Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Para Mafia Memburu Rendi


__ADS_3

Rendi dan Mei Ning sudah sampai di bandara, karena sebelumnya Rendi sudah menghubungi penanggung jawab pesawat pribadinya. Pilot dan Pramugari semuanya sudah siap berangkat.


Berbeda dengan Rendi yang sudah santai memasuki pesawat pribadinya. Keluarga Edward sedang mengalami duka yang dalam, karena tulang punggung mereka sudah tewas.


"Cepat cari pembunuh itu! Kenapa kalian hanya diam saja!" teriak Istri Edward dengan berlinangan air mata melihat suaminya yang tewas mengenaskan di kamarnya.


Tiga Istri Edward semuanya menangis histeris, karena mereka tahu dengan tewasnya suami mereka, ketiganya tidak akan bisa hidup berfoya-foya lagi.


Para bawahan Edward bergegas mencari jejak Rendi, walaupun mereka sampai kapanpun tidak akan pernah menemukannya, karena semua CCTV di rumah tersebut sudah di retas oleh Rendi sebelumnya.


...***...


Sementara itu di tempat Danton berada, ia sedang menghancurkan semua barang yang ada di kamarnya ketika mendengar kematian Edward.


"Bedebah! hanya satu orang tapi bisa membunuh banyak orang-orangku!" raungnya sangat marah.


"Cepat hubungi semua koneksi kita! Bilang pada mereka dan buru orang ini, jangan biarkan dia hidup tenang!" perintah Danton tegas.


"Baik tuan!" jawab tangan kanannya lugas.

__ADS_1


Tangan kanan Danton langsung mengambil ponselnya dan menghubungi semua koneksinya yang ada di beberapa belahan dunia.


Mereka semua setuju untuk menghabisi orang yang telah membuat nama dunia bawah jadi rusak tersebut. Tentu saja tujuan mereka langsung ke Negara tempat para mafia yang telah tewas mencari uang.


Semuanya mencurigai kalau orang tersebut pasti berasal dari Indonesia, memang benar pemikiran mereka. Namun, sayangnya mereka semua tidak tahu orang yang mereka cari memiliki kekuatan di luar logika manusia biasa.


Mafia dari penjuru dunia yang memiliki koneksi dengan Danton, mereka mengirim pembunuh bayaran untuk mengejar Rendi. Mereka semua langsung melakukan penerbangan ke negara tempat asal Rendi berada secara serempak.


Sekarang Rendi bukan hanya menyinggung mafia perusak negaranya, tapi sekarang ia berurusan dengan mafia-mafia besar dari luar negri yang terkenal tanpa ampun jika menghabisi nyawa targetnya.


...***...


Sementara itu, di dalam pesawatnya Rendi sedang beristirahat, ia sengaja mengunci pintu kamar agar Mei Ning tidak mengganggu dirinya.


Rendi yang memiliki otak yang sudah berevolusi, tentu saja ia tahu kalau masalah yang di hadapinya semakin besar. Alasan ia kembali cepat ke Indonesia akan menghapus semua data dirinya, bahkan akun Bank nya juga akan ia alihkan ke salah satu wanitanya.


Rendi melakukan semua itu, agar orang-orang di dekatnya nanti tidak akan terlibat dengan masalah dirinya. Karena ia tahu kalau mereka akan menjadi kelemahannya.


Pemuda itu kemudian terlelap, karena selama beberapa hari ini harus bergerak terus menerus dengan istirahat yang minim.

__ADS_1


Sementara itu di luar kamar Rendi. Mei Ning tampak di kerumuni rekan-rekan Pramugarinya. Jelas saja mereka semua penasaran apa yang telah terjadi dengannya ketika ikut dengan bos muda tersebut.


"Berapa kali sehari kamu melakukannya?" tanya Pramugari yang memiliki wajah oriental dengan antusias.


Mei Ning tersipu malu, karena sebenarnya tidak pernah melakukannya dengan Rendi, tapi ia berbohong agar tidak terlihat seperti orang bodoh.


"Satu kali, tapi sampai pagi," ucapnya santai.


"Astaga! Memangnya bos sekuat itu?"tanya Pramugari lainnya.


"Ah... aku jadi pengin merasakannya," timpal yang lainnya.


Mei Ning tersenyum kecut, karena wanita-wanita itu ternyata sangat murahan, dalam pikiran mereka bisa tidur dengan pria-pria kaya saja, tanpa memikirkan resikonya.


"Ukurannya?" celetuk salah satu pramugari penasaran, yang di ikuti tatapan penasaran yang lainnya.


Lagi-lagi Mei Ning kembali berbohong, ia menunjukkan lengannya. Sehingga membuat mereka semua tampak menelan ludah bersamaan.


Mei Ning tidak tau harus tertawa atau menangis dengan bodohnya mereka menelan bulat-bulat semua kebohongannya, padahal jangankan menyentuh milik Rendi, melihatnya pun ia tidak pernah sama sekali.

__ADS_1


"Mei, kamu pasti merasa tersiksa beberapa hari ini, boleh aku yang menggantikanmu jika tuan Rendi mau di dalam pesawat?" tanya pramugari berwajah oriental dengan wajah memelas.


Sontak saja Mei Ning mengernyitkan dahinya, mana ada ia akan membiarkan wanita lain satu kamar dengan Rendi, sementara dirinya saja tidak pernah berhubungan dengannya, walaupun ia pernah tidur bersama dengan Rendi, meskipun karena terpaksa.


__ADS_2