
Sore harinya, Novi dan Mei Ning baru pulang dari aktifitas mereka.
Tampak kedua wanita ita hampir bersamaan pulangnya dan menuju kamar juga bersamaan, karena kamar mereka memang bersebelahan.
Ketika mereka baru memegang gagang pintu, tiba-tiba terdengar suara teriakan dara kamar Sulis.
"Rendi!" teriak Sulis lantang dengan penuh semangat.
Sontak saja, Mei Ning dan Novi yang mau masuk kamar masing-masing tidak jadi. Keduanya langsung bergegas ke kamar Sulis.
Mereka berdua takut Sulis kenapa-napa, karena itulah kedua wanita itu bergegas menghampiri Sulis di kamarnya.
"Ada apa Lis?" tanya Novi yang langsung menghampiri Sulis.
"Apa ada yang sakit Lis?" timpal Mei Ning.
Sulis menggeleng sambil tersenyum. "Lihat kakiku, Nov, Kak Mei!" ucapnya sambil menunjuk kakinya.
Novi dan Mei Ning melihat Kaki Sulis, mereka berdua membelalakan mata tidak percaya. Saat melihat kaki Sulis yang bisa bergerak.
"Nov, Kak Mei! Apa aku akan bisa berjalan lagi?" tanya Sulis bersemangat.
"Lebih baik kita panggil dokter dulu, kamu jangan sembarangan bergerak!" perintah Novi yang langsung memanggil dokter Pribadi Rendi.
__ADS_1
Sulis mengangguk mengerti, ia pun tidak mau berbuat kesalahan, karena itulah gadis itu hanya menurut saja.
Mei Ning memeluk Sulis. "Mudah-mudahan saja kamu sembuh seperti semula lagi," uacapnya lembut.
"Mudah-mudahan saja Kak, aku juga berharap bisa berjalan lagi," jawabnya bersemangat.
Rendi kemudian masuk kamar sambil membawa buah-buahan untuk Sulis, tampak ia sangat santai.
"Ren, aku bisa menggerakkan kakiku lagi!" seru Sulis bersamanya.
"Benarkah? Semoga saja kamu bisa berjalan lagi yah, sayang." Rendi mengusap puncak kepala Sulis.
Tampak wajah Sulis yang berbunga-bunga, ia terus menatap kakinya sambil berusaha menggerakkan jari-jarinya.
Mei Ning dan Novi yang melihat itu, mereka yakin kalau Sulis bisa berjalan lagi seperti dulu.
"Ini sungguh keajaiban! Nona Sulis, selamat anda akan bisa berjalan lagi!" serunya yakin.
"Benarkah itu dok?" tanya Sulis bersemangat.
"Ya Nona, tapi karena anda sudah lama tidak menggerakkan tubuh bagian bawah anda, lebih baik anda perlahan-lahan saja untuk menggerakkannya, jangan terlalu buru-buru, takutnya ada kesalahan saraf lagi," ucap dokter memperingatkan.
"Baik dok, saya. mengerti!" jawab Sulis mantap.
__ADS_1
"Tuan Rendi, Nona-Nona kalau begitu saya pamit undur diri dulu, nanti tebus resepnya dan obat yang lama jangan di konsumsi lagi," ucap dokter seraya pergi dari kamar Sulis.
"Terimakasih dok," Rendi mengantar sampai ke luar kamar.
Sulis dan Novi tampak berpelukan mereka berdua tampak sangat senang atas berita kesembuhan Sulis.
Sementara Rendi hanya menyaksikan sambil tersenyum. Mei Ning menyadari sesuatu ia merasa ada yang salah dengan Rendi. Karena pria itu tampak minim ekspresi, padahal Sulis dinyatakan sembuh.
Mei Ning sampai di satu kesimpulan, ia sangat yakin kalau yang menyembuhkan Sulis Rendi, sebab ia tahu kalau Rendi memiliki kemampuan yang aneh selama ia ikut dengannya.
"Ren, kamu yang menyembuhkan Sulis, bukan?" tanya Mei Ning lirih ketika sudah berdiri dekat Rendi.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" Rendi balik bertanya.
"Ekspresi kamu, kalau bukan kamu yang menyembuhkan Sulis, pasti kamu akan sangat senang, tapi kamu terlihat biasa saja dan apakah kamu habis operasi plastik?" tanya Mei Ning menyelidik.
Mei Ning sudah sangat hapal dengan bentuk tubuh Rendi. Apalagi wajahnya yang selalu ia pandangi, sehingga ia sangat yakin kalau ada yang berubah dari Rendi.
Rendi menatap Mei Ning, hingga tatapan mereka berdua bertemu satu sama lain. Mei Ning menutup mulut tidak percaya warna mata Rendi juga berubah menjadi kemerahan yang dulunya hitam.
"Ren, apa ini benar kamu?" tanya Mei Ning memastikan.
Rendi mengernyitkan dahi. "Apa maksudmu Mei? Bukankah aku masih sama saja?" tanya Rendi bingung.
__ADS_1
Mei Ning menggelengkan kepalanya. "tidak, kamu berubah banget, matamu, wajahmu bahkan rambut kamu juga berubah Ren! Apa yang terjadi denganmu?"
Pertanyaan Mei Ning membuat Novi dan Sulis menoleh, mengingat wanita itu bertanya cukup lantang. Mereka berdua juga langsung menatap Rendi lekat-lekat, benar saja ada yang berbeda dari Rendi.