Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Pecah Perang


__ADS_3

Malam semakin gelap, keheningan di tempat tersebut membuat semakin terasa mencekam. Hanya ada suara serangga malam yang sedikit memecah keheningan malam.


Rendi, Mei Ning, Malik dan bawahnya semua sudah bersiap siaga. Mereka bersembunyi di tempat-tempat yang kiranya tidak di lihat oleh musuh.


"Ren, kamu yakin mereka akan datang hari ini?" tanya Mei Ning yang sedang bersama Rendi di atap rumah Malik.


Rendi yang memegang Sniper menjawab dengan santai. "Sebaiknya kamu jangan lengah, aku yakin akan ada kejutan dari musuh."


Mei Ning menghela napas. Ia kembali memerhatikan tempat sekitar, tiba-tiba saja terdengar suara adu tembakan dari arah utara.


Rendi tersenyum penuh arti, dengan terdengarnya suara adu tembakan. Menandakan bawahan Malik sudah bertemu dengan para musuhnya.


Mei Ning terkejut karena ternyata ucapan Rendi ada benarnya. Bersamaan dengan itu di Barat dan dan Timur juga mulai terdengar suara adu tembakan juga, tampak kilatan senjata api di tengah gelapnya malam.


Hening sesaat yang tadi menyelimuti wilayah tersebut, kini berubah menjadi sangat bising. Teriakan dan suara sahut-sahutan begitu menggema di sana.


Mei Ning melihat seseorang yang berhasil menyelinap di tengahnya sergapan bawahan Malik.


"Ren, itu...."


Mei Ning belum selesai bicara, pernah tersebut sudah tewas terkena tembakan Sniper Rendi.


Wanita itu hanya bisa menelan ludah, ternyata pandangan Rendi begitu tajam di bandingkan dengan dirinya.


"Mei, aku serahkan halaman belakang rumah kepadamu, pergilah!" perintah Rendi kepada wanita yang sudah siap mati untuknya itu.


Mei Ning mengangguk mengerti, ia bergegas pergi dari sana menuju belakang rumah.


Benar saja di sana sudah ada beberapa orang yang berhasil membunuh bawahan Malik. Wanita itu tanpa menunggu langsung menembakkan pistolnya ke arah mereka.


Dua orang langsung tewas seketika, karena Mei Ning menyerang tanpa ketahuan mereka. Namun, tiba-tiba ada orang yang mencekik lehernya dari belakang menggunakan siku tangannya.

__ADS_1


Mei Ning terkejut, ia meronta berusaha untuk melarikan diri, tapi kekuatan pria itu sangatlah kuat, sehingga ia kesulitan untuk melepaskan diri.


"Ternyata ada wanita bahenol juga di sini, seharusnya kamu jangan ikut campur dan jadilah budak **** ku," ucapnya percaya diri.


Wajah Mei Ning menggelap, ia mengambil suntikan racun yang sudah di siapkan dan taruh di sela-sela celananya.


"Dalam mimpimu, bedebah!" seru Mei Ning setelah berhasil menancapkan suntikkan racun ke paha orang tersebut.


Orang itu tentu merasakan ada sesuatu yang di suntikkan kepadanya, ia sangat marah. "Brengsek kau ******!" ucapnya seraya memperkuat cekikannya.


Mei Ning semakin sulit bernapas, karena cekikikan orang tersebut benar-benar sangat kuat. Ia mencengkram lengan orang itu sampai jari-jarinya menembus ke kulit lengan orang tersebut.


Pria tersebut menyeringai melihat Mei Ning yang mulai gelagapan. Namun, seringai wajahnya tiba-tiba menghilang ketika racun yang di suntikkan Mei Ning mulai menyebar keseluruh tubuhnya.


"Apa yang ka...." suara orang tersebut tercekat ketika racun sudah sampai ke jantungnya. Lengannya mulai mengendur, ia terhuyung jatuh ke belakang.


Mei Ning mengambil kesempatan itu untuk melepaskan diri, napas wanita itu tersengal-sengal ketika lepas dari orang itu.


"Brengsek! Kuat sekali dia, Rendi benar ternyata mereka semua bukanlah musuh yang mudah untuk di kalahkan," gumamnya lirih.


Mei Ning mendengar suara langkah kaki, ia bergegas sembunyi dari sana agar tidak tertangkap lagi dari para pembunuh bayaran.


Sementara itu, di atas atap kediaman Malik. Rendi seperti sedang bermain game Head Shot, ia dengan mudahnya menembaki mereka yang masuk ke halaman Malik.


Terdengar suara langkah kaki yang menghampiri Rendi.


Duak


Suara hantaman Kaki sangat kuat membuat tempat Rendi tadi mengincar para musuhnya langsung hancur. Untung saja reflek Rendi sangat cepat, sehingga ia bisa menghindarinya dengan mudah.


"Cih, cepat juga gerakanmu?!" seru orang tersebut yang berhasil menemukan keberadaan Rendi.

__ADS_1


Rendi tersenyum, ia menaruh Snipernya dan fokus kepada orang yang berhasil menemukan dirinya. "Hebat juga kamu bisa sampai di sini," pujinya santai.


"Terlalu banyak bicara kau bedebah! Aku akan membunuh dan membawa kepalamu!" pria itu mengeluarkan pisau militer.


Rendi juga langsung mengubah tangannya menjadi tinju besi, ia langsung melesat dengan cepat ke arah orang tersebut. Namun, ternyata orang itu bisa menebak pergerakan Rendi. Sehingga membuatnya terkejut.


Trang


Trang


Setiap pukulan Rendi mampu pembunuh bayaran itu tangkis, membuatnya sedikit merasakan ada yang tidak beres dengan orang itu.


Rendi sangat yakin kalau gerakannya sangatlah cepat, bahkan orang-orang biasa tidak akan melihatnya, tapi pembunuh bayaran itu bisa menebak semua arah serangannya.


Kuat! apa dia punya rahasia tersembunyi? Kenapa dia bisa menangkis semua serangan ku?


Rendi bergumam dalam hati sambil menghentikan serangannya, untuk mencari titik lemah orang itu.


"Hahahaha... apa cuma itu yang bisa kamu lakukan? Asal kamu tahu saja, aku sudah mendapatkan semua datamu, termasuk kecepatan kamu yang di luar nalar! Matilah kau bedebah!" orang tersebut menerjang ke arah Rendi.


Rendi menghela napas. Walaupun pembunuh bayaran itu sangat kuat, tapi ia yakin kalau kekuatannya terbatas, berbeda dengan dirinya yang memiliki fisik tanpa batas, efek transformasi tubuh dari Sistem.


Bang


Bang


Rendi sengaja menerima serangan orang itu, tujuannya untuk membuat fisiknya melemah.


"Hahahaha... kenapa? Apa kamu sudah selesai!" teriak orang itu sambil terus melesatkan sayatan-sayatan pisaunya.


Rendi masih memerhatikan setiap gerakan orang tersebut. Karena baginya itu masih biasa saja, ia hanya ingin tahu sebenarnya orang tersebut memiliki kekuatan apa sehingga bisa menahan serangannya tadi.

__ADS_1


__ADS_2