Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Tubuh Atletis


__ADS_3

Rendi bangun dari tidurnya, saat sinar mentari mulai menyeruak masuk di sela-sela jendela kamarnya.


Bocah SMA itu beranjak dari tempat tidurnya sambil meregangkan tangannya dengan mulut menguap.


Rendi menghampiri jendela kamarnya, terlihat mentari sudah sedikit lebih tinggi, saat ia melihat jam, ternyata sudah pukul sembilan pagi.


"Ternyata tidur di kamar yang nyaman memang lebih nyenyak." gumamnya lirih.


Rendi dengan malas kembali ke tempat tidurnya, ia duduk dan mencari Sistem Spinnya. Ia tersenyum saat melihat Sistem Spin yang kembali bersinar, menunjukkan kalau benda tersebut bisa di gunakan kembali.


Tanpa ragu bocah SMA itu menekan Sistem Spin, jarum Sistem Spin berputar cepat seperti biasanya, sebelum akhirnya berhenti.


[ Selamat, Anda mendapatkan tubuh Atletis, berikut dengan peningkatan seluruh kekuatan tubuh anda! pembentukan ulang tubuh akan di proses, bersiaplah!]


Rendi menelan ludah, ia sekarang tahu kalau pemberian hadiah yang berhubungan dengan tubuh, pasti rasanya akan sakit sekali, karena itu lah ia sekuat tenaga menggertakkan giginya.


Benar saja dugaan Rendi benar, tidak berselang lama setelah pemberitahuan Sistem, tubuh Rendi serasa di tusuk ribuan jarum.


Arghh


Rendi berteriak tertahan, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakitnya semakin bertambah seiring pembentukkan tubuhnya.


Otot-otot Rendi menegang, terlihat terlihat menonjol di seluruh tubuh Rendi, wajah Rendi merah padam menahan rasa sakit tersebut.


Arghhhh


Brug

__ADS_1


Rendi terjatuh dari kamar tidur, ia meringkuk di tanah dengan wajah menahan rasa sakit. mungkin rasa sakitnya seperti di keroyok orang sekampung.


Ia meraung-raung di lantai menahan rasa sakit yang seolah meremukkan tubuhnya.


Terlihat bentuk lengan, dada dan seluruh tubuh Rendi menjadi atletis. bocah SMA itu sudah seperti orang yang sangat rajin berolahraga.


Hos ... Hos ....


Terdengar napas Rendi yang terengah-engah saat perubahan bentuk tubuhnya sudah berhasil. Bocah SMA itu telentang di lantai dengan napas tersengal-sengal dan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.


"Kenapa aku harus menerima rasa sakit seperti ini terus?" gumamnya masih dengan napas yang tidak beraturan.


Rendi berusaha menyetabilkan napasnya, baru setelah itu ia beranjak dari lantai dan lekas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat ia keluar dari kamar mandi dan melihat cermin, Rendi begitu terkejut saat melihat bentuk tubuh atletisnya.


"I-Ini asli aku?" tanya Rendi pada dirinya sendiri. Ia melihat-lihat seluruh tubuhnya yang begitu atletis, tapi tidak seperti binaragawan, bentuk tubuh Rendi merupakan bentuk tubuh idaman para pria dan wanita.


"Rendi duduk di ranjang sambil menangkup wajahnya dengan kedua tangan dan terkekeh geli dan senang melihat bentuk tubuhnya, karena bukan hanya wajah dan lekuk tubuhnya, juniornya juga ikut berubah dengan ukuran menakjubkan.


"Sistem, Sistem! Kamu memang luar biasa! Sepertinya semua yang aku impikan benar-benar akan kamu wujudkan." Rendi beranjak dari duduknya dan bergegas mengenakan pakaian.


...***...


Rendi sudah rapi dan sarapan, ia pun menyuruh Hendri untuk mengantarnya ke Spin Company.


Kedua orang tua Novi sudah pergi dari pagi, mereka memberikan pesan pada Sebastian kalau keduanya tidak akan pulang ke rumah Rendi lagi, karena mereka akan ke Bandung.

__ADS_1


Rendi tidak mempermasalahkan hal itu, ia malah merasa senang, dengan begitu ia bisa menikmati hidupnya tanpa khawatir ada yang mengawasinya.


"Hendri, apa kamu tahu semua jalan di Jakarta?" tanya Rendi membuka pembicaraan.


"Kurang lebih tahu, tuan." jawabnya lugas.


"Setelah pergi ke perusahaan ku, kita akan mencari Universitas yang bagus untukku di sini, mengingat aku empat bulan lagi lulus SMA." ucap Rendi mantap.


"Baik tuan!"


Hendri tidak akan menolak Rendi mau pergi kemanapun, baginya perintah Rendi itu sangat mutlak, apa lagi ia hasil didikan sebuah militer, sehingga nalurinya untuk Patuh pada atasan sangat kuat.


Setelah setengah jam perjalanan Rendi sampai di sebuah gedung yang menjulang tinggi, di depan gedung terlihat nama perusahaan tersebut tercetak dengan jelas. 'SPIN COMPANY'.


Rendi turun dari mobilnya dengan gagah, Hendri mengikuti Rendi dari belakang dengan patuh.


Semua orang tercengang saat melihat seorang pemuda dengan di kawal satu orang Bodyguard masuk ke dalam perusahaan tersebut.


Mereka semua tahu siapa pemuda itu, karena sebelumnya CEO SPIN COMPANY, sudah memberitahu mereka wajah Rendi.


"Tuan Murdianto!" mereka semua langsung tersadar dan membungkuk hormat pada Rendi.


Rendi hanya menganggukkan kepalanya. "antar aku keruangan CEO!"


Rendi terlihat sangat berwibawa, walaupun ia sangat muda, sehingga orang-orang yang melihatnya kagum padanya.


Asisten CEO yang kebetulan melihat Rendi langsung bergegas menghampirinya, ia langsung membungkuk hormat dan membawa Rendi ke ruangan atasannya.

__ADS_1


Rendi dengan santai mengikuti asisten CEO perusahaannya, terlihat asisten sangat gugup saat berada satu lift dengan Rendi.


Hendri yang melihat asisten wanita itu gugup seperti itu, ia memakluminya, karena dirinya saja merasa kalau Rendi hari ini penampilannya sangat berbeda.


__ADS_2