Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Pagi Hari dengan Drama


__ADS_3

Rencana jahat Fang Guan tentu belum di ketahui Rendi. Ia pun tidak menduga Fang Guan akan menggunakan cara kotor seperti itu. Namun, faktanya bisnis memang tidak sebersih yang Rendi pikirkan, ada banyak cara kotor yang biasa di gunakan pebisnis untuk mengalahkan saingannya.


Rendi yang masih pemula di kalangan pebisnis, tentu saja ia tidak tahu kenyataan tersebut. Ia pikir bisnis hanyalah seseorang yang saling beradu kecerdasan mengolah perusahaan masing-masing.


Kenyataannya begitu banyak transaksi kotor yang di lakukan para bisnis, demi memenangkan tender ataupun yang lainnya. salah satunya dengan membunuh saingannya menggunakan para pembunuh bayaran.


...***...


Pagi hari di kediaman Rendi....


Ia sedang berlari pagi di sekitar wilayah perumahannya, entah karena apa tiba-tiba saja bocah yang sekarang memegang salah satu perusahaan terbesar di dunia itu tiba-tiba ingin melakukan joging.


Wilayah perumahan Rendi bisa di katakan kawasan elite, sehingga sangat jarang pagi-pagi buta seperti itu ada orang keluar rumah.


Rendi beristirahat di trotoar sekitar jalan rumahnya sambil memerhatikan wilayah tersebut dengan seksama. Meskipun, ia sudah tinggal di sana sudah beberapa hari, tapi ini pertama kalinya ia memerhatikan wilayah sekitarnya.

__ADS_1


"Jam segini masih sepi banget orang-orang di sini, berbeda dengan di kampung, jam lima pagi saja sudah ramai orang mau pergi ke sawah," gumam Rendi sendiri.


Tiba-tiba Rendi melihat salah satu pintu gerbang terbuka. Keluarlah seorang gadis cantik Chindo, yang tampaknya akan joging juga sama seperti Rendi.


Manusiawi Rendi menatap pakaian ketat yang membalut tubuh gadis itu sambil tertegun. Pasalnya gadis itu buka cuma cantik, tubuhnya bagaikan gitar Spanyol, kaki jenjang putih mulus, tentu membuat Rendi terpesona.


"Oh... jadi itu seleramu!" tiba-tiba ada yang menegur Rendi di sampingnya.


Sontak saja Rendi terkejut sambil mengelus dada, ia menoleh siapa orang yang menegurnya barusan.


"Kenapa? Memangnya tidak boleh?" tanya Fina seraya duduk di samping Rendi.


Rendi yang malas mengobrol dengan Fina, ia beranjak dari duduknya saat Fina duduk, tentu saja hal tersebut membuat Fina cemberut.


"Ren, kamu kenapa sih? Apa aku punya salah denganmu?!" tanya Fina kesal.

__ADS_1


Rendi tidak menggubrisnya, ia tetap berlari kecil ke rumahnya. Sehingga membuat wanita itu terpaksa mengejarnya dan meninggalkan mobilnya di sana.


"Ren, jawab dong pertanyaanku, apa salahku?" tanya Fina sambil menarik tangan Rendi.


Rendi berhenti berlari, ia membalik badannya sambil menghela napas. "Fina, semakin kamu seperti ini, aku mungkin akan semakin menjauh darimu, aku sudah bilang padamu, aku tidak suka wanita yang terlalu agresif seperti kamu!" ucap Rendi jujur tanpa menutupi apapun dari wanita itu.


"Jadi itu alasannya? Apakah kalau aku berubah, kamu bakal menerimaku?" tanya Fina memastikan, ia tidak merasa sakit hati sama sekali dengan perkataan Rendi.


"Tidak, aku sudah memiliki pilihan." jawab Rendi tegas.


Rendi melepaskan cengkraman tangan Fina dan meninggalkan wanita itu berdiri di sana, tapi sesaat kemudian, Fina berteriak.


"Ren! Sampai kapanpun aku akan mengejar kamu! Walaupun kamu menolak ku ribuan kali, aku tidak akan pernah mundur sedikitpun!"


Rendi menghela napas, ia tidak berhenti berlari sama sekali, membiarkan wanita itu di jalan sendirian. Menurut Rendi cepat atau lambat, Fina juga akan menyerah sendiri setelah ia merasa lelah mengejarnya.

__ADS_1


Rendi bersikap jahat seperti itu bukan karena apa, ia hanya tidak ingin memberikan sebuah harapan pada seorang wanita, sementara dirinya sudah memiliki pilihan, lebih baik menyakitinya di awal, daripada harus menyakitinya setelah lama bersama. Karena rasa sakit di awal mudah di lupakan, daripada rasa sakit orang yang sudah terlanjur jatuh cinta terlalu dalam.


__ADS_2