Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Kebahagian Sejati?


__ADS_3

Ke esokan harinya, berbeda dengan biasanya saat Rendi bangun para bawahannya masih tertidur di lantai, mereka semua kali ini sudah tidak ada, kontrakan Rendi juga terlihat sudah sangat rapi, sampah yang semalam berserakan sudah mereka bereskan.


Semua bawahan Rendi ternyata sedang bergegas menata kedai nasi goreng, mereka memiliki tugas masing-masing untuk membuat kedai nasi goreng mereka segera di buka.


Rendi semalam memang memberikan uang pada Leher dan Sengkuni untuk membeli Meja, kursi dan gerobak yang mereka tawarkan, sehingga sekarang mereka hanya tinggal membelinya.


Rendi meregangkan tubuhnya, ia kemudian bergegas ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah.


Sebelum pergi ke sekolah, Rendi teringat dengan Sistem Spinnya, ia mengambil benda tersebut dari tasnya.


"Sudah bisa di gunakan lagi, mudah-mudahan kali ini dapat barang bagus!" gumam Rendi lirih.


Tanpa ragu Rendi menekan Sistem Spin, benda tersebut berputar cepat, kemudian perlahan melambat hingga akhirnya berhenti, di sebuah gambar rumah.


[ Selamat, Anda mendapatkan PT. Prima Coal Kaltim, berikut dengan berkas-berkasnya.]


Rendi terbengong seketika, ia tentu saja bingung saat mendapatkan sebuah perusahaan, padahal ia berharap mendapatkan uang atau rumah.


Saat Rendi terbengong, berkas-berkas kepemilikan muncul di hadapannya, bersamaan itu ponselnya berdering.


Rendi segera sadar, ia mencari ponselnya. Rendi mengira itu dari Novi ataupun Sulis, tapi setelah ia melihat layar, hanya tertera nomor ponsel baru yang menghubunginya.


Rendi mengangkatnya, "Halo ..."

__ADS_1


"Tuan Rendi Murdianto, salam kenal saya Wasesa, Asisten anda di PT. Prima Coal Kaltim." sahut orang di seberang telepon.


Tentu saja Rendi terkejut, karena tiba-tiba saja ada yang mengaku Asistennya di perusahaan yang baru ia dapatkan.


"I-Iya ada apa yah?" tanya Rendi gugup.


"Begini tuan Murdianto, sekarang PT. Prima Coal Kaltim sudah menjadi milik anda sepenuhnya, apakah anda akan merombak direksi yang lama, atau anda masih percaya dengan mereka?" tanya Wasesa dengan harap-harap cemas.


Rendi menelan ludah, mana ada ia tahu dengan hal seperti itu, sekolah SMA saja ia belum lulus. Jalan satu-satunya Rendi hanya bisa pasrah.


"Kamu atur bagaimana baiknya saja, aku tidak peduli kamu mau melakukan apapun, yang penting perusahaan tidak merugi, itu sudah cukup bagiku!" jawab Rendi meniru perkataan Film yang di tonton nya dalam Televisi.


Wasesa terdengar menghela napas lega saat mendengar jawaban Rendi, "baik tuan Murdianto, saya akan mengerjakan semuanya seperti perintah anda!" jawabnya dengan yakin.


Jantung Rendi berdegup dengan kencang, ia benar-benar gugup setelah mengobrol dengan orang yang tidak ia kenal itu, tapi karena perusahaan pemberian Sistem, jadi Rendi percaya kalau orang tersebut adalah Asistennya.


Kluning!


Ponsel Rendi mendapatkan pesan, ia segera membuka pesan tersebut, betapa terkejutnya Rendi saat ia transfer uang 100 juta rupiah ke dalam rekeningnya.


"Astaga! Apa ini nyata?" Rendi langsung mengecek saldonya di M-BANKING, benar saja, ternyata uang tersebut masuk ke rekeningnya.


Tangan Rendi bergetar hebat, padahal ia masih memiliki sejumlah uang dan Emas yang belum ia jual, tapi sekarang uangnya bertambah lagi.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian, pesan dari Wasesa masuk, pria itu mengatakan kalau uang itu hanya sebagian kecil pendapatan dari perusahaan, Wasesa juga mengatakan kalau setiap akhir bulan ia akan mengirimkan uang penghasilan bersih ke dalam akun banknya.


Tentu Rendi sangat syok, tangannya bergetar, ia tidak perlu melakukannya apapun dan uang akan sendirinya masuk ke dalam rekeningnya, sungguh kehidupan yang di luar nalar.


"Tenang Rendi, kamu harus tenang, kamu harus siap menjadi orang kaya, sekarang kamu hanya perlu memikirkan plan kedepannya mau bagaimana." Rendi menghirup napas dalam-dalam dan membuangnya.


Bocah SMA itu tentu sangat senang sekaligus bingung, ia masih terlalu polos untuk menjadi orang kaya dadakan.


Rendi bergegas keluar dari kontrakannya dan pergi berangkat sekolah, daripada harus memikirkan sejumlah uang yang ia dapatkan, tentu tidak akan ada habisnya jika ia terus memikirkannya, lebih baik ia menjalani hidup seperti biasanya.


Rendi berangkat sekolah sambil bersiul-siul di atas motor, tidak ada masa paling indah saat dirimu menjadi jutawan mendadak tanpa syarat apapun.


Dunianya sekarang begitu indah, penderitaan yang ia alami selama belasan tahun terasa sudah terobati, kini hanya ada kebahagian yang sedang menantinya di depan sana.


Rendi sampai di sekolahannya, ia memarkirkan motornya dan turun dari sana dengan wajah masih berbunga-bunga.


"Kayaknya, hari ini kamu senang banget, Ren?" tegur Sulis yang memang sudah menunggu Rendi di parkiran.


"Astaga, kamu bikin aku kaget saja." Rendi mengusap dadanya, ia benar-benar terkejut dengan kehadiran Sulis.


Sulis melihat kalau wajah Rendi sangat bersinar, ia yakin kalau Rendi telah mendapatkan sesuatu yang berharga, Pikiran Sulis mengarah ke Novi.


"Ren, jangan bilang kamu melakukan itu dengan Novi?!" tanya Sulis langsung.

__ADS_1


__ADS_2