Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Orang Tua Novi Yang Bersemangat


__ADS_3

Rendi kembali ke kelasnya saat jam pelajaran kedua, kegiatannya di sekolah sama saja seperti biasanya, hanya saja sudah tidak ada yang mengganggunya lagi seperti saat ia masih miskin dan lemah.


Setelah semua jam pelajarannya selesai, ia pun pulang ke kontrakannya, Sulis benar-benar tidak menemuinya lagi hari itu.


...***...


Di saat bersamaan, Novi yang sudah pulang terlebih dahulu, ia sampai di rumahnya, gadis itu baru masuk ke rumah, Ayahnya langsung menarik dirinya duduk di ruang tamu.


Tentu saja hal tersebut membuat Novi bingung dan takut, karena ia telah melakukan kesalahan saat di kontrakan pamannya, ia pikir kalau pamannya melaporkan pada Ayahnya.


"Apa benar kamu mengenal anak yang bernama Rendi, Nov?" Suroto, Ayah Novi bertanya dengan serius.


Seketika jantung Novi berhenti berdetak sesaat, ia yakin kalau Ayahnya akan membahas masalah kemesuman dirinya dengan Rendi.


"A-Yah, aku bisa jel ...."


Novi belum selesai bicara Ayahnya sudah memotong uacapannya, "ternyata benar kamu mengenalnya?! Kalau begitu, nanti malam kamu ajak dia kemari, atau Ayah yang pergi ke tempatnya?"


Suroto terlihat sangat bersemangat ingin bertemu dengan Rendi, Novi tentu sangat gelisah, ia takut kalau Ayahnya akan memarahi Rendi dan hubungannya dengan Rendi akan hancur begitu saja.


"Ayah tapi ...."

__ADS_1


"Sudah, gak ada tapi-tapian, pokoknya kamu harus bisa mempertemukan Ayah dengan Rendi!" suara Suroto meninggi, membuat gadis itu sedikit ketakutan.


Suroto mengusap puncak kepala anaknya, ia yang baru pulang dari luar kota langsung bergegas membersihkan diri.


Novi di sofa hanya bisa terdiam, ia tidak tahu harus menjelaskan seperti apa pada Ayahnya, agar hubungannya dengan Rendi baik-baik saja.


Jelas Novi takut, ia tidak mau sampai terlepas dari Rendi, karena gadis itu sudah merasa nyaman dengan sosok Rendi.


"Bagaimana ini? Minta tolong sama Ibu juga sama saja, aku pasti akan di marahi habis-habisan." Novi menghela napas berat.


...***...


Di kamar orang tua Novi, Ayah Novi terlihat sangat bersemangat, ia memeluk istrinya yang sedang melihat laptopnya dari belakang sambil mengecup pipinya.


"Senanglah, bagaimana tidak senang, kita bakal memiliki menantu orang terkaya di Indonesia!" jawabnya penuh dengan tekanan.


"Menantu orang terkaya di Indonesia? Jangan mimpi Ayah, anakmu masih SMA."


"Siapa yang mimpi, Kak Gatot bilang padaku, kalau Novi sering main ke kontrakannya, dia bertemu dengan pacarnya namanya Rendi Murdianyo dan setelah ayah selidiki Rendi ini sekolah di SMA Larangan."


Lidia memotong perkataan suaminya, "terus apa hubungannya sekolah di SMA Larangan dengan orang terkaya di Indonesia? Ayah ini aneh."

__ADS_1


"Bu, dengar dulu perkataan Ayah sampai selesai." Suroto duduk di samping istrinya, ia mengambil alih laptop milik istrinya dan Searching di Google.


Lidia bingung dengan apa yang di lakukan suaminya, ia terlihat aneh hari ini, padahal waktu di mobil tidak ada tanda-tanda ia akan seperti itu.


"Lihat ini Bu!" Suroto memerlihatkan web PT. Prima Coal Kaltim pada istrinya itu.


Lidia menghela napas, ia melihat web tersebut, awalnya ia malas, tapi setelah melihat profil Rendi, matanya membelalak lebar.


"Astaga Ayah! Apa dia ini pemuda yang sedang membuat geger seluruh pebisnis Indonesia?" tanya Lidia tidak percaya.


"Benarkan Bu, anak kita memang punya potensi, aku bangga padanya, jangan sampai dia melepaskan Rendi!" ucap Suroto dengan semangat.


"Ayah apaan sih, ini belum tentu benar juga kan? Anak yang namanya Rendi banyak, tidak mungkin hanya dia yang memiliki nama Rendi di sini." Lidia coba berpikir positif, agar jika yang ia pikirkan benar, nanti tidak terlalu kecewa.


"Tidak, Ayah yakin, kau dia orangnya! Ayah sudah menyuruh Novi untuk menghubunginya agar datang kemari, Ibu sekarang bersiap-siap buat sambutan hangat untuknya, masak-masakan enak untuk calon mantu kita!" perintah Suroto dengan semangat.


Lidia yang melihat suaminya begitu semangat, ia hanya bisa tersenyum getir, tapi sebagai istri yang baik, ia pun menuruti permintaan suaminya untuk menyambut Rendi.


Berbeda dengan Ayahnya yang sedang menggebu-gebu ingin bertemu Rendi. Novi yang sudah berada di kamarnya, ia tampak sedang mondar-mandir di kamarnya sambil memegangi ponselnya, antara mau menghubungi Rendi atau tidak.


Gadis itu tentu saja sangat bingung, ia tidak mau Rendi kena marah Ayahnya, apa lagi yang memulai menyerang Rendi waktu di kontrakan adalah dirinya.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Apakah aku harus menghubungi Rendi atau tidak?" Novi masih bingung sambil menatap ponselnya.


__ADS_2