Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Para Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Walaupun tidak bisa menghabisi mereka sekaligus. Rendi pikir ada baiknya jika ia tahu dengan sedikit identitas calon pembunuhnya. Meskipun ia yakin akan menemukan identitas palsu, karena mereka pembunuh bayaran yang sudah profesional.


Saat Rendi sedang mengecek semua data penerbangan. Ia tampak menyeringai ketika melihat nama Danton yang ada dalam data penerbangan ke Indonesia.


"Ternyata kamu berani juga datang kemari Danton," gumamnya sambil menyeringai bagaikan Iblis.


Rendi sangat paham kalau Danton merupakan bibit Mafia di negaranya. Jika pria itu tewas, Rendi sangat yakin para mafia-mafia kecil akan berlarian dari negaranya.


Rendi menutup laptopnya, ia merasa sudah cukup mendapatkan sejumlah data yang ia dapatkan dan membaringkan tubuhnya. Karena terlalu lelah, banyak pikiran ia terlelap dengan sendirinya.


...***...


Jam 02.00....


Rendi terbangun ketika mendengar suara teriakan para penjaga rumah Malik. Mereka semua terdengar sedang mencari seseorang.


Rendi langsung terbangun, ia dengan sigap menggunakan kemampuan kamuflasenya dan keluar dari kamar.


Tampak Malik sedang mondar-mandir di lantai bawah dengan beberapa anak buahnya yang sedang menjaga dirinya.


"Kenapa kalian bisa kecolongan! Cepat temukan dia!" raung Malik tampak cemas.


Tangan kanan Malik tiba-tiba mendekat, nampak tangannya merogoh jasnya. Rendi yang melihat hal itu, ia langsung melompat dari atas, menggunakan kecepatan super dan tinju besinya.


Bug


Swuzz


Duaak

__ADS_1


Argh


Tangan kanan Malik langsung terhempas hingga menabrak dinding rumah Malik.


Tentu saja hal tersebut membuat semua yang ada di sana terkejut. Mereka langsung menodongkan senjatanya ke segala arah.


"Tenanglah, dia orang yang menyelinap," ucap Rendi dengan tubuh yang mulai terlihat.


"Tuan Rendi!" seru Malik terkejut.


Rendi mendekati tangan kanan Malik yang tidak sadarkan diri, ia jongkok di depan pria itu sambil membuka jasnya.


Tampak sebuah pistol yang sedang di genggam pria tersebut, karena ia memang tadi mau menembak Malik.


"Tuan Rendi, apa maksud anda?" tanya Malik bingung, karena tangan kanannya orang paling setia menurut dirinya.


Rendi menghela napas. "Kamu suruh saja orang-orang kamu waspada, dia kemungkinan sudah memberikan informasi tentang aku yang ada di sini," ucap Rendi meyakinkan.


"Kalau kamu tidak percaya, bangunkan saja dia dan suruh bicara," ucap Rendi sambil meninggalkan Malik yang sedang tertegun di tempatnya.


Rendi kembali ke kamarnya untuk mengecek laptopnya. Ia khawatir kalau ada di antara mereka yang sudah sampai di Indonesia.


Benar saja, ketika melihat data di laptopnya, sudah ada beberapa pembunuh bayaran yang sudah sampai di negaranya itu.


"Aku rasa sekarang sudah harus mulai bersiap-siap," gumamnya lirih.


Rendi melihat jam yang sudah menunjukan pergantian hari. Artinya ia bisa menggunakan Sistem Spin lagi.


"Sistem putar Spin untuk hari ini!" perintah Rendi langsung.

__ADS_1


Layar Hologram bergambar Spin muncul di hadapan Rendi, kemudian jarum Spin berputar dan perlahan berhenti.


[ Selamat, Anda mendapatkan kemampuan Mata Dewa! Mata Dewa bisa melihat statistik apapun yang Anda fokuskan untuk di lihat!]


Rendi tersenyum simpul, ini dia kekuatan yang di carinya. Kekuatan yang mampu mendeteksi sesuatu tanpa bisa di bohongi oleh penyamaran terhebat sekalipun.


"Ngomong-ngomong selama ini aku hanya menggunakan tinju besi saja, kemampuan Senjataku apakah masih berfungsi? Lebih baik aku coba saja minta senjata ke Malik!" gumam Rendi sambil menganggukkan kepala mantap.


...***...


Sementara itu di sebuah pelabuhan Tanjung priuk, nampak dua orang dengan ekspresi dingin turun dari kapal sambil membawa tas yang mereka gendong.


Mereka berdua langsung menuju sebuah mobil yang sudah menunggu keduanya di sana.


"Tuan se...."


"Jangan banyak bicara, kita langsung berangkat saja!" seru salah satu dari mereka sebelum sopir itu selesai bicara.


"Ba-Baik tuan," jawab sopir ketakutan dan langsung masuk ke dalam mobil.


Sopir sudah tahu siapa mereka, karena bosnya yang menyuruh menjemput orang-orang tersebut sudah memberitahunya, karena itulah ia tidak berani membantah sama sekali.


Dua orang itu bisa di bilang pembunuh berdarah dingin, mereka seperti robot, tidak mengenal belas kasihan sama sekali. Bahkan ciri khas mereka akan membunuh semua keluarga korbannya juga.


Kesalahan Rendi tidak meretas data pelabuhan di Jakarta juga. Ia terlalu fokus ke bandara, padahal bagi para pembunuh profesional, lewat jalur air juga merupakan salah satu jalan bagi mereka.


Mobil yang membawa kedua orang tersebut terus melaju ke tengah-tengah kota Jakarta, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah bar yang ada di tempat tersebut.


"Tuan, tuan selamat datang," sambut seorang pria paruh baya yang memiliki beberapa gigi emas di mulutnya.

__ADS_1


Kedua pria itu hanya mengangguk. Mereka langsung di ajak masuk ke dalam untuk beristirahat, tentu saja dengan para wanita penghibur yang sudah di siapkan untuk menemani keduanya.


Tampak kedua pria tersebut cukup puas dengan pelayanan orang yang tidak lain adalah bawahan Danton. Mereka berdua menikmati istirahat mereka sebelum memburu Rendi.


__ADS_2