Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Teringat Masa Lalu


__ADS_3

Novi mungkin tidak tahu dengan kehidupan Rendi dulu, berbeda dengan Sulis yang memang sudah tahu semuanya, karena ia sudah mengenal Rendi sejak SMP.


"Ren, kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Sulis yang menghentikan makannya saat melihat wajah murung Rendi.


Rendi langsung tersadar, ia memaksakan sebuah senyum, "aku tidak apa-apa, ayo lanjutkan makannya."


Sulis tahu kalau Rendi sedang menyimpan kesedihannya sendiri, ia hanya bisa menghela napas melihat Rendi yang masih teringat dengan masa lalunya yang kelam itu.


Novi dan Samiun tidak menyadari sama sekali dengan kegelisahan Rendi, karena mereka baru mengenal Rendi beberapa waktu yang lalu.


Mereka pun selesai makan, Sulis dan Novi membereskan peralatan makan, Samiun dengan sigap ikut membantu, karena ia sadar di sana hanya menumpang.


Setelah Novi dan Sulis selesai membersihkan semuanya, mereka berdua pamit pulang, karena hari juga sudah mulai gelap.


Rendi mengantar mereka berdua pulang ke rumahnya, ketiganya menggunakan motor sendiri-sendiri, Rendi melakukan itu agar tidak ada yang iri satu sama lain.


***


Setelah mereka berdua sudah di antar pulang, Rendi kembali ke kontrakannya, tapi ia mampir dulu di minimarket. Ia membeli kopi, Snack dan sekalian mengambil uang satu juta untuk Samiun, di ATM yang ada di dalam minimarket tersebut.


"Mudah-mudahan aku bisa membuat mereka yang hidup kekurangan bisa tercukupi nantinya." gumam Rendi lirih.


Rendi membayar barang belanjaannya baru setelah itu ia kembali ke kontrakannya. Seseorang terlihat memerhatikan Rendi dari awal ia masuk mini market, sampai ia naik motornya kembali.


"Ternyata di daerah sini kamu tinggal, lihat saja nanti, aku pasti akan menemukan tempat kamu tinggal!" orang tersebut terlihat *******-***** tangannya.

__ADS_1


Rendi tidak menyadari kalau dirinya ada yang mengincar, ia dengan santainya pulang ke kontrakan tanpa memikirkan apapun.


Saat ia sampai di kontrakan, terlihat Samiun yang sedang menonton TV, Rendi duduk di dekatnya dan mengeluarkan uang yang ia ambil tadi di sakunya.


Rendi menarik tangan Samiun, "ambil ini, besok akan ku pikirkan tempat nanti kamu bisa berjualan nasi goreng, kamu pulanglah dulu."


"Bos tapi ...." Samiun terlihat tidak enak menerima uang dari Rendi secara cuma-cuma.


"Sudah ambil saja, kalau kamu merasa tidak enak, ganti dengan kerja keras kamu nanti."


"Terimakasih bos, terimakasih." Samiun mau mencium tangan Rendi, tapi Rendi menolaknya.


"Sudah jangan lebay, sana pulang, jangan lupa belikan adik kamu jajan."


Samiun dengan wajah berseri-seri langsung pamit, ia menaiki motor bututnya dan pergi dari kontrakan Rendi.


Rendi tersenyum simpul, ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Samiun, bocah yang masih duduk di bangku SMA itu kemudian bergegas membersihkan diri.


...***...


Di rumah Novi berada, hari itu Ayah dan Ibunya berada di rumah.


Novi sedang di kamarnya, berbalas pesan dengan Rendi, ia senyum-senyum sendiri saat membalas Chat Rendi.


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Lidia, Ibu Novi masuk ke kamar anaknya tanpa permisi, ia langsung duduk di tempat tidur Novi tanpa sepengetahuan putrinya itu.

__ADS_1


"Yang sedang jatuh cinta, sampai mengabaikan Ibunya." Lidia buka suara.


"Astaga, Ibu!" Novi terkejut, karena tiba-tiba Ibunya sudah berada dalam kamarnya.


"Serius banget, siapa sih?" tanya Lidia lembut.


"Bukan siapa-siapa, jangan kepo, Bu." ucap Novi sambil mematikan ponselnya.


"Kamu ini tidak bisa membohongi Ibu, kenalin dong sama Ibu." Lidia mencubit hidung anaknya gemas.


"Apa sih Bu, di bilangin bukan siapa-siapa." Novi mengatakannya sambil tersipu.


Lidia tahu kalau anaknya pasti sedang menyembunyikan sesuatu darinya, tapi ia tidak memaksa anaknya untuk buka suara.


Lidia memeluk anak semata wayangnya itu, ia mengusap puncak kepalanya sambil mencium keningnya, Novi balas memeluk Ibunya.


"Maafkan Ibu dan Ayah, karena belum bisa memberikan kebahagiaan buat kamu dan kami juga selalu bepergian." ucap Lidia sedih.


"Tidak apa-apa Bu, Novi tahu kalian sibuk, lagipula sekarang Novi sudah punya teman yang sangat baik, dia juga bisa berkelahi, pokoknya bisa menjaga Novi deh." ucap gadis itu yang terlihat sangat manja jika di depan Ibunya.


"Baguslah kalau begitu, kapan-kapan ajak dia kemari, Ibu mau bertemu dengannya."


"Iya Bu, nanti kalau kalian sudah pasti di rumah terus."


Novi menceritakan semua tentang Rendi, ia sangat bersemangat sangat menceritakan semua itu, Lidia hanya tersenyum simpul, ia yakin kalau Novi sudah jatuh cinta dengan pria yang di ceritakannya dengan penuh semangat itu.

__ADS_1


__ADS_2