ditaman depan rumah.
"Sayang, aku berangkat ke kampus dulu yah?" pamit Novi yang mau berangkat ke kampus.
__ADS_1
"Iya hati-hati di jalan, Nov," jawab Rendi lembut.
Novi tersenyum, ia berlari ke arah mobil dibawa Hendri yang sudah menunggunya didepan gerbang sambil melambaikan tangan.
"Aku juga berangkat kerja dulu Ren," ucap Mei Ning sambil mengecup pipi Rendi dan pergi ke mobil yang di bawa Rohis.
Mei Ning memang sekarang bekerja di perusahaan Rendi, ia bertekad untuk memulai hidup baru dengan menjadi wanita karir, agar Rendi mau menerimanya.
Rendi menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. Sulis yang duduk di kursi roda melihat hal tersebut juga tersenyum.
"Enak banget jadi kamu, dikelilingi wanita-wanita cantik. Coba saja kamu men...."
"Ssst... jangan mulai, aku sampai kapanpun tidak akan pernah meninggalkan kamu," ucapnya sambil menahan suara Sulis dengan jarinya yang ia tempelkan di bibirnya.
Sulis menghela napas. "Kamu terlalu baik buatku Ren,"
"Itu karena aku mencintai kamu," jawabnya yakin sambil mengecup kening Sulis.
Sulis merasa bersyukur, ada pria yang begitu baik padanya seperti Rendi. Walaupun ia di vonis lumpuh, tapi Pria itu tetap kekeh dengan pendiriannya.
Ketika Rendi sedang menggoda Sulis sambil bercanda, tiba-tiba terlihat layar hologram Sistem yang tiba-tiba muncul didepannya.
[Tuan sudah tidak Memutar Spin selama tiga bulan, apakah Tuan akan menghilangkan Sistem? Ya / Tidak!]
__ADS_1
Rendi terkejut dengan pemberitahuan Sistem tersebut, ia benar-benar lupa dengan Sistem karena sibuk menemani Sulis agar gadis itu tidak depresi lagi.