Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Lamborghini Veneno


__ADS_3

Rendi terbangun dari tidurnya, saat ponselnya berdering beberapa kali. Ia mencari-cari ponselnya, sebelum akhirnya ia angkat dengan mata masih terpejam.


"Halo." sapa Rendi.


"Lama amat sih angkatnya! Aku ada di depan rumah kamu!" Fina terdengar kesal di seberang telepon.


Rendi langsung membuka matanya, ia melihat siapa yang menelponnya, baru ia bergegas melihat ke jendela.


Benar saja Fina sedang bersandar di kap mobilnya, sambil menelpon dirinya.


"Ngapain malam-malam kamu kemari?" tanya Rendi sambil berjalan keluar dari kamarnya.


"Ada yang mau aku bicarakan denganmu." jawab wanita itu lembut.


"Sudah, matikan teleponnya, aku sudah menyuruh pelayan membukakan pintu."


Rendi mematikan ponselnya, ia menyuruh Sebastian untuk memberitahu satpam untuk membuka gerbang.


Rendi kembali masuk ke kamarnya, ia bergegas mandi, karena dari siang ia belum mandi sama sekali.


Fina yang di antar Bodyguard Ayahnya, ia masuk ke dalam rumah Rendi, sementara Bodyguardnya berjaga di teras.


"Silahkan Nona, kemari." ajak Sebastian sopan.


Fina hanya mengangguk, ia menyapu pandangannya ke seluruh ruangan tersebut. Walaupun rumahnya juga mewah, tap Fina suka dengan dekorasi rumah Rendi.


"Saya panggil tuan dulu, Nona." setelah Fina duduk, Sebastian pamit memanggil Rendi.


Fina mengangguk, ia duduk di ruang tamu sendirian menunggu Rendi.


Tidak berselang lama, Rendi turun dari kamarnya, ia hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek sebatas lutut.

__ADS_1


"Maaf lama, aku tadi mandi dulu." ucap Rendi seraya duduk di sofa. "ada apa?" tanyanya lembut.


Fina yang terbengong melihat cetakan tubuh atletis Rendi dari balik bajunya, di tambah lengan ototnya yang terlihat, ia segera tersadar.


"Eh ... itu Ren, aku mau tanya soal kamu yang tertembak." papar Fina langsung.


Rendi tersenyum. "aku hanya pura-pura terkena tembakan, sebenarnya tembakan dia meleset."


Rendi tentu tidak mau kekuatannya terbongkar, sebab itulah ia berusaha menutupinya dari Fina. Namun, sayangnya Fina tahu kalau Rendi berusaha menyembunyikan hal itu.


"Jangan bohong padaku, aku melihatnya sangat jelas, Ren." ungkapnya yakin.


Rendi menghela napas. "melihat jelas apa? Memangnya ada orang tertembak kepalanya bisa hidup kembali dan tidak terluka? Kamu terlalu banyak nonton film fantasi, kayaknya."


Rendi terus menutupi kebenaran tersebut, cukup Novi saja yang tahu kekuatannya, ia tidak mau ada orang lain lagi yang tahu tentang kekuatannya.


"Ya sudahlah kalau kamu gak mau memberitahu aku, kita jalan yuk." ajak Fina mengalihkan pembicaraan.


Rendi reflek melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukan pukul delapan malam, ia mau menolak tapi takut wanita itu terus mencecar pertanyaan padanya.


Fina mengangguk sambil tersenyum manis, wanita itu sangat senang karena Rendi mau pergi jalan dengannya.


Tidak berselang lama, Rendi turun dari atas, ia hanya berganti celana panjang saja, sementara ia tetap mengenakan kaos oblongnya.


Fina mengerucutkan bibirnya saat melihat Rendi yang berpakaian sangat acuh, padahal ia berdandan secantik mungkin untuk jalan dengannya.


"Ayo!" ajak Rendi.


Fina menghela napas, ia beranjak dari duduknya dan mengikuti Rendi keluar. Di luar Rendi menyuruh Hendri mengeluarkan Lamborghini Veneno yang selalu dalam garasi.


Saat Mobil itu sampai di depan rumah, Fina melebarkan rahangnya, ia tidak percaya kalau di Indonesia ada yang memiliki mobil itu.

__ADS_1


"Kenapa bengong? ayo!" ajak Rendi yang langsung masuk ke dalam mobil.


Rendi tidak duduk di kursi pengemudi, sehingga membuat Fina bingung.


"Kamu yang nyetir, aku belum terbiasa dengan tempat ini, terserah kamu mau kemana." ucapnya untuk menutupi kalau ia belum pernah menyetir mobil.


Fina yang merasa ucapan Rendi masuk akal, ia tidak menolak sama sekali, apalagi itu mobil mewah, tentu saja ia malah senang.


Bodyguard Fina langsung bergegas ke mobil, mereka berencana mengikuti Fina dan Rendi yang akan pergi berdua.


...***...


Rendi dan Fina sampai di sebuah kafe yang memiliki taman kecil, di sana banyak sekali pasangan muda-mudi yang sedang menjalin kasih.


Tatapan mereka semua langsung teralihkan ke mobil Rendi, karena ini pertama kalinya mereka melihat Lamborghini Veneno secara langsung.


Saat turun dari mobil, Fina merasa sangat bangga sekali, ia yakin semua orang pasti sedang mengaguminya.


Saat Rendi turun dengan pakaian alakadarnya, semua orang menatap jijik Rendi, karena ia bisa mendapatkan wanita cantik dan kaya seperti Fina.


Fina yang menyadari itu, ia langsung merangkul lengan Rendi, sehingga membuat Rendi sedikit terkejut.


"Kamu kenapa lagi?" tanya Rendi sambil menatap Fina.


"Tidak apa, aku hanya pengin seperti ini saja, kamu itu seharusnya bersyukur, wanita cantik seperti aku mau seperti ini denganmu." selorohnya percaya diri.


Rendi menghela napas, ia melepaskan rangkulan Fina. "aku pulang."


Rendi malas jika ada orang yang merasa paling hebat, karen itulah ia marah dengan Fina.


"Ren tunggu! Aku tidak bermaksud seperti itu." Sesal Fina.

__ADS_1


Rendi berhenti, ia menoleh ke belakang. "kalau mau meninggikan diri jangan denganku, kamu yang mengajak aku jalan, bukan aku."


"Iya, Iya maaf, aku salah." ucapnya sendu.


__ADS_2