Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Tidak Terduga


__ADS_3

Rendi sebenarnya sudah menahan agar ia tidak memberi tahu Mei Ning terlebih dahulu, tapi mengingat wanita itu semakin dekat saja dengan dirinya dan mau membantunya. I ingin segera mengungkapkan, wanita itu akan berada di pihak mana nantinya.


Tatapan tajam Rendi membuat wanita itu begidik ngeri. Namun, ia yang sudah membulatkan tekadnya untuk terus bersama Rendi tentu saja tidak ingin membuat pria itu kecewa.


"Aku memang pernah bersama mereka, tapi itu sebelum bertemu denganmu Ren, aku berani bersumpah kalau aku akan selalu ada di belakang kamu!" ucap Mei Ning mantap.


Rendi menghela napas, ia melepaskan tangannya dari dagu wanita itu. "Aku tidak ingin membunuhmu Mei, tapi jika itu di perlukan mungkin aku akan melakukannya," ucap Pria dingin.


Mei Ning merebahkan kepalanya di bahu Rendi. "Aku tidak akan berhianat, entah sesakit apa nanti jika aku bersama kamu, aku sudah memutuskan untuk tetap ada di pihak kamu," ucapnya lembut.


Rendi mengusap pipi wanita itu, semakin dekat dengan wanita tersebut, Rendi sadar kalau dirinya semakin melunak. Karena itulah ia langsung mengungkapkan kebenaran tersebut. Namun, dengan pengakuan Mei Ning yang seperti itu, ia yakin kalau wanita tersebut akan selalu ada di pihaknya.


"Itu dia orangnya!" tiba-tiba terdengar suara teriakan.


Rendi dan Mei Ning seketika menoleh, mereka berdua mengerutkan keningnya, ketika melihat dua orang pengawal yang bersama pemuda kaya di Restoran bersama beberapa pengawal lainnya mencari mereka.


Rendi menghela napas. "Kamu masuk mobil, jangan tunjukkan keahlian kamu di sini," ucap Rendi lirih.


Mei Ning mengangguk mengerti, ia langsung masuk ke dalam mobil. Karena wanita tersebut percaya kalau Rendi bisa mengalahkan puluhan orang itu.


"Jadi ini orang yang berani melukai tuan Oliver!" ucap salah satu dari mereka sambil *******-***** tangannya.


"Benar bos, dia orangnya!" ucap pengawal yang ada di restoran tadi.


Rendi melepaskan jasnya, menaruhnya di atas mobil, kemudian ia menyingsing kemeja putihnya sampai ke atas siku.

__ADS_1


"Hoooh... berani juga kamu menantang kami para pengawal keluarga Oliver!" hardik pemimpin pengawal.


"Kamu mau bertarung atau adu bacot?" tanya Rendi malas yang sudah siap menghajar mereka.


"Brengsek, serang!" teriak pemimpin pengawal.


Seketika semua pengawal menyerang Rendi secara bersamaan. Pria itu menghindari serangan mereka menggunakan kecepatan supernya.


Bang


Bang


Dua orang terhempas ke belakang saat pukulan Rendi mengenai mereka. Namun, yang lain masih tetap menyerang Rendi.


Sayangnya serangan mereka tidak ada yang mengenai Rendi, karena pria itu begitu lihai menghindar.


Bang


Arghh


Mereka mulai berhamburan terhempas ke belakang, ketika Rendi memukul mereka satu persatu.


Pemimpin pengawal yang belum menyerang Rendi terkejut, ia tidak menyangka kalau pria yang di hadapi mereka sangat mahir beladiri.


"Cepat bangun! Hajar dia!" teriak pemimpin pengawal lagi.

__ADS_1


Para pengawal yang berjatuhan bangkit kembali. Namun, Rendi menggunakan kecepatan supernya dan memukul tengkuk mereka semua, sehingga mereka jatuh tidak sadarkan diri di tanah semuanya.


Hanya tinggal pemimpin pengawal yang melihat bawahannya bertumbangan di tanah, dengan tidak percaya.


"Kenapa bengong?" tanya Rendi yang tiba-tiba sudah ada di hadapan pemimpin pengawal.


"Si-Siapa kamu sebenarnya?" tanyanya ketakutan.


"Apa perlu di jawab dulu? Bukankah tadi bilang kamu mau menghajar ku? Atau kamu cuma pandai berbicara?" ejek Rendi tanpa ekspresi.


"Brengsek!" pemimpin pengawal meraung marah sambil memukul Rendi. Namun, pukulannya di tangkap Rendi dengan begitu mudahnya.


"Lemah!" Rendi memelintir tangan pemimpin pengawal tersebut dengan kecepatan Ekstrim.


Tubuh pemimpin pengawal ikut berputar, sebelum akhirnya jatuh ke tanah.


Brug


Arghh


Pemimpin pengawal meraung kesakitan, ketika ia di jatuhkan ke tanah, tulang tangannya juga nampak terlepas dari persendian bahunya akibat putaran tadi.


Rendi jongkok di hadapan pengawal tersebut. "Bilang pada Tuanmu, jangan melihat buku dari sampulnya saja," ucapnya santai kemudian meninggalkan pengawal tersebut.


Dor

__ADS_1


Terdengar suara tembakan. Peluru tersebut mengarah ke kepala Rendi dengan sangat cepat. Mei Ning tentu saja terkejut dengan hal itu.


"Awas Ren!"


__ADS_2