Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Anak Orang Kaya? Anda Salah!


__ADS_3

Aranka yang melihat begitu telitinya Rendi dengan mata kepalanya sendiri. Ia kini tahu kenapa Rendi bisa sukses di usianya semuda itu. Padahal kalau Aranka tahu Rendi bisa seperti itu karena Sistem mungkin ia akan langsung kejang-kejang.


Rendi dan Hendri sudah meninggalkan Spin Company, karena bocah SMA itu memang hanya ingin melihat perusahaannya tersebut.


Sesuai perintah Rendi sebelumnya, Hendri membawa Rendi ke salah satu Universitas ternama di Jakarta, mobil pun berhenti di parkiran Kafe sebrang jalan Universitas tersebut.


"Tuan, itu salah satu Universitas terbaik di Jakarta." ucap Hendri saat mobilnya sudah berhenti.


Rendi mengangguk mengerti, ia turun dari mobilnya, bersandar di mobil sambil melihat Universitas tersebut.


Sementara itu dari kejauhan, geng Fina terlihat sedang asyik bercanda keluar dari Universitas tersebut.


Rendi yang melihatnya, ia mengernyitkan dahi, tanpa sengaja ia malah sampai di Universitas tempat Fina dan teman-temannya kuliah.


"Jadi di sini tempat kamu kuliah?" gumam Rendi sambil menyunggingkan senyum.


Rendi menyeringai, ia memiliki ide untuk memberikan kejutan pada Fina. Ia mengambil Poto Fina dan teman-temannya, lalu mengirimnya ke Fina.


Tentu saja Fina yang selalu memegang ponselnya, ia langsung membuka pesan yang masuk ke dalam Ponselnya.

__ADS_1


Fina sontak saja terkejut, ia langsung berhenti berjalan dan celingukan ke sana kemari mencari Rendi. Teman-temannya yang melihat ia seperti itu tentu saja bingung.


"Lo nyari siapa Fin?" tegur Nela penasaran.


"Ini! ...." Fina memerlihatkan foto yang di kirim Rendi pada mereka semua.


"Astaga, ini bocah itu? Loh dia sampe nyariin Lo ke sini Fin? Jangan-jangan ...." Nela menaik turunkan alisnya menggoda Fina.


"Dari sudut fotonya, ini seperti di ambil dari depan!" seru Bela.


Seketika mereka semua langsung melihat ke arah depan, benar saja, terlihat Rendi yang sedang bersender di mobilnya. Namun, Fina merasa ada yang berbeda dengan Rendi.


"Eh, itu beneran dia bukan sih?" tanya Fina penasaran.


"Itu memang dia, lihat mobilnya masih sama seperti kemarin!" jawab Bela yakin. "udah kita ke sana saja, lumayan dapat traktiran lagi."


"Aku setuju!" dua orang lainnya menimpali.


Tapi Fina langsung menarik mereka semua untuk menahannya agar tidak menghampiri Rendi.

__ADS_1


"Apa-apaan sih Lo, Fin?" tegur Bela memanyunkan bibirnya.


"Iya Fin, Lo apa-apaan sih? Apa salahnya kita minta di traktir dia, lagi pula dia anak orang kaya." Nela menimpali.


Fina menghela napas. "bukan itu masalahnya, asal kalian tahu saja, Rendi tidak seperti yang kalian bayangkan, dia bukan pria bodoh yang akan menghamburkan uangnya begitu saja."


Teman-teman Fina saling menatap, mereka tidak tahu apa yang di maksud Fina, lagi pula dari dulu mereka tidak pernah berpikir kalau pria yang akan di dekatinya akan menghamburkan uang. Mereka hanya berpikir, kalau bisa menggodanya, pasti uang mereka akan mengalir deras.


"Lo bicara apa sih, Fin? Gua gak ngeh?" tanya Nela malas.


"Nel, dia itu bukan anak orang kaya, melainkan di usianya yang sangat muda sudah menjadi pebisnis! Kamu tahu kemarin malam ia berbisnis dengan Ayah gua dengan menjual Emas delapan kilo dan mendapatkan uang delapan Milyar begitu mudahnya! Dia bukan pria sembarangan! Kalau kita salah langkah, bisa-bisa kita malah yang di permainkannya!" Fina menjelaskan sedetail mungkin.


Teman-teman Fina melebarkan rahangnya, sekarang mereka tahu maksud Fina, tapi mereka masih sedikit ragu dengan Fina, karena mereka pikir Fina tidak ingin mendapatkan saingan untuk mendapatkan Rendi.


"Lo, gak bohongin kita-kita kan?" tanya Nela memastikan.


Fina menghela napas. "terserah kalian mau percaya atau tidak, yang pasti gua sudah memberikan peringatan pada kalian!"


Fina mendengus kesal, ia meninggalkan teman-temannya, kembali masuk ke Universitas untuk mengambil mobilnya, ia tidak jadi nongkrong di kafe tempat Rendi sedang berada.

__ADS_1


Teman-teman Fina tentu saja tidak mau bermusuhan dengan Fina, karena itulah, mereka mengejar temannya itu.


__ADS_2