Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Alasan Rendi


__ADS_3

Rendi dan Mei Ning pergi makan di restoran tidak jauh dari apartemen, nampak keduanya sedang menikmati makanan mereka.


Rendi diam-diam memerhatikan wajah Mei Ning yang tampak berbeda dari biasanya, ia yakin itu sangat berbeda dan baru melihatnya.


Wajah khas wanita Chinese, dengan riasan tipis yang membuatnya semakin terlihat natural. Tidak seperti biasanya yang terlihat begitu glamour dan seperti bukan wajah khas wanita Chinese.


"Kamu memakai topeng lagi?" tanya Rendi sambil makan.


Mei Ning tersenyum. "Ini pertama kalinya aku memerlihatkan wajah asliku pada seseorang," jawabnya jujur.


Seketika Rendi menghentikan suapan makannya, ia mendongak mengernyitkan dahi menatap wanita itu dengan seksama. Tampak Mei Ning yang tersenyum simpul ke arahnya.


"Kamu suka wajah ini, atau wajah biasanya?" tanya Mei Ning lembut.


"Wanita seribu muka, mana ada aku langsung percaya denganmu," jawabnya yang kembali menyantap makanannya.


Mei Ning mengerucutkan bibirnya. "Aku serius Ren, beginilah penampilan asliku," ucapnya merajuk.


Mei Ning memang selalu memakai wajah palsu selama ini, ia memang memiliki banyak stok wajah untuk menyembunyikan jati dirinya, agar tidak bisa terlacak ketika menjalankan misi. Namun, Rendi mengabaikan wanita itu.


"Ren, apa kamu tidak suka?" tanya Mei Ning sedih.


Rendi menghela napas. "Masalah kecil saja kamu bahas terus, aku tidak perduli wajahmu seperti apa juga, teruskan makannya," tegur Rendi.


Mei Ning tersenyum mendengar jawaban Rendi, ia mengira pria itu akan marah padanya, tapi ternyata tidak sama sekali.

__ADS_1


Wanita itu kembali melanjutkan makan. Namun, ketika mereka sedang fokus makan, seorang pemuda tampan dengan penampilan khas anak sendok perak duduk disebelah Mei Ning tanpa permisi.


"Cantik, maukah kau kencan denganku?" ucapnya langsung.


Seketika Rendi dan Mei Ning menoleh, terlihat pemuda itu menaik turunkan alisnya ke arah Mei Ning, membuat wanita itu merasa jijik padanya.


Dua pengawal pemuda itu berdiri di belakang dengan tegap, mereka tampak begitu sangar dan kuat.


Pemuda tersebut mencondongkan badannya menatap Mei Ning, ia hendak mencubit dagu wanita itu. Namun, Rendi yang kebetulan sedang makan-makanan berkuah, ia dengan sengaja mencipratkan kuah ke mata pemuda itu dengan pura-pura menjatuhkan sendok tersebut.


Arghh


"Perih!" pekik pemuda itu.


"Eh, maaf, maaf tuan, aku tidak sengaja," ucap Rendi pura-pura baik sambil memberikan tisu yang sudah di beri sambal.


Sementara tuan mereka, menggunakan tisu yang sudah di lumuri sambal.


"Arghh... Mataku! Brengsek apa yang kamu lakukan?!" raungnya sambil mengacak-acak meja.


Rendi tersenyum, ia beranjak dari duduknya, di ikuti dengan Mei Ning. Rendi membayar makanannya di pelayan yang tertegun melihat kejadian tersebut.


Semua orang yang melihat hal tersebut hanya menyaksikan perbuatan Rendi dan Mei Ning, mereka semua tidak ada yang membantu pemuda yang sedang meraung-raung kesakitan, hingga akhirnya para pelayan baru menolong pemuda tersebut ketika Rendi keluar dari Restoran.


"Hihihi... kamu ini jail banget." Mei Ning terkikik geli.

__ADS_1


"Tidak juga, itu pantas untuk orang sombong sepertinya," jawab Rendi sambil masuk ke dalam mobil.


Mei Ning juga masuk ke dalam mobil, entah kenapa ia selalu bisa tertawa ketika bersama pria yang sedang bersamanya itu.


Rendi mengendarai mobilnya berkeliling kota tersebut, lagipula ia juga merasa bosan tinggal di apartemen terus.


"Apa kamu sudah punya rencana untuk nanti malam?" tanya Rendi serius.


"Sudah, Aku rasa pengawalannya akan sedikit kendor, mengingat dia sudah menyuruhku menghabisi kamu," jawabnya yakin.


Rendi mengangguk mengerti. "Tetap waspada, jangan sampai kamu salah langkah," ucap Pria itu mengingatkan.


"Iya, aku tahu itu, mana ada aku mengecewakan kamu." Setelah Mei Ning berkata seperti itu. Rendi tidak bertanya lagi, hingga di dalam mobil begitu hening.


Rendi fokus mengemudi, ketika sampai di sebuah pantai. Pria itu membelokkan mobilnya, ia ingin menikmati keindahan laut walau hanya sesaat.


Rendi turun dari mobil, ia bersandar di mobil sambil menyaksikan orang-orang yang sedang bersenang-senang di tepi pantai.


Mei Ning juga bersandar di mobil samping Rendi, wanita itu tampak menikmati juga kenyamanan berdua dengan Rendi.


"Ren, setelah semua ini selesai, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Mei Ning tiba-tiba.


"Entahlah, mungkin aku akan mengubah negaraku agar menjadi lebih baik lagi," jawabnya datar.


"Apa kamu akan menjadi pemimpin negara kamu?" tanya wanita itu lagi.

__ADS_1


Rendi menoleh ke arah Mei Ning. "Bisa di bilang iya, tapi aku akan mengendalikannya dari belakang layar," Rendi memegang dagu Mei Ning, wanita itu sontak saja terkejut. "Aku menemukan data tentangmu yang menunjukkan keterlibatan kamu dengan para mafia yang ada di negaraku! Sebenarnya aku tidak ingin berbicara sekarang padamu. Namun, aku tidak ingin ada seekor nyamuk pun yang nantinya akan mengganggu semua rencanaku!"


Sontak saja Mei Ning terkejut, wajahnya langsung pucat pasi seketika. Saat Rendi mengatakan hal itu.


__ADS_2