Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Last Misi


__ADS_3

Rendi menyerahkan ponsel wanita bawahan Edward kepada Mei Ning, untuk mengatur rencananya.


"Telepon Edward, kamu pura-pura menjadi wanita yang aku bunuh tadi, agar dia mengirimkan banyak anak buahnya kemari, sementara kita akan langsung ke rumahnya!" perintah Rendi dingin.


Mei Ning mengernyitkan dahi, karena Rendi kembali ke setelan pabrik, padahal tadi sudah berbicara sangat manis padanya.


Dengan berat hati wanita itu mengambil ponsel tersebut dan menghubungi Edward, hanya dalam satu panggilan saja Edward menjawab.


Edward tidak menyadari sama sekali kalau wanita yang menelponnya bukan orangnya, mengingat ia memiliki banyak wanita mata-mata seperti orang yang sudah di lenyapkan Rendi.


Setelah semuanya sudah di lakukan, Rendi mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran Apartemen dan menuju kediaman Edward.


"Apa kamu siap Mei?" tanya Rendi di jalan.


"Aku selalu siap," jawabnya yakin.


Cara bicara Rendi sudah kembali seperti biasa, di saat serius ternyata kemampuan tersebut bisa di tahan oleh Rendi, meskipun ia tidak menyadarinya.


...***...


Sementara itu di kediaman Edward, pria paruh baya itu langsung mengumpulkan bawahannya.


"Cepat habisi dia! Aku yakin di pagi hari seperti ini tidak akan menduga ada serangan!" perintah Edward tegas.


"Baik bos!" mereka semua langsung berhamburan keluar dari kediaman tuannya itu.


Edwar menyeringai, karena ia pikir dapat membunuh Rendi saat ia sedang lengah. Kenyataannya anak buah yang ia kirim ke sana sudah tewas, kini dirinya yang sedang dalam bahaya, mengingat anak buahnya sebagian pergi ke apartemen Rendi.


Rendi dan Mei Ning sudah setengah jalan ke kediaman Edward, mereka berpapasan dengan iring-iringan yang di yakininya, kalau mereka bawahan Edward.

__ADS_1


"Mei, kita akan menghabisi Edward dan langsung pulang Ke Indonesia! Kamu mau ikut atau tetap di sini?" tanya Rendi kepada wanita itu.


"Bagaimana dengan Danton, bukankah dia yang merupakan mafia terkuat di negara kamu?" tanya Mei Ning mengingatkan.


"Aku mau mengurusnya nanti, mengingat tempat kita sudah di ketahui, lebih baik kita pulang terlebih dahulu, aku yakin Edward sudah memberitahu semua koneksinya, karena itulah aku sudah menjual Apartemen itu juga tadi dan menghapus semua data penjualan dan transfer banknya," jawab Rendi yakin.


Mei Ning menatap pria yang sedang menyetir itu dengan tatapan kagum, hanya dalam sekejap mata ia sudah menyelesaikan semua masalahnya dengan sangat cepat.


Mobil mereka sampai di wilayah kediaman Edward. Dari rumahnya saja sudah terlihat ajalah Edward bukanlah mafia kelas teri. Rendi sangat yakin kalau Edward sangat berpengaruh untuk mafia lainnya.


Mobil Rendi berhenti sekitar tiga ratus meter dari dari kediaman Edward, Mei Ning mau keluar tapi Rendi menahannya.


"Kali ini biar aku yang menyelesaikannya, kamu tunggu di sini, kita akan langsung ke bandara setelah semuanya selesai!" perintah Rendi tegas.


Mei Ning mengangguk mengerti. Rendi bergegas keluar, dengan kecepatan supernya ia melesat ke kediaman Edward.


Pria itu memukul bawahan Edward yang berjaga di luar dengan tinju besinya, hingga mereka semua seketika tidak sadarkan diri tersungkur di tanah.


"Hei! Siapa kau!" teriak pria tersebut yang langsung menghampiri Rendi. Namun, Rendi tidak memberikan ampun kepada-nya.


Duak


Argh


Pria itu terpelanting ke atas dan jatuh di lantai ketika Rendi menghantam dagunya dari bawah. Seketika pria tersebut tidak sadarkan diri.


Dor


Suara tembakkan terdengar dari atas, Rendi langsung menangkap tembakan itu menggunakan tangannya yang sudah berubah menjadi tinju besi.

__ADS_1


Sontak pria yang menembak Rendi terkejut, tapi ia mencoba menembaki Rendi terus menerus.


Tembakkan demi tembakan terus orang itu lontarkan, tapi Rendi bisa menahan semua peluru yang mengarah kepadanya.


Pria tersebut tentu saja panik, ia berlari berusaha untuk kabur dari Rendi. Namun, hanya dalam sekejap mata Rendi sudah ada di hadapannya.


Bang


Duak


Pria tersebut terhempas menabrak dinding ketika pukulan Rendi mengenai perutnya.


Mendengar suara tembakkan jelas saja Edward keluar dari kamarnya, begitu juga para pelayan dan Keluarga Edward. Mereka semua berteriak histeris ketika melihat para pengawal sudah tidak sadarkan diri.


Edward tentu saja terkejut, ia bergegas masuk ke dalam kamar lagi. Rendi dengan sigap menghancurkan pintu kamar hingga Edward juga terpelanting.


Suara teriakan semakin menjadi-jadi pelayan bergegas menelpon polisi setempat.


Sementara itu di kamarnya, kepala Edward sudah berlumuran darah, efek terehempas menbrak meja. Pria itu berusaha untuk menjauh dari Rendi.


"Jadi kamu selama ini yang memburu kami?!" tanya Edward dengan suara dingin, mencoba untuk tetap menjaga harga dirinya.


Rendi menyeringai, hanya dalam sekejap mata ia sudah mencengkram leher Edward. Seketika pria tersebut langsung gelagapan.


"Biar ku beritahukan padamu, orang-orang seperti kalian memang harus segera di musnahkan!" ucap Rendi sinis.


Krek


Suara leher Edward yang patah terdengar, ia menyemburkan seteguk darah, sebelum akhirnya tewas dengan mata melotot ke arah Rendi.

__ADS_1


Rendi beranjak dari sana, ia langsung melesat dengan cepat pergi dari kediaman Edward ke mobilnya. Mei Ning yang sudah menunggu, ketika melihat Rendi sudah masuk ke dalam mobil, ia langsung menginjak pedal gas menuju bandara untuk meninggalkan negara tersebut dengan pesawat pribadi milik Rendi.


__ADS_2