Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Kembali Ke Jakarta


__ADS_3

Ledakan tersebut memang sangat besar, tapi saat asap tebal mulai menghilang, terlihat mobil Rendi yang baik-baik saja, bahkan tidak ada goresan sedikitpun di mobil tersebut.


Hal itu terjadi karena bersamaan dengan ledakan tersebut, Sistem memberikan Rendi aura pelindung, secara reflek Rendi menyelimuti seluruh mobil dengan aura pelindungnya, sehingga mobilnya tidak apa-apa mereka hanya mengalami goncangan akibat ledakan saja.


Saat Rendi mendapatkan aura pelindung, aura tersebut yang keluar dari tubuh Rendi menghempaskan bom waktu yang di tempelkan seseorang di mobilnya, hingga jatuh ke jalan, karena itulah mobil tidak terjadi kerusakan sama sekali.


"Hendri, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Rendi khawatir.


"A-Aku ti-dak apa-apa bos," jawab Hendri yang masih sangat ketakutan saat melihat kobaran api mengelilingi mobil.


Rendi kemudian turun dari mobil, mencari sumber ledakan tersebut, ia menemukan sebuah lubang besar di bawah mobil akibat ledakan tersebut.


Rendi bingung apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia tetap bersyukur karena masih tetap bisa hidup, berkat pelindung auranya.


Rendi pikir itu ada sebuah kebocoran gas atau semacamnya, ia kembali masuk ke dalam mobil dan menyuruh Hendri jalan kembali, ia hanya mengambil foto lubang tersebut dan mengirimnya ke website Polisi, agar masalah itu cepat di tangani.


Walaupun masih takut, tapi akhirnya Hendri kembali bernapas lega saat Rendi mengatakan kalau mungkin itu hanya kebocoran gas atau semacamnya.


Hendri pikir yang di katakan Rendi masuk akal, karena memang sekarang banyak pipa Gas yang di tanam di tanah.


Sementara keduanya melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


Di sebuah gedung kota Jakarta, seorang pria yang menerima pesan tersenyum puas saat mendapatkan laporan kalau misi berjalan sesuai rencana.


"Bagus, dengan begini tidak akan ada yang bisa membuatku takut lagi, perusahaan ini akan terus berjaya setelah bajingan cilik itu mati!" ucap Pria itu dengan yakin.


Perusahaan pria itu merupakan saingan Perusahaan Rendi, tapi Rendi tidak mengetahui hal tersebut, karena ia memang belum turun langsung mengurus perusahaan-perusahaannya.


Kebetulan keponakan pria itu tinggal di kampung dengan Rendi, merekapun membuat rencana untuk membunuh Rendi tanpa ketahuan, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk meledakkan mobil Rendi. Rencana merekapun berjalan sesuai rencana.


Sayangnya rencana yang di anggap sesuai rencana tidak berhasil sama sekali, karena Rendi berhasil lolos dari kematiannya, berkat hadiah dari Sistem.


Siapa bawahan Harisman yang berani mencelakai Rendi? Kenapa dia melakukannya? Padahal Rendi selama ini baik pada mereka semua, dan Rendi juga menganggap mereka seperti Keluarga, terus apa motifnya?


Rendi belum tahu saja kalau masalah ini melibatkan bawahannya, jika ia tahu, kemungkinan Rendi pasti akan langsung mengusutnya.


Setelah enam jam perjalanan, akhirnya Rendi sampai di rumah mewahnya. Penjaga gerbang dan Sebastian menyambutnya dengan antusias, karena mereka semua memang sudah menunggu Rendi datang.


"Selamat datang Tuan!" ucap Sebastian dan pelayan lainnya yang menyambut Rendi, saat ia turun dari mobil.


"Kalian ini kaya bertemu Raja saja, sudah siapkan aku makanan, setelah mandi aku mau makan!" Perintah Rendi lembut.


"Baik tuan!" jawab Sebastian tegas, langsung masuk ke dalam bersama para bawahannya.

__ADS_1


Rendi masuk ke dalam kamarnya, ia memberikan kabar pada Novi dan Sulis terlebih dahulu kalau ia sudah sampai di Jakarta, sebelum ia masuk ke kamar mandi.


Setelah ia mandi dan mengenakan pakaiannya, Rendi langsung turun ke bawah, betapa terkejutnya ia, saat ada seorang wanita memeluknya.


"Kamu jahat Ren! Masa aku di abaikan selama kamu pulang kampung!" gerutu wanita yang memeluk Rendi.


Rendi melepaskan pelukan Wanita itu. "Kamu tahu darimana aku sudah pulang?" tanya Rendi penasaran.


"Penjaga gerbang kamu, aku meminta padanya agar menghubungi aku saat kamu kembali," jawabnya jujur.


Rendi menghela napas. "Kalau kamu kaya gini, aku bisa ilfil loh Fin," ucap Rendi seraya meninggalkan Fina ke meja makan.


Fina memang langsung datang ke rumah Rendi setelah penjaga gerbang yang sudah ia bayar, memberitahu dirinya kalau Rendi sudah pulang.


Fina bergegas menemui Rendi, karena selama ini ia merasa gelisah tidak berinteraksi pada Rendi. Fina telah sadar kalau dirinya sudah jatuh cinta pada Rendi, sehingga sekarang ia membuang harga dirinya jauh-jauh, demi bisa dekat dengan Rendi.


"Ren, jangan begitu dong," rengek Fina sambil mengejar Rendi.


Rendi tidak menggubrisnya, ia duduk di kursinya dan mengambil makanan yang sudah di siapkan Sebastian.


"Ren, jangan marah," ucap Fina memelas.

__ADS_1


Rendi menghela napas. "Makan dulu, aku tidak suka bicara saat makan," jawabnya ketus.


Fina mengerucutkan bibirnya, ia terlihat merajuk, karena Rendi mengabaikannya seperti itu.


__ADS_2