Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Pikiran Positif


__ADS_3

Sera hanya bisa menatap tidak berdaya kepergian mobil Rendi, perasaannya benar-benar hancur. Anak yang ia sia-siakan malah menolong anak yang ia rawat sejak kecil.


maafkan Ibu Ren, Ibu tidak tahu harus berbuat apa, agar bisa menceritakan semua yang telah terjadi dengan Ibu.


Dalam hati Sera tentu merasa sangat terpukul, ia tahu kalau dirinya salah, tapi wanita paruh baya itu juga ingin menebus dosa masa lalunya.


"Bu, kamu kenapa?" melihat mata istrinya berkaca-kaca, Yudi bertanya.


Sera bergegas tersenyum. "tidak apa-apa yah, Ibu hanya terharu saja.


Yudi balas tersenyum, ia mengusap punggung istrinya. Mereka semua kemudian meninggalkan dari kantor Polisi.


...***...


Rendi sudah berada di kamarnya, ia merebahkan dirinya di tempat tidur dan mengeluarkan ponselnya.


Rendi membalas Chat dari Novi dan Sulis sebentar, setelah itu ia melemparkan ponselnya ke samping.

__ADS_1


"Ada yang aneh dengan para penculik barusan, sepertinya mereka orang-orang suruhan." gumam Rendi sambil berpikir. "ah ... sudahlah, lebih baik aku tidak perlu terlibat lebih jauh, aku yakin tuan Yudi bisa menangani semuanya sendiri.


Rendi memejamkan matanya, setelah berkeliling hampir seharian dan terlibat dalam perkelahian, ia merasa capek, hingga akhirnya Rendi terlelap.


Sementara itu di kamar Fina, ia sedang bersama teman-temannya, yang ikut pulang ke rumahnya.


"Sumpah, dia itu kaya pahlawan di film layar lebar! Sangat pemberani dan kebal sama senjata!" seloroh Nela bersemangat.


"Bener, gua juga kagum padanya, tapi kok ada yah, manusia yang kebal senjata?" timpal Bela penasaran.


"Tidak perlu heran, Kakek gua saja dulu memiliki ilmu kebal!" Lathisa yang biasanya diam ia buka suara.


"Lo serius? Beneran ada Ilmu kebal itu?" tanya Nela serius.


Lathisa mengangguk. "seriuslah, asal Lo tahu saja, dia di bacok golok tajam gak apa-apa!"


"Wah, keren dong! Gua jadi pengin punya pacar kaya gitu, biar dia bisa jagain aku dengan berani, kaya Rendi tadi." Bela berangan-angan jauh.

__ADS_1


"Jangan mimpi! Orang-orang yang memiliki ilmu kebal, kata Kakek gua harus menjalani ritual puasa tiga puluh hari dan saat berbuka tidak boleh makan-makan yang berbumbu! Harus Vegetarian!" ucap Lathisa dengan sungguh-sungguh.


"Kalian ini bicara apa sih? Kekuatan seperti itu hanya mitos!" Fina yang dari kamar mandi buka suara.


Wanita itu duduk bersama teman-temannya, yang sedang asyik membicarakan Rendi. Ia tidak mau komentar lebih lanjut tentang Rendi, yang pasti separuh hatinya telah terbawa oleh bocah SMA itu.


"Lo gak percaya? Tapi Lo lihat Rendi gak apa-apa di tembak? Terus Lo mau beri penjelasan apa soal itu?" cecar Lathisa pada Fina.


Fina menghela napas. "Thisa, ilmu-ilmu yang kamu bilang itu mungkin ada, tapi faktanya itu hanyalah mitos, kalau masalah Rendi gua gak tahu, bisa saja tembakan orang itu meleset dan Rendi hanya berpura-pura agar ia memiliki kesempatan untuk menyerangnya, Lo liat sendiri Rendi bangun dengan cepat, bukan?"


Lathisa dan yang lainnya saling menatap, apa yang di katakan Fina ada benarnya, apa lagi mereka juga tidak melihat dengan pasti karena ada di dalam mobil.


Jangan sampai mereka membicarakan kekuatan Rendi, cukup gua saja tahu, biar gua bisa merahasiakannya!


Fina dalam hati berharap agar teman-temannya, percaya dengan dirinya, karena ia sangat tahu, mulut teman-temannya seperti ember di isi air kepenuhan, meleber kemana-mana, jadi ia bermaksud menyembunyikan identitas Rendi sekarang diri.


"Benar juga kata Fina, lagian kita juga tidak melihat bercak darah sedikitpun, harusnya walaupun tergores ada darah dong." ucap Nela menyimpulkan.

__ADS_1


Lathisa dan Bela menganggukkan kepala, mereka berdua juga mulai memiliki pemikiran yang sama dengan Nela.


Fina menghela napas lega, ia berhasil membuat teman-temannya, tidak membicarakan kekuatan Rendi lagi.


__ADS_2