Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Kecepatan Super


__ADS_3

Mei Ning yang sedang merasakan kebahagiaan karena di cumbu Rendi, tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari bawahannya.


"Ada apa?!" tanya Mei Ning dingin.


"Nona Shou, ada sebuah misi dengan bayaran cukup tinggi! Kebetulan misi itu ada di tempat anda sekarang berada!" lapor bawahannya dengan bangga.


"Jelaskan misinya!" perintah Mei Ning tegas.


Bawahan Mei Ning kemudian menceritakan misinya, seketika wajah Mei Ning berubah menjadi jelek. Ternyata pergerakannya dengan Rendi sudah di ketahui oleh jaringan mafia yang mereka incar. Namun, bukannya takut, Mei Ning malah terlihat sangat senang, dengan begitu ia bisa mendekati targetnya dengan mudah.


"Bilang pada mereka, aku menerimanya, dengan syarat uang muka separuh dari bayaranku ketika selesai menyelesaikan misi!" perintah Mei Ning sambil menyeringai.


"Tentu saja Nona Shou, saya akan memberitahu mereka dan akan melapor pada anda jika uang mukanya sudah di terima!" jawab bawahannya di seberang telepon.


"Bagus!" Mei Ning mematikan ponselnya. Ia tersenyum simpul. Mereka yang akan di hunuhnya malah akan memberikan uang padanya, sungguh pekerjaan yang menyenangkan buat Mei Ning.


Rendi yang melihat Mei Ning tersenyum-senyum sendiri setelah menelpon, ia menegurnya.


"Jangan gila dulu, misimu belum selesai!" tegur pria itu dingin.


Mei Ning terkejut, bukannya marah ia malah tersenyum senang dan mendekati Rendi untuk memberitahu apa yang tadi bawahannya laporkan.

__ADS_1


"Aku dapat kabar bahagia dari bawahanku, Rudolf, orang yang mau kita bunuh, dia malah menawarkan pekerjaan padaku untuk menyelidiki kematian Suryono dan membawa pembunuhnya, dan aku menerima itu," ucap Mei Ning percaya diri.


Rendi mengernyitkan dahi. "Apa kamu mau membunuhku?" tanyanya sinis.


"Tidak, tidak, mana mungkin aku membunuh tuanku yang ku cin... eh, maksudnya yang aku hormati!" Mei Ning tersenyum kecut, karena hampir saja keceplosan.


"Terus?" tanya Rendi menyelidik.


"Tuan Rendi, dengan begini aku bisa mendapatkan uang Rudolf dan bisa membunuhnya dengan mudah, karena ia pasti percaya padaku!" ungkap Mei Ning bersemangat.


"Dasar wanita gila! Pantas saja gak ada pria yang mau denganmu, asalkan ada uang kamu mau melakukan apa saja, terserah kamu saja mau menanganinya seperti apa, aku cuma mau orang-orang ini tewas!" ucap Rendi yang kembali fokus ke laptopnya mengabaikan Mei Ning.


Wanita itu menggertakkan gigi sambil mengepalkan tangannya, karena di bilang rela melakukan apapun demi uang, padahal ia membunuh orang untuknya tanpa bayaran apapun.


Dalam hati Mei Ning merasa geram dengan Rendi, karena ia tidak peka sama sekali dengannya. Wanita itu jadi semakin insecure, padahal wajah dan tubuhnya tergolong wanita idaman. Namun, tuannya itu tetap saja mengabaikan dirinya.


Mei Ning kembali ke sofa dengan wajah cemberut, ia *******-***** bantal yang ada di sofa membayangkan bantal tersebut Rendi.


Mereka berdua kemudian mendiskusikan rencana selanjutnya, hingga sampai malam sebelum akhirnya Mei Ning terlelap lebih dulu.


Rendi yang melihat wanita itu meringkuk di sofa, ia merasa kasihan juga dengannya. Walaupun seorang pembunuh, tapi tetap saja ia seorang wanita dan juga telah membantu dirinya.

__ADS_1


Rendi membopong wanita itu ke tempat tidurnya. Mei Ning terbangun, tapi ia segera menutup matanya kembali karena merasa nyaman di perlakukan Rendi seperti itu.


Pria tersebut meletakkan Mei Ning di ranjang dengan lembut, ia menyelimuti wanita tersebut. sebelum akhirnya meninggalkan wanita itu di Apartemen sendirian.


Rendi akan melakukan rencana yang tidak di ketahui Mei Ning, karena orang yang akan ia bunuh sebelum Rudolf merupakan saudara jauh wanita itu.


Rendi sengaja tidak memasukkan daftar orang tersebut ke target pembunuhannya, ia sadar Mei Ning pasti akan ragu untuk membunuh orang tersebut, karena menurut data yang di temukan Rendi, wanita itu sempat di asuh oleh orang itu.


"Sistem, lakukan Spin untuk hari ini!" ucap Rendi yang berharap akan dapat kemampuan bagus.


Sistem memunculkan layar hologram, kemudian Spin berputar sangat cepat kemudian berhenti.


[ Selamat, Anda mendapatkan kemampuan kecepatan super! Pemasangan akan segera di lakukan!]


Rendi menyeringai, ia kemudian duduk di dekat pintu apartemen, ia bersiap untuk menerima kekuatan tersebut. Benar saja kakinya langsung terasa sakit.


Sel-sel di dalam kakinya berevolusi, membuat pria itu mengatupkan rahangnya dengan keras, agar tidak berteriak ketika kakinya terasa seperti di remas kuat.


Perlahan bentuk kakinya berubah seperti milik atlet lari, hingga akhirnya perubahan tersebut selesai.


Rendi menghirup napas dalam-dalam kemudian membuangnya, ia menyetabilkan napasnya kembali, baru berdiri tegap lagi.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang aku sudah siap! Maaf Mei Ning tapi aku harus melakukannya," ucap Rendi yang langsung menggunakan kecepatan supernya.


__ADS_2