Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Melakukan misi Sendiri


__ADS_3

Rendi melesat menuju sebuah bar yang ada di Chinatown. Dengan kecepatan supernya ia sampai dengan cepat di kota tersebut.


Rendi berhenti di parkiran, dimana tidak ada orang yang melihatnya. Ia kemudian mencoba untuk bersikap biasa saja, agar tidak ada yang mencurigainya.


"Hai tampan, sendirian saja," ucap seorang wanita penghibur menyapa Rendi.


Rendi tersenyum padanya. "Mau masuk bersamaku?"


"Boleh." Wanita itu tanpa ragu merangkul Rendi.


Penyamaran terbaik harus berkamuflase dengan tempat sekitar, karena itulah Rendi mencoba bertingkah layaknya seorang anak orang kaya yang suka dengan hiburan malam.


Rendi masuk ke dalam tempat tersebut dengan menggandeng wanita yang tadi menyapanya itu.


Tampak beberapa wanita juga menatap Rendi, karena pria tersebut memang tampan, efek evolusi dari beberapa tubuhnya dari Sistem.


Rendi menyapu pandangannya ke segala arah, ia tersenyum ketika melihat targetnya memang berada di sana.


"Mau minum di kamar, atau di sini saja?" tanya wanita itu lembut.


"Di sini saja, sambil menikmati malam ini, ambillah minuman sepuas kamu," ucap Rendi percaya diri.


Wanita itu tersenyum simpul, jelas saja ia langsung meminta minuman terbaik yang ada di tempat tersebut.


Rendi meminum semua yang wanita itu tuangkan ke dalam gelasnya, tapi ia tidak mabuk sama sekali, karena tubuhnya Memang sudah kebal terhadap segala jenis racun, apalagi itu cuma alkohol.


Wanita yang bersamanya tampak sudah mabuk, Rendi tersenyum dan menyuruhnya terus minum.


Pria incaran Rendi membawa seorang wanita ke dalam kamar. Rendi juga melakukan hal yang sama, ia membawa wanita penghibur yang sudah mabuk itu ke dalam sebuah kamar yang bersebelahan dengan pria incarannya.

__ADS_1


Rendi membaringkan wanita itu di tempat tidur, boro-boro untuk melayani Rendi, wanita itu benar-benar sudah kehilangan kesadaran dan tertidur.


Rendi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tapi itu juga membuat dirinya sedikit senang, karena rencananya akan berjalan lancar.


Rendi keluar dari jendela, ia kemudian masuk ke dalam jendela pria yang di incarnya, tapi siapa yang menyangka kalau ternyata pria itu sudah menunggunya untuk menusuk Rendi menggunakan pisau.


Untung saja Rendi memiliki kecepatan super, sehingga ia bisa dengan mudah menghindari serangan tersebut.


Wanita yang bersama pria itu juga ternyata seorang pembunuh, ia bergegas menyerang Rendi. Namun, Rendi menghindar dan langsung memukul tengkuknya dengan keras, sehingga wanita itu langsung tidak sadarkan diri.


"Berani sekali kamu bermain-main di wilayah ku!" hardik pria itu.


Rendi menyeringai. "Sayangnya aku tidak takut dengan orang-orang sepertimu," ucapnya percaya diri.


"Siapa yang menyuruhmu!?" bentaknya sambil bertanya.


Swuzz


Rendi melesat dengan cepat, ia menghantam perut pria tersebut, kemudian mencekal tangannya yang sedang memegangi pisau.


Pletaakk


Arghhh


Rendi memelintir lehernya hingga terbalik ke belakang, hingga akhirnya pria itu tewas seketika dengan mata melotot tidak percaya.


Zang Ning, merupakan pembunuh bayaran yang bekerja untuk para mafia di Negara Rendi. Dengan kata lain, pria itu merupakan pelindung bagi orang-orang serakah tersebut.


Zang Ning memiliki hubungan darah dengan Mei Ning, ia merupakan paman Mei Ning. Karena itulah Rendi tidak memberikan tugas ini kepada wanita itu.

__ADS_1


Wanita yang tadi pingsan, siapa yang menyangka akan bangun lagi dengan begitu cepat, mungkin karena seorang pembunuh bayaran, jadi sudah terbiasa dengan hal tersebut dan tahu cara mengantisipasinya.


"Matilah kau Bedebah!" ucap wanita itu yang sudah menancapkan pisau di leher Rendi.


Rendi mencekal tangan wanita itu dan menggunakan tangan besinya untuk meremas tangan wanita tersebut dengan sangat keras.


Krak


Arghh


Cekalan tangan wanita itu terlepas dari pisaunya, Rendi menendangnya ke belakanng, sehingga wanita itu langsung tersungkur di lantai.


Rendi mencabut pisau yang ada di lehernya, darah yang keluar kembali masuk, luka tusukan itu kembali menutup. Wanita itu menatap tidak percaya apa yang di lihatnya itu.


"Tidak mungkin, kamu bukan manusia!" teriaknya keras.


Duak


Rendi menendang kepala wanita itu hingga patah, seketika wanita tersebut tewas di tempat. Tidak ada darah sama sekali di sana, karena Rendi memang sengaja tidak melukai mereka.


Rendi melemparkan mereka keluar dari jendela, kemudian memanggul mereka dan membawanya lari dengan kecepatan super.


Tidak ada yang melihat apa yang di lakukan Rendi sama sekali, karena lari Rendi sangat cepat, ia membawa kedua korbannya itu.


Karena Lari Rendi yang sangat cepat, Pria itu sangat cepat sampai di tepi laut, ia melepaskan pakaian pria tersebut untuk mengikatnya dengan batu yang cukup besar, begitu juga dengan wanita itu.


Rendi bisa juga berlari di tengah laut, karena efek kecepatan supernya. ketika sampai di tengah laut, Pria tersebut melemparkan kedua korbannya di sana, kemudian kembali lagi di daratan.


Rendi tersenyum. "Semoga tidak ada yang menemukan kalian!" ucap Pria tersebut yang kemudian kembali ke apartemennya saat sudah menjelang pagi.

__ADS_1


__ADS_2