
Mobil Rendi sampai di Universitas Novi, gadis itu turun dari mobil.
Rendi berbicara sebelum meninggalkan tempat tersebut. "Jaga diri kamu baik-baik setelah aku pergi, jadilah gadis baik."
Novi mengangguk lirih, Rendi pun tersenyum dan menyuruh Rohis untuk menjalankan mobilnya kembali.
Novi menatap kepergian mobil Rendi sambil menghela napas berat. "Bodoh, ternyata aku yang benar-benar bodoh!" gerutunya kesal pada dirinya sendiri.
"Jadi kamu cewe Rendi?" tiba-tiba terdengar seorang wanita menegur Novi.
Novi sontak saja langsung menoleh, terlihat wanita cantik sedang berdiri di belakangnya sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
"Kakak kenal Rendi?" tanya Novi sopan.
"Bukan urusan kamu, jawab pertanyaan aku tadi!" tegur Fina sedikit meninggikan suaranya.
Novi sedikit ketakutan, ia mengangguk lirih sambil menundukkan kepalanya, karena takut melihat seniornya itu.
"Apa bagusnya dia memilih kamu, jelas-jelas aku lebih baik dari kamu," ucap Fina sambil melihat Novi dari atas sampai ke bawah.
Menurut Fina tidak ada ke istimewaan yang ada di tubuh Novi, gunung kembar pas-pasan, pinggul juga tidak berisi, hanya wajahnya saja yang sedikit cantik, tapi di bandingkan dengan dirinya tentu lebih sempurna tubuhnya.
"Peringatan buat kamu yah, kalau sampai kamu menyia-nyiakan Rendi, aku pastikan kamu akan kehilangan dia selamanya!" ucap Fina seraya meninggalkan Novi.
__ADS_1
Novi terkejut dengan perkataan Fina, ia tahu kemana arah pembicaraan tersebut, gadis itu sangat yakin kalau Fina juga naksir dengan Rendi. Ia menghela napas berat, ternyata saingannya untuk mendapatkan Rendi wanita yang kecantikannya melebihi dirinya, dulu hanya Sulis, sekarang kakak kelasnya.
...***...
Sementara itu di mobil Rendi menyuruh Rohis untuk mampir ke tempat kerja Sulis terlebih dahulu, meskipun ia sudah pamit lewat chat, tapi rasanya tidak enak kalau tidak bertemu langsung dengannya.
Mobilpun sampai di Spin Properti, terlihat Sulis yang sudah menunggu di luar, karena manajernya sudah di hubungi dan menyuruh Sulis menunggu di luar.
"Mau apa sih Ren, kan ka...."
Suara Sulis tercekat ketika tiba-tiba pria itu mengecup bibirnya, tentu saja gadis itu membelalakkan mata, kemudian memegang bibirnya saat Rendi sudah melepaskan pagutannya.
"Kamu hati-hati kalau kerja, jangan sungkan menghubungiku jika ada yang mengganggu kamu," ucap Rendi sambil menyibak rambut Sulis ke atas telinga.
Gadis itu hanya mengangguk, wajahnya memerah karena tersipu dengan perlakuan Rendi yang tiba-tiba itu.
"Tapi Ren ini...."
"Aku bilang tidak boleh menolak, aku masih ada tenang saja," ucap Rendi mengecup kening Sulis kemudian melambaikan tangannya masuk ke dalam mobil.
Diam, hanya itu yang bisa di lakukan Sulis, sikap Rendi kepadanya begitu manis, membuat dirinya tidak bisa berkata-kata dan hanya tertegun di tempatnya berdiri
Sulis baru tersadar ketika mobil Rendi sudah jalan meninggalkan dirinya. "Ren, jaga diri baik-baik!" teriak Sulis sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Sulis memeluk Black Card tersebut sambil tersenyum, walaupun ia tidak akan menggunakannya, setidaknya gadis itu tahu, kalau Rendi begitu peduli dengan dirinya, ia masuk ke dalam kantor dengan wajah berseri-seri.
"Cie, yang pagi-pagi sudah dapat morning Kis dari si Bos," goda rekan kerja Sulis.
"Enaknya, kapan yah aku punya pacar seperti Pak Bos," ucap rekan lainnya.
"Jangan mimpi, itu semua berlaku hanya untuk Nyonya Sulis Murdianto saja," ucap yang lainnya menimpali.
"Kalian apaan sih," Sulis tersipu malu, wajahnya semakin merah merona akibat di goda rekan-rekan kerjanya.
Gadis itu kembali ke tempatnya sambil membayangkan jika sudah hidup dengan Rendi, pasti ia akan lebih bahagia lagi.
...***...
Rendi sudah sampai di bandara miliknya, pesawat pribadi juga sudah di siapkan untuk dirinya. Terlihat para pramugari terbaik maskapai tersebut di siapkan untuk menyambut Rendi.
Ketika Rendi mau masuk pesawat, mereka semua membungkuk hormat kepada Rendi dan menyapanya dengan sopan.
Rendi hanya mengangguk saja, saat Rendi baru naik satu tangga pesawat ia merasa ada pramugari yang di kenalnya, sehingga ia berbalik untuk memastikan.
Namun, ketika Rendi berbalik menoleh, ternyata wajah pramugari tersebut sedikit berbeda, sehingga ia kembali naik ke dalam pesawat.
Parmugari yang tadi di pastikan wajahnya oleh Rendi mengulas sebuah senyum. Kemudian mereka naik pesawat setelah Rendi masuk ke dalam.
__ADS_1
Pesawat pribadi tersebut sangatlah mewah, di dalamnya seperti bukan pesawat saja, melainkan kamar hotel VVIP, semuanya di sana lengkap, di tambah ada delapan bidadari cantik yang melayani Rendi.
Bahkan jika Rendi pria yang cabul, mungkin mereka mau saja tidur dengan Rendi, karena dengan begitu mereka bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan pria muda itu yang sudah memilikinya kekayaan luar biasa.