Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Revolusi?


__ADS_3

Sebuah rencana yang mulai ingin di jalankan Rendi, ialah mengubah wajah beberapa wilayah Ibukota yang terkesan kumuh.


Salah satunya Rendi akan mencoba untuk membuat para tunawisma memiliki tempat tinggal, agar mereka bisa hidup dengan layak.


Tentu saja Rendi tidak hanya akan memberikan rumah kepada mereka, tapi ia juga sudah menyiapkan beberapa usaha kecil yang akan di geluti mereka nantinya.


Bagi mereka yang tidak memiliki bakat dagang, Rendi akan membuat mereka sebagai pekerja kebersihan, tentu saja ia sudah melobi para pejabat di Jakarta.


Awalnya para pejabat meragukan usulan Rendi, karena takut anggaran daerah membengkak. Namun, Rendi menjamin kalau yang akan menggaji mereka semua itu dirinya, barulah pada saat itu mereka semua percaya.


Rendi bukanlah orang bodoh yang mau di manfaatkan para pejabat, tentu saja ia membuat perjanjian hitam di atas putih, kalau para pejabat tidak boleh mencampuri orang-orang yang ia gaji dan tidak boleh menggunakan mereka untuk naik ke panggung yang lebih tinggi.


Rendi paham betul, kalau politik di negaranya sangat kacau, orang kakinya patah karena sepak bola saja bisa di jadikan panggung politik, apalagi jika para pekerjanya nanti sudah mulai di kerahkan.


Mungkin bagi sebagian orang, rencana yang akan Rendi gunakan sangatlah bodoh, karena ia mau membayar orang-orang yang membersihkan Jakarta tanpa bantuan pemerintah. Hal tersebut saja sudah membuatnya terlihat sangat bodoh di hadapan para pejabat.


Kenyataannya, Rendi melakukan itu semua untuk mencari suara rakyat yang jujur, ia juga di bantu orang-orang pemerintahan yang masih jujur.


Rendi menggunakan statusnya sebagai pebisnis muda tersukses untuk merangkul orang-orang yang masih memiliki hati nurani untuk membangun negaranya dengan benar.

__ADS_1


Hasilnya sudah banyak sekali orang-orang penting yang mendukung dirinya, entah itu karena ingin mendapatkan nama, menghormatinya ataupun mereka benar-benar tulus ingin membangun negaranya dengan sepenuh hati.


...***...


Satpol PP terlihat sedang menangkap orang-orang yang tidur di salah satu jembatan yang ada di Jakarta.


"Pak, jangan bawa kami Pak,"


"Ibu...."


"Pak, tolong biarkan kami tinggal di sini."


Setelah mereka semua di tangkap, Mobil satpol PP dari berbagai arah membawa para tunawisma tersebut, ke komplek perumahan Spin Property.


Tentu saja mereka semua bingung kenapa di bawa ke tempat tersebut, bukannya ke Dinas Sosial.


Mereka semua di suruh turun, terlihat pria tua yang ringkih mau turun dari mobil kesulitan, Rendi yang sedang menunggu mereka semua bergegas membantunya bersama salah satu Satpol PP.


Mereka semua di kumpulkan di jalan komplek perumahan tersebut, Rendi kemudian buru-buru bergegas berdiri di depan mereka semua.

__ADS_1


Di samping Rendi sudah banyak orang yang merupakan wakil dari pembinaan sumber daya manusia, mereka semua yang nantinya akan mengajari mereka untuk membuat usaha ataupun yang lainnya.


Rendi memegang mikrofon yang sudah di siapkan, ia menghirup napas dalam-dalam kemudian buka suara. "Sebelumnya terimakasih karena kalian bekerja sama dengan baik, mau di ajak kemari. Aku tidak berbasa-basi lagi, aku membawa kemari kalian semua agar kalian bisa menjalani hidup lebih baik lagi!"


Rendi diam sebentar kemudian berbicara lagi. "Rumah di sini akan menjadi milik kalian tanpa harus membayar sepeserpun! Tapi, sebelum itu aku mau bertanya kepada kalian, apakah kalian mau merubah hidup kalian?!" tanya Rendi lantang.


Terlihat para tunawisma bingung, mereka tidak tahu apa yang Rendi katakan. Tiba-tiba seorang pemuda dengan pakaian lusuh maju ke depan.


"Jikapun kami mau merubah hidup kami, apa yang bisa kamu lakukan? Kalau mau memberi rumah dengan gratis tinggal kasih saja, tidak perlu memberikan start apapun!"


"Ya benar itu!"


"Iya Benar!"


Para tunawisma tergerak dengan ucapan pemuda tersebut. Satpol PP mau maju untuk menangkap pemuda itu, tapi Rendi mengangkat tangannya, ia lebih suka jika ada orang yang berani bersuara sepertinya daripada harus berdiam diri.


Rendi tersenyum. "Kamu benar, harusnya aku memberikan rumah ini cuma-cuma tanpa syarat agar kalian senang, Tapi! Jika kalian sudah punya rumah ini, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? Apa kalian akan pergi memulung, mengamen dan mengemis lagi?!"


Suara Rendi begitu lantang, membuat semua tunawisma itu terdiam, ucapan Rendi sangat mengena pada mereka, karena selama ini pekerjaan mereka memang seperti itu.

__ADS_1


Pemuda yang tadi buka suara juga terdiam, ia menatap Rendi dengan seksama, bocah yang terlihat seusianya itu tampak sedang marah, tapi bukan ke mereka.


__ADS_2