Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Penculik?


__ADS_3

Rendi yang melihat Fina dan teman-temannya kembali ke dalam Universitas, ia tersenyum kecut, ternyata dugaannya salah kalau Fina akan berusaha mendapatkannya.


Tidak berselang lama, mobil Fina dan teman-temannya keluar dari Universitas, bersamaan dengan itu sebuah mobil Box mengikuti mobil mereka dari belakang.


Rendi mengerutkan keningnya, tapi saat ia melihat sopir mobil Box memakai penutup kepala layaknya ninja, ia langsung berdiri tegap.


"Hendri! Cepat kejar mobil itu!" tegur Rendi pada bawahannya lantang.


Hendri yang berdiri di samping Rendi, ia bergegas naik ke dalam mobil, begitu juga dengan Rendi, mereka berdua mengejar mobil Fina yang di ikuti mobil Box.


Fina dan teman-temannya tidak tahu kalau ada mobil yang mengikuti mereka, semuanya terlihat masih bercanda satu sama lain.


"Baru kali ini, gua lihat Lo gak berani deketin cowo, padahal gua yakin kalau Rendi bakal mau menerima Lo." celetuk Nela tiba-tiba yang duduk di depan bersama Fina yang mengemudi.


Fina menghela napas. "bisa tidak sih jangan bahas dia lagi, gua malas kalau Lo membicarakan dia terus."


"Iya, iya tuan putri, maaf." jawab Nela sambil tersenyum.


"Kita mau kemana nih?" tanya Bela yang ada di kursi belakang.


"Cari tempat yang nyaman ajalah, ada rekomendasi?" Fina balik bertanya pada teman-temannya.


Terlihat teman-teman Fina berpikir untuk menentukan mereka akan pergi kemana. Namun, saat mereka sampai id jalan yang sedikit sepi, tiba-tiba saja sebuah mobil Box mendahului mobil Fina dan berhenti di depannya.


Sontak saja Fina terkejut, ia seketika menginjak rem dengan kuat, sehingga terdengar deritan ban mobil yang sangat keras dan mereka semua terhantuk dan terkejut.


"Gila Lo Fin! Hati-hati dong!" gerutu Nela kesal sambil memegangi kepalanya yang benjol.


"Turun kalian!" tiba-tiba empat orang memakai penutup kepala dan pakaian serba hitam menggedor kaca mobil dan berteriak keras.


Sontak saja Fina dan teman-temannya ketakutan saat melihat mereka semua.


"Fin, siapa mereka?" tanya Nela ketakutan, sambil memegangi lengan Fina.


"Gua juga tidak tahu." Fina juga sama ketakutan seperti teman-temannya.

__ADS_1


Para Wanita itu saling berpegangan satu sama lain, mereka tidak berani membuka pintu mobil, karena takut di apa-apakan mereka semua.


"Cepat keluar!" salah satu dari mereka menodongkan pistol di kaca mobil.


Sontak saja para wanita itu semakin ketakutan, dengan terpaksa mereka membuka pintu mobil dan keluar.


Orang-orang tersebut langsung membekap mulut Fina dan teman-temannya agar tidak berteriak. Para wanita itu di bawa ke mobil box.


Namun, saat mereka sedang menyeret para wanita itu, mobil Rendi sampai di sana, bocah SMA itu turun dari mobilnya dan langsung menerjang ke arah mereka.


Bang


Bang


Karena pertumbuhan tubuhnya yang berkembang pesat, gerakan Rendi sangat cepat, hingga ia bisa dengan cepat menjatuhkan tiga orang sekaligus.


Sontak dua orang tersisa terkejut saat melihat ada orang yang mengganggu rencana mereka.


Fina mengambil kesempatan itu menggigit tangan pria bertopeng dan berlari ke arah Rendi, begitu juga Nela dan yang lainnya.


"Ren!" Fina dan teman-temannya bersembunyi di belakang Rendi.


"Tapi Ren ...." Fina terlihat enggan membiarkan Rendi bertarung dengan mereka.


"Percaya denganku, Hendri! Kamu jaga mereka!" perintah Rendi pada bawahannya tegas.


"Siap bos!" Hendri sebenarnya Khawatir Rendi melawan orang-orang itu, ia takut bosnya itu kenapa-napa, tapi ia juga tidak bisa membantah perintah Rendi.


Fina dan teman-temannya di bawa masuk ke dalam mobil Rendi. Di luar hanya ada Rendi dan empat orang yang akan menculik Fina.


"Brengsek! Jangan sok jadi pahlawan kesiangan kamu, Bocah!" raung salah satu orang tersebut marah.


Orang-orang yang tadi tersungkur di tanah akibat serangan mendadak Rendi, mereka semua kembali berdiri.


Mereka semua memegangi leher masing-masing yang tadi di hajar Rendi.

__ADS_1


"Serang!"


Mereka semua langsung menyerang Rendi bersamaan, tapi sayangnya Rendi sekarang sudah piawai dalam bertarung efek otak cerdasnya dan perkembangan tubuh atletisnya.


Rendi menggunakan tangan besinya untuk menahan pukulan demi pukulan orang-orang itu. Mereka kesakitan saat memukul tangan Rendi.


Bang


Bang


Aduh


Salah satu dari mereka sampai ada yang tangannya terkilir akibat memukul tangan Rendi.


Rendi sengaja tidak melawan, karena ia tahu kalau tangan besinya sudah cukup untuk membuat mereka kesusahan memukulnya.


Bang


Bang


Mereka terus memukuli Rendi, tapi Rendi begitu mudahnya menangkis pukulan mereka semua.


Dua


Bruak


Salah satu mereka terhempas hingga menabrak mobil box, saat Rendi memukul perutnya dengan tangan besi, ia pun langsung tidak sadarkan diri.


Tiga teman lainnya terkejut, melihat temannya sampai terhempas cukup jauh.


"Brengsek!"


Dua orang menerjang ke arah Rendi lagi. Namun, Rendi yang sudah tidak mau bermain-main lagi, ia memukul keduanya, dan nasib mereka sama dengan orang yang pertama pingsan.


Tinggal satu orang, yang merupakan bos mereka, ia menggertakkan giginya dan mengangkat pistol mengincar kepala Rendi.

__ADS_1


Dor!


"Rendi!" teriak Fina sambil menitihkan air matanya saat bocah SMA itu tumbang seketika, karena tembakan yang tepat mengenai kepalanya.


__ADS_2