Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Tegas


__ADS_3

Spin Internasional Industri meliputi semua perusahaan canang yang tersebar luas di seluruh dunia. Contohnya Seperti Spin Konstruksi, Spin Mall, Spin Mart dan Spin Colector.


Spin Kontruksi, yang sekarang ada di tangan Rendi itu juga sebenarnya cabang dari Spin Internasional Industri, hanya saja karena seluruh karyawan, bahkan Sulaeman sebagai CEO tidak di beritahu sama sekali latar belakang perusahaan tersebut, ia mengira kalau Spin Konstruksi di Indonesia yang ia pegang itu berdiri sendiri, bukan cabang dari perusahaan besar tersebut.


Spin Internasional Industri sudah berdiri semenjak ratusan tahun yang lalu, tapi mengenai siapa pemilik perusahaan itu, tidak ada yang tahu sama sekali dan itu baru di umumkan satu Minggu lalu saat Rendi mendapatkan hadiah Perusahaan tersebut dari Sistem Spin.


...***...


Fang Guan langsung berkeringat dingin, ia yang tadinya berniat menindas Spin Konstruksi, nyatanya perusahaan tersebut cabang dari Perusahaan Spin Internasional Industri.


"Bagaimana, apa anda yakin masih berniat menindas kami?" tanya Rendi sambil menyeringai.


Fang Guan mengendurkan dasinya yang terasa mencekik leher setelah mengetahui kebenaran tersebut.


Herman juga begidik ngeri, mana dia sempat menyabotase mobil Rendi, takutnya cepat atau lambat Rendi akan mengetahui perbuatannya itu.


"Bos, saya mengundurkan diri, saya tidak ikut-ikutan masalah ini, maaf bos!" Herman dengan tergesa-gesa langsung kabur dengan sangat ketakutan.


Fang Guan tercengang, ia tidak menyangka kalau bawahannya akan langsung ketakutan seperti itu.


"Brengsek kau Herman! Aku pasti akan membunuhmu!" teriak Fang Guan pada bawahannya yang sudah lari tunggang langgang.

__ADS_1


Fang Guan mengelap keringat dingin yang bercucuran di dahinya, ia tidak tahu harus berkata apa pada Rendi, karena posisinya sekarang berbanding terbalik.


"Tinggalkan negara ini, aku akan memulai reformasi besar-besaran di negara ini, jika sampai kamu tidak mencabut semua kontrak kamu di sini, aku pastikan perusahaanmu akan hancur dalam sekejap mata!" ucap Rendi dingin.


"Ba-Baik tuan Murdianto, sa-saya akan meninggalkan negara ini, sa-saya akan mencabut semua kontrak yang sudah ada dan menyerahkannya pada anda," jawabnya gugup.


"Bagus! Selesaikan secepatnya, sebelum aku berubah pikiran," ucap Rendi masih dengan suara yang dingin.


"Ba-Baik,sa-saya permisi dulu," Fang Guan beranjak dari duduknya, terlihat tubuhnya yang gemetaran saat pergi dari hadapan Rendi, ia juga beberapa kali menoleh ke Rendi sambil membungkukkan badan.


Sulaeman dan dua wanita yang sedang berdiri di belakang Rendi juga tidak bisa berkata-kata, mereka semua terdiam, karena merasakan tekanan yang sangat kuat dari keberadaan Rendi.


Bagaimana mereka tidak merasa tertekan, bahkan jika itu Presiden negara tersebut saja, pasti akan sangat menghormati Rendi, karena pada dasarnya pemilik Spin Internasional Industri, pastilah orang terkaya di dunia.


"Ba-baik Tuan Murdianto!" jawabnya gugup.


"Ngomong-ngomong kamu membawa dua Asisten, apa pekerjaanmu seberat itu?" tanya Rendi lagi.


"Bu-Bukan tuan, asisten saya cuma satu, yang satu katanya anda sedang mencari asisten, saya mau merekomendasikannya pada anda," jawab Sulaeman berkeringat dingin.


Awalnya Sulaeman juga merasa biasa saja dekat dengan Rendi, karena ia pikir Rendi orang yang begitu ramah, tapi saat tahu ia perusahaan Rendi yang sebenarnya, Sulaeman benar-benar merasa tidak berdaya di hadapan bocah SMA tersebut.

__ADS_1


Rendi menatap wanita yang akan menjadi asistennya itu, terlihat wajahnya pucat pasi, di tambah tubuhnya menggigil.


"Kamu sakit?" tanya Rendi pada Wanita tersebut.


"Ti-Tidak tuan," jawabnya dengan suara bergetar.


"Wajahmu pucat, duduklah!" perintah Rendi lembut.


Wanita itu mengangguk, kemudian duduk sambil membatin.


Bagaimana tidak pucat, ini semua salahmu karena tidak bilang status kamu dari awal, kalau tahu kamu bos besar, aku pikir-pikir lagi untuk bekerja denganmu.


Wanita itu sangat tahu, kalau bekerja dengan orang besar seperti Rendi pasti menuntut kesempurnaan, jadi ia pikir tidak akan mampu memenuhinya. Namun, dugaan wanita itu salah besar, karena Rendi bukanlah orang yang seperti itu.


"Dalam tiga bulan aku akan menguji kamu, kalau kerjamu bagus, aku tidak segan untuk menerima kamu sebagai asistenku. Kerja denganku cukup mudah, kamu hanya perlu mengaturkan jadwal untukku, sisanya terserah kamu, masalah gaji jangan khawatir, aku berani membayar kamu mahal, sesuai dengan kinerja kamu! Mulai besok kamu bekerja denganku, minta nomorku pada Sulaeman, aku pergi dulu!" ucap Rendi tanpa jeda dan langsung beranjak dari duduknya.


Wanita itu tercengang, ia tidak di berikan waktu sedikitpun untuk berbicara dengan Rendi.


Sulaeman buka suara, setelah Rendi pergi. "Sasa, semoga beruntung, ini kesempatan kamu buat menaikkan karir kamu!"


"Benar itu Sa, kamu sangat beruntung bisa menjadi asisten Taipan seperti tuan Murdianto!" timpal asisten Sulaeman.

__ADS_1


Sasa tidak tahu harus senang atau sedih, karena ia juga takut jika membuat kesalahan untuk bos besarnya itu, pasti karirnya akan hancur.


__ADS_2