Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Jantan


__ADS_3

Melihat kedatangan Rendi tentu membuat Reno senang, karena dengan begitu ia bisa menghabisi Rendi dan membuangnya ke laut, dengan kekayaan Ayahnya, ia yakin bisa membungkam mulut para Polisi.


Rendi turun dari motornya, ia dengan berani mendekat ke arah Reno.


Semua bawahan Reno tentu saja langsung mengikuti bosnya yang berjalan menghampiri Rendi, mereka berjumlah dua puluh orang.


"Jadi kamu yang berani menghajar bawahanku?" tanya Rendi setelah berhadapan dengan Reno secara langsung.


"Kalau iya memangnya kenapa? Kamu mau apa, bocah bodoh?" ejek Reno.


Lapangan sangat gelap, karena rembulan tidak menunjukan sinarnya, hanya ada bintang-bintang yang gemerlapan menjadi saksi kejadian tersebut.


Terlihat kelompok geng motor tersebut memukul-mukulkan tangannya sendiri ke tangannya yang lain.


Rendi tidak takut sama sekali, meskipun mereka berjumlah banyak, yang ia inginkan hanya memberikan mereka pelajaran.


"Hajar dia!" perintah Reno lantang.


Seketika mereka semua maju bersamaan, di dalam gelapnya malam Rendi mengubah tangannya menjadi hitam legam.


Bang


Bang

__ADS_1


Aduh


Salah satu orang yang memukul tangan Rendi memekik kesakitan, karena tangannya bagaikan besi saja.


Trang


Di antara mereka ada yang membawa tongkat besi, ketika mengenai tangan Rendi, tongkat besi tersebut tentu berbunyi.


Sontak orang itu terkejut, karena ia seperti memukuli besi saja sampai berbunyi seperti itu, padahal yang ia pukul tubuh manusia.


Bang


Bang


Pukulan demi pukulan melesat ke arah Rendi, mereka semua benar-benar mengeroyok Rendi tanpa memberikan jeda sama sekali. Namun, Rendi berhasil memukul mundur mereka semua.


Tapi Rendi juga terkena serangan mereka, meskipun lukanya cepat pulih, tapi tetap saja ia merasakan sakitnya saat di hajar menggunakan tongkat besi.


Prak


Reno yang sengaja menunggu momen, ia memukul kepala Rendi dengan sangat keras menggunakan tongkat besi, sehingga terdengar tengkorak kepala Rendi pecah.


Darah mengalir dari kepala Rendi, ia tumbang di hadapan Reno, tentu saja pria itu sangat senang karena bisa mengalahkan Rendi, karena daritadi bawahannya tidak ada yang bisa membuat Rendi tumbang sama sekali

__ADS_1


"Hahahaha ... mampus! kau bocah sialan! Inilah akibatnya karena berani melawanku!" Reno membentak-bentak Rendi yang tumbang di tanah lapangan.


"Bos, sepertinya dia mati, apa tidak apa-apa seperti ini?" ucap salah satu bawahan Reno.


"Apa yang kamu takutkan? Karungi dia dan buang ke laut!" perintah Reno dengan arogan.


Bawahannya sebenarnya ketakutan, karena walaupun mereka geng motor, ini pertama kalinya membunuh seseorang, biasanya mereka hanya melukai orang-orang yang menjadi targetnya saja.


"Bos! Mana mayat bocah tadi?" tiba-tiba bawahan Reno yang mau memasukan Rendi ke dalam karung kebingungan.


"Loh, bukannya tadi di situ?" mereka semua kebingungan, salah satu dari mereka mengambil handphonenya dan menyalakan senter.


Mereka semua terkejut karena tidak melihat mayat Rendi sama sekali, jangankan mayat, setetes darah pun tidak ada di sana sama sekali.


"Apa kalian mencari ku?" tiba-tiba suara Rendi terdengar dari belakang mereka semua.


Sontak saja mereka terkejut dan langsung menoleh, tanpa banyak bicara Rendi yang sudah memegang tongkat besi yang tadi di jatuhkan bawahan Reno, ia sabetkan ke lutut Reno dengan sangat keras.


Pletaak


Arghhh


Reno menjerit kesakitan saat lututnya langsung patah, bukan bergeser. Ia ambruk di tanah meraung-raung kesakitan sambil memegangi lututnya.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya, Sakit?" Rendi jongkok di samping kepala Reno.


Bawahan Reno semuanya ketakutan, karena mereka sadar kalau Rendi bukanlah orang biasa, di lihat dari sorotan senter, wajahnya tidak terluka sama sekali, padahal mereka sudah menghajarnya habis-habisan barusan.


__ADS_2