Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Hal Positif


__ADS_3

Rusdianto juga takut, tapi ia memiliki pemikiran positif, sehingga pria itu mengamati terlebih dahulu sosok tersebut.


Dugaan Rusdianto benar, kalau sosok tersebut adalah manusia, Karena kakinya juga menempel di tanah.


"Maaf, ada apa yah?" tanya Rusdianto memberanikan diri.


"Eh, maaf Pak, saya di suruh suami saya untuk memberikan sedikit camilan buat kalian, tapi tadi tutup kalengnya jatuh, " jawab sosok tersebut yang ternyata Istri Pak RT yang mengenakan kerudung putih dan baju putih.


Rusdianto menghela napas. "Kirain apaan Bu, silahkan masuk."


Rusdianto menyuruh masuk Bu RT, sementara Tomo yang sedang pingsan di lantai, ia seret kakinya.


Bu RT yang melihat hal itu tersenyum getir, mau menegurnya, tapi mereka sudah sama-sama berumur.


"Ya sudah Pak, saya permisi dulu, monggo di nikmati wedang alakadarnya," Bu RT keluar dari rumah tersebut.


"Terimakasih Bu," jawabnya seraya menutup pintu kembali.


Rusdianto melihat Tomo yang pingsan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak menyangka kalau bawahannya itu benar-benar sangat penakut.


...***...

__ADS_1


Sementara itu di tempat Rendi berada, ia mulai merencanakan apa saja yang di perlukan untuk membantu Kampung Karbal agar bisa berubah lebih baik lagi.


Rendi merencanakan membangun sebuah PAM air, karena di kampung Karbal sebagian warganya sulit mendapatkan air bersih. Ia juga berencana mendata seluruh warga yang miskin dan akan membuatkan rumah untuk mereka.


"Bos, banyak amat rencananya? Anggarannya pasti besar itu," ucap Hendri yang menemani Rendi.


"Namanya juga pembenahan Hen, biarlah aku keluar uang banyak, asalkan bisa membantu mereka yang membutuhkan, lagi pula ini masih setitik dari penghasilanku," jawab Rendi yakin.


Hendri hanya bisa tersenyum, ia tidak tahu apa yang ada di pikiran bosnya itu, walaupun masih bocah, tapi ia seperti sudah dewasa, pemikirannya sudah jauh melampauinya.


Setelah mengarang semua rencananya. Rendi tertidur lelap, hingga mentari bersinar, ia baru bangun dari tidurnya.


Rendi mengerjapkan matanya, ia langsung mencari ponselnya, terlihat jam Ponselnya sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Hendri yang sudah tahu kalau bosnya sudah tidak sekolah, ia memang sengaja tidak membangunkannya, dan lebih memilih mengelap mobil Rendi.


Rendi melihat ke luar kontrakan, tidak terlihat batang hidung bawahannya itu, Rendi pikir Hendri ada di mobil, jadi ia masuk ke dalam kontrakan lagi dan mengambil Sistem Spin.


Tanpa ragu Rendi menekan Sistem Spin yang sudah bersinar seperti biasanya, jarum Spin terus berputar hingga akhirnya berhenti di gambar tumpukan uang.


[ Selamat anda mendapatkan uang sebesar 10 Milyar rupiah, uang akan di transfer ke dalam akun Bank anda!]


Rendi tercengang, Hadiah yang di berikan Sistem semakin hari semakin besar saja, setelah tiga perusahaan, sekarang uang tunai 10 Milyar.

__ADS_1


Benar saja tidak berselang lama ponsel Rendi berbunyi, ia membukanya, terlihat pemberitahuan dari M-banking nya kalau transfer uang tersebut sudah masuk ke dalam rekeningnya.


"Astaga, mudah sekali aku mendapatkan uang, para tikus berdasi pasti insecure kalau melihat kenyataan ini," gumam Rendi lirih.


Rendi tahu alasan kenapa Sistem memberikannya uang, itu semua karena ia berniat mengeluarkan banyak uang untuk pembangunan Desa.


Rendi menduga kalau Sistem tidak ingin ia menggunakan uang dari perusahaannya, agar perusahaannya tetap aman.


Rendi tersenyum. "Lebih baik aku mandi dulu, nanti juga akan ada orang dari perusahaan!"


Rendi bergegas ke kamar mandi dengan bersemangat, dengan uang 10 Milyar tersebut, ia bisa membangun Kampung Karbal lebih mudah.


Setelah Rendi selesai mandi dan sudah mengenakan pakaiannya, benar saja ponselnya berbunyi, ia langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Halo, apa benar ini Tuan Murdianto?" tanya orang di seberang telepon.


"Iya itu aku, ada apa?" Rendi balik bertanya.


"Begini Tuan, saya sudah mengecek kondisi kampung Karbal, apa kita bisa bertemu? Atau biar saya yang ke rumah Tuan?" jawab orang di seberang telepon.


"Boleh, nanti aku kirim alamatnya," ucap Rendi yang langsung mematikan ponselnya dan mengirim alamat kontrakannya.

__ADS_1


Rendi yakin kalau orang tersebut suruhan Sulaeman, karena itulah ia langsung memberikan alamat kontrakannya, agar mereka bisa bertemu dan mengobrol masalah pembangunan kampung Karbal.


__ADS_2