Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Kemampuan Kamuflase


__ADS_3

Sayangnya keinginan para pramugari menemani Rendi harus pupus, karena sampai di bandara Jakarta pun, Rendi tidak memanggil mereka ke kamarnya sama sekali. Sehingga tampak wajah kecewa mereka ketika Rendi turun dari pesawat. Hanya Mei Ning saja yang memiliki wajah ceria.


Rohis sudah menunggu Rendi di bandara tersebut dengan mobil yang ia bawa. "Selamat datang kembali tuan," sapa Rohis sopan sambil membukakan pintu mobil.


Rendi hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil, begitupun dengan Mei Ning yang bergegas masuk ke dalam mobil.


Ketika tuannya sudah masuk ke dalam mobil, Rohis buru-buru masuk ke dalam mobil.


"Rohis, antar dia dulu ke Apartemenku, dia akan menginap di sana!" perintah Rendi kepada bawahannya itu.


"Baik Tuan!" jawab Rohis yang langsung menginjak pedal gas.


Mei Ning tampak tidak setuju. "Ren, masa aku harus tinggal di apartemen sendirian sih?" tanya wanita itu memelas.


Rendi menghela napas. "Terus apa masalahnya? Kamu mau tinggal denganku? Mei, bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku tidak suka dengan wanita yang murahan?" tanya Rendi dingin.


Mei Ning menundukkan kepalanya. "Maaf Ren, aku yang salah," ucap wanita yang sudah terlanjur cinta mati dengan brondong di sampingnya tersebut.


Rohis hanya menyimak pembicaraan mereka saja, tampak sopir pribadi Rendi itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sayang sekali bos bukan hidung belang, kalau aku jadi bos, sudah aku embat tuh cewe bahenol nan cantik tersebut!


Dalam hati Rohis menyayangkan Rendi yang terlalu bersikap jantan. Rendi tentu saja mendengar kata-kata yang di ucapkan Rohis dalam hati.


"Berani kamu memandang dia lagi, aku keluarkan kedua bola mata kamu dari tempatnya, Rohis!" tegur Rendi dingin.


Seketika Rohis terkejut, karena bosnya seolah mendengar perkataannya, padahal ia berbicara dalam hati.

__ADS_1


Mei Ning bingung apa maksud Rendi, karena ia tidak bisa mendengar suara hati dari Rohis. Tapi terlihat Rohis yang begitu gugup ketika Rendi mengatakan hal tersebut.


Walaupun Rendi sering marah dengan Mei Ning karena sikapnya yang terlalu genit, tapi ia juga tidak mau wanita itu di tatap aneh oleh pria lain, karena itulah Rendi berharap agar Mei Ning mau merubah penampilannya juga.


...***...


Mobil mereka sampai di Apartemen milik Rendi yang ada di Jakarta, pria itu memberikan password kunci Apartemen kepada Mei Ning.


"Mulai hari ini kamu tinggal di sini, jangan datang ke rumahku jika tidak penting, aku beberapa hari ini akan mengurus banyak hal, jangan menggangguku dulu," ucap Rendi mengingatkan.


"Iya Ren, aku tahu kok," jawab wanita itu lembut.


Rendi mau masuk ke dalam mobil, tapi Mei Ning mencekal lengannya, sehingga pria itu langsung menoleh. "Apa lagi?"


"Kis perpisahan," jawabnya manja.


Rendi menghela napas, ia mendekatkan wajahnya ke Mei Ning dan mengecup keningnya. "Rawat apartemen baik-baik, jadilah wanita sesungguhnya, jangan taunya membunuh orang saja," ucap pria itu seraya naik ke dalam mobil.


"Aku pulang dulu, Rohis kita pulang!"


Rohis mengangguk, ia langsung menginjak pedal gas mobil dan meninggalkan Mei Ning di sana sendirian. Wanita itu melambaikan tangannya, sebelum akhirnya pergi ke Apartemen milik Rendi.


Rendi hanya bisa menghela napas berat, sekarang ia tahu kalau banyak wanita yang menyukainya juga membuat dirinya lelah. Apalagi jika mereka semua sepertinya Fina dan Mei Ning, rasanya kepala Rendi mau pecah saja memikirkan sikap mereka yang terlalu berlebihan kepadanya.


...***...


Mobil pun sampai di kediaman Rendi ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Pria itu turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya langsung.

__ADS_1


"Selamat datang kembali tuan," sapa Sebastian yang memang sudah menunggu Rendi. "Tuan mau makan atau langsung istirahat?" tanya pria sepuh itu sopan.


"Aku langsung istirahat saja Sebastian, kalian juga istirahatlah, ini sudah malam!" perintah Rendi lembut.


"Baik tuan," jawab Sebastian sopan.


Rendi langsung pergi ke kamarnya, ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan baru setelah itu rebahan di kamarnya.


Karena sudah lelah, pria itu dengan cepat langsung terlelap dan masuk ke dalam alam mimpi, sampai pagi hari.


Rendi terbangun ketika terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamarnya, ia dengan malas beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu.


"Ternyata kamu benar sudah pulang Ren? Sampai jam berapa semalam?"


Ternyata yang mengetuk pintu Ibunya, wanita paruh baya itu memang tinggal di rumah Rendi selama ia ada di luar negeri.


"Loh, Ibu tinggal di sini?" tanya Rendi terkejut.


"Ibu khawatir kamu pergi lama, jadi Ibu berinisiatif tinggal di sini, ya sudah kamu mandi dulu, terus kita sarapan bareng, baru setelah itu lanjut ngobrolnya," ucap wanita itu lembut.


Rendi mengangguk sambil tersenyum, melihat Ibunya pergi, ia menutup pintu kembali dan bergegas ke kamar mandi.


Di kamar mandi Rendi teringat dengan Sistem Spinnya. "Sistem putar Spin untuk hari ini!"


Seperti biasa, layar hologram dengan gambar Spin muncul dan langsung berputar dengan cepat, kemudian melambat sebelum akhirnya berhenti.


[ Selamat, Anda mendapatkan kemampuan berkamuflase!]

__ADS_1


Rendi mengernyitkan dahi ketika mendapatkan kemampuan tersebut. Ia tidak tahu apa gunanya teknik berkamuflase. Namun, perlahan tubuhnya menjadi transparan, ketika Rendi menatap kaca di dalam kamar mandi ia terkejut.


"Astaga! Kemana bayangan cermin ku?!"


__ADS_2