Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Kemampuan Hacker


__ADS_3

Malik melihat kepergian Rendi dengan seksama, ia seperti melihat seorang pejuang dalam diri Rendi.


"Aku akan menantikkan saat itu tiba Tuan Murdianto! Dimana anda akan menjadi pemimpin pertama Negri ini yang di akui rakyat secara langsung!" gumam Malik sangat yakin.


Rendi sudah naik mobilnya, ia menyuruh Rohis untuk segera pulang ke kediamannya. Untuk memikirkan rencana ketika akan pergi ke luar Negri.


"Sistem putar Spin!" ucapnya dalam hati.


Ia yang dari pagi belum memutar Spin, ia langsung teringat dengan Sistem, berharap dapat sesuatu yang bisa di gunakan untuk rencananya.


Layar virtual muncul di depan Rendi, Sistem Spin pun langung berputar dengan cepat kemudian perlahan melambat dan berhenti.


[ Selamat, Anda mendapatkan kemampuan Hacker!]


Jelas saja Rendi langsung menyunggingkan senyum, tapi senyumnya ketika langsung menghilang, ketika sakit kepala yang luar biasa hebat menyerang dirinya.


Rendi menggertakkan giginya, ia tidak mau Rohis khawatir, hanya keringat deras yang membasahi tubuhnya.


Dalam otak Rendi, kode data-data masuk dalam pikirannya dengan begitu cepat, sehingga kepalanya semakin terasa sangat sakit dan pusing.


Rohis menyadari ke anehan dalam tubuh bosnya itu, karena keringatnya tidak lazim. "Bos anda baik-baik saja?" tanya Rohis khawatir.

__ADS_1


Rendi hanya mengangguk sambil menggertakkan gigi, karena ia sedang menahan sakit kepala yang begitu luar biasa.


Tidak berselang lama, rasa sakit itu perlahan mereda, bersamaan dengan kode data-data yang mulai masuk ke dalam semua pikiran Rendi, hingga akhirnya ia berhasil menguasai kemampuan itu.


"Sial, aku lupa masih dalam mobil!" gerutu Rendi sambil mengelap keringatnya menggunakan sapu tangan.


Rohis tidak tahu apa yang terjadi dengan bosnya, tapi ia yakin tadi melihat bosnya begitu tegang ketika berkeringat deras.


...***...


Mobil sudah sampai di rumah Rendi, hari pun kebetulan sudah sore, karena perjalanan Rendi cukup jauh, terlihat mobil Hendri ada di garasi, Rendi yakin kalau Novi sudah datang ke rumahnya.


"Surprise!" benar saja Novi menyambut Rendi ketika ia baru saja masuk pintu.


"Biarin, aku tidak masalah dengan bau tubuhmu, biar terbiasa nanti jika menikah," celetuk Novi.


"Hais kamu ini, aku mandi dulu Nov," Rendi melepaskan pelukan Novi.


"Iya, iya, aku tunggu di rumah keluarga yah," ucap Novi yang langsung ke ruang keluarga.


Rendi menghela napas, Novi memang tidak pernah berubah, ia selalu saja bermanja dengannya, berbeda dengan Sulis yang ketika dekat dengannya sedikit pemalu.

__ADS_1


Pria yang baru genap berusia delapan belas tahun itu bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri.


...***...


"Kamu gak mandi Nov?" tanya Rendi yang sudah selesai mandi.


"Aku gak mandi saja sudah cantik, kalau aku mandi nanti kamu malah tambah kepincut," goda Novi.


"Kami ini yah," Rendi mencubit hidung Novi dengan gemas. "Oh iya, besok aku akan pergi ke luar negri untuk mengurus Bisnisku," ucap Rendi tanpa basa-basi.


"Yah, kok mendadak sih, padahal besok aku mau ajak kamu jalan." Novi tampak cemberut.


"Mau gimana lagi Nov, ini sudah menjadi pekerjaanku, nanti juga kita bisa bertemu lagi," ucapnya lembut.


Novi menghela napas berat, ia sebenarnya tidak rela, tapi mau bagaimanapun. Rendi memang harus mengurus bisnisnya, apa lagi kata orang tuanya, bisnis Rendi semakin berkembang pesat, jadi ia hanya bisa merelakannya.


"Kalau begitu, malam ini aku menginap di sini!" ucapnya bersemangat.


Rendi mengernyitkan dahi. "Jangan mulai, nanti aku terpancing gimana?"


"Kalau sudah terpancing mau gimana lagi?" jawab Novi genit sambil beranjak dari duduknya dan meninggalkan Rendi. "Aku mau mandi!"

__ADS_1


Rendi tertegun, ia yakin tidak salah dengar gadis tersebut tadi bilang apa, sampai-sampai ia langsung salah fokus menatap pinggul Novi yang sedang menaiki tangga.


__ADS_2