Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Alam Bawah Sadar


__ADS_3

Tanpa Rendi sadari, ia telah menyinggung anak seorang pengusaha ternama di kota Brebes, bukan tidak mungkin jika Reno akan mengincar Rendi demi membalaskan dendamnya.


Reno sosok yang tidak senang masalahnya di campuri orang lain, ia akan merasa paling benar sendiri meskipun dirinya salah, karena itulah Reno pasti mengincar Rendi.


Sementara itu, Rendi yang tidak tahu sama sekali soal Reno, ia masih bersikap biasa saja di kontrakannya.


"Sore ini, aku yang memasak untuk Rendi!" ucap Sulis tegas.


"Gak bisa gitu dong, aku juga mau masak untuk Rendi," jawab Novi.


"Kamu sudah jalan sama Rendi, kali ini giliran aku dong." Sulis menatap tajam Novi.


Rendi menghela napas, semenjak pulang ke kontrakan, ia hanya mendengar perselisihan keduanya membuat ia merasa tidak nyaman berada di sana.


"Sudahlah, kalian ini kenapa sih ribut mulu? Nov, mending kamu ikut Sulis saja berbelanja, sambil belajar masak juga dengannya, aku tidak suka melihat kalian berantem terus, kalau kalian kaya gitu terus, aku lebih baik menghilang saja dari kalian!" ucap Rendi tegas.


"Jangan!" jawab mereka serempak.


"Ya sudah, kalau begitu aku tidak mau melihat kalian berantem lagi, gak enak juga di lihat orang lain." ucapnya meyakinkan mereka.

__ADS_1


"Iya, aku janji, tidak akan kaya gitu lagi," Novi mengacungkan jarinya membentuk huruf 'V'.


"Aku juga janji." Sulis juga melakukan hal yang sama dengan Novi.


Mereka berdua pun berhenti berdebat, keduanya pamit pada Rendi untuk pergi ke kios yang ada di jalan besar, dimana di sana banyak penjual sayur-sayuran dan sejenisnya.


Novi berpikir kalau Rendi ingin memiliki wanita yang pandai masak, karena itulah ia menyuruhnya untuk belajar dari Sulis, dari situlah Novi membulatkan tekadnya untuk bisa seperti Sulis.


"Bos, aku pulang dulu, badan aku sakit semua." Harisman yang dari tadi diam buka suara.


Rendi mengangguk, "pulanglah dan jangan lupa istirahat, kalau belum sembuh tidak perlu memaksakan diri."


Kini di kontrakan Rendi hanya ada dirinya, bocah SMA itu merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia menatap langit-langit, bayangan neneknya muncul di angan-angan Rendi.


"Nek, Rendi sekarang sudah memiliki banyak teman, kehidupan Rendi juga sudah sedikit lebih baik, Rendi yakin semua mimpi Nenek nanti akan Rendi penuhi."


Rendi tanpa sadar menitihkan air matanya, ia mengingat jelas bagaimana dulu hidup dengan Neneknya yang penuh dengan kekurangan, meskipun begitu wanita ringkih itu tetap berjuang agar Rendi bisa sekolah dan makan, walaupun hanya sekedar untuk mengganjal perutnya.


Rendi merasa sedih, andai saja Neneknya masih hidup, ia ingin membelikan apapun yang Neneknya mau, tapi itu semua hanya angan kosong yang tidak pernah terjadi, karena sosok orang yang telah merawatnya sejak kecil sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


Rendi mengusap air matanya, ia sangat sedih saat mengingat perjuangannya dulu, dirinya tentu tidak akan pernah melupakan semua itu, walaupun kehidupannya sekarang sudah berubah sangat drastis.


Tanpa sadar bocah SMA tersebut terlelap setelah meratapi kehidupannya yang dulu, mentalnya yang lelah membuat ia tertidur dengan sendirinya.


Di alam bawah sadar Rendi, ia terbangun, bocah tersebut kebingungan saat berada di tempat yang hanya ada hamparan tanah luas tanpa adanya seseorang di sana.


"Akhirnya kamu sudah berhasil menemuiku anak muda," tiba-tiba terdengar suara orang yang menegur Rendi.


Sontak saja Rendi terkejut, ia langsung menoleh ke arah suara, terlihat pria sepuh yang memberinya sebuah Sistem Spin.


"Kakek pengemis!" ucap Rendi terkejut.


Pria sepuh itu hanya tersenyum ke arah Rendi, ia terlihat begitu senang melihat Rendi yang akhirnya bisa menemuinya di alam bawah sadarnya.


"Tempat apa ini kek, Dan siapa kakek sebenarnya?" tanya Rendi penasaran.


"Duduklah anak muda, aku akan menjelaskan semuanya padamu," Pria sepuh itu memberikan perintah pada Rendi.


Rendi dengan patuh duduk di hadapan Pria sepuh itu, entah kenapa ia tidak merasa takut sama sekali dengannya, malahan Rendi merasa sangat nyaman saat berada di dekat pria sepuh itu.

__ADS_1


__ADS_2