System Harem

System Harem
Perkenalan


__ADS_3

Julian yang sedang dikerumuni para Mutan dia bertanya - tanya dalam hatinya " Sial !, sebenarnya mereka ini mahluk apa sih !?"


Karena Julian baru pertama kali melihat mereka, jadi dia terkejut karena tubuh mereka campuran Manusia dan Hewan.


Natali berteriak " Julian !, kita pergi dari sini !" ucap Natali yang tiba - tiba sudah membawa Mobil Julian.


Ketika Natali melihat Julian terkepung para Mutan, dia mengedarkan pandangannya mencari sebuah kendaraan, saat melihat Lamborghini Vaneno Julian, dia tanpa.ragu mengambilnya, karena Julian meninggalkan Kuncinya di Mobil.


Julian mengangguk mengerti, dia menggunakan kecepatannya untuk menabrak dua mutan dan langsung ke Mobil.


Setelah Julian masuk Mobil, Natali langsung menginjak pedal Gas dan menghilang dari tempat tersebut.


" Kakak, apakah kita tidak perlu mengejar mereka ?" tanya E2.


E1 menggeleng " Biarkan saja, kita juga terluka, lebih baik kita pulihkan diri kita dulu dan melaporkan pada Profesor jika ada orang yang lebih kuat dari pemilik serum tersebut !"


E2 mengangguk, dia kemudian menyuruh teman - teman Mutannya agar kembali ke Mobil van yang di bawa oleh E3.


E3 mencibir E1 dan E2 " Melawan satu orang saja kewalahan !, sungguh memalukan !"


" Diam kamu bodoh !, kamu belum merasakan betapa kuatnya orang itu !, kita harus meminta pada Profesor agar mengupgrade kekuatan kita !" ucap E1 kesal.


" Cih !, banyak alasan !" E3 langsung menjalankan Mobil Van dan meninggalkan tempat tersebut.


Tempat bertarungnya Julian, Natali dan Para Mutan sangat berantakan, untungnya di tempat tersebut merupakan tempat terpencil.


Tetangga Julian juga hanya beberapa saja, paling yang melihat pertarungan Julian dengan para Mutan hanya orang yang mobilnya ringsek saja, karena hanya dia yang kebetulan sedang ada dirumah.


Sementara itu Julian bertanya dengan ketus pada Natali " Jelaskan apa maksudnya ini Natali !!, kenapa sih kamu suka mencari masalah ! "


" Julian, aku juga tidak tahu, tiba - tiba saja mereka memburu kami " jawab Natali lembut.


" Selalu saja seperti ini !, apa kamu tidak puas menghancurkan hidupku !" bentak Julian pada Natali.

__ADS_1


" Julian, aku tahu aku salah, tapi kali ini aku benar - benar tidak tahu siapa mereka, aku hanya melindungi Tuan Darius dan Nona Susan saja " Natali sebisa mungkin berbicara lembut.


Julian mengerutkan keningnya " apa hubungannya mereka denganmu ?!, atau kamu telah terlibat kejahatan dengan mereka Natali !"


Natali menggelengkan kepalanya " setelah aku berpisah denganmu, aku telah sadar dan berusaha dan berubah, mereka berdua orang yang baik Julian, begini saja lebih baik nanti kamu bertanya pada mereka langsung oke !".


Julian menghela napas " terserah kamu sajalah !"


Julian hanya bisa pasrah saja, karena dia tahu jika sekeras apapun dia berbicara dengan Natali, Natali pasti tidak akan marah, apalagi daya tariknya sudah 100%.


Natali tersenyum ke arah Julian, Julian membuang mukanya dari tatapan Natali, dia merasa jengkel jika melihat wajah Natali yang terus - menerus muncul di pikirannya.


Mobil yang di bawa Natali memasuki wilayah Hujan jati yang ada didekat Kota Fornas, karena Natali merasakan Darius dan Susan ada ditempat tersebut.


Julian mengerutkan keningnya ketika Natali membawanya ke hutan jati, dia menebak - nebak apa yang akan dilakukan Natali padanya dalam hatinya " Astaga !, apakah Natali akan memperkosaku disini ?, kenapa dia tidak membawaku ke Hotel tapi malah ke hutan seperti ini !, sial !, aku lengah !"


Julian berfantasi liar, karena dia teringat betapa nekadnya Celia saat daya tariknya sudah 100%, Celia bagaikan budak **** yang siap di garap kapan saja.


Tidak heran jika Julian berpikir seperti itu pada Natali, karena daya tarik Natali juga 100%.


Bisa saja Natali akan melampiaskan semuanya pada Julian, begitulah kira - kira pikiran Julian.


Julian tidak tahu jika Natali benar - benar membawanya pada Darius dan Susan, karena Natali sudah menanamkan sedikit darahnya pada mereka berdua, jadi Natali tahu dimanapun mereka berada.


Mobil semakin dalam memasuki hutan Jati, Julian semakin merinding ketika membayangkan apa yang akan Natali lakukan.


Tapi pikiran Julian langsung Ambyar saat melihat ada Mobil ditengah - tengah hutan tersebut.


Terlihat seorang Pria yang sepertinya familiar di mata Julian, tapi dia tidak tahu pernah bertemu dimana.


Mobil yng di bawa Natali berhenti, dia menoleh kearah Julian sambil tersenyum manis " Julian, ayo turun aku perkenalkan dengan mereka "


Julian menghela napas, dia tidak menjawab ucapan Natali dan langsung turun dari Mobil.

__ADS_1


Natali hanya tersenyum getir saja, dia tahu jika Julian belum bisa menerimanya, jadi dia menganggap tindakkan Julian suatu hal yang Lumrah.


" Natali, kamu tidak apa - apa ?" Susan langsung menghampiri Natali.


Natali tersenyum " Saya tidak apa - apa Nona Susan, ini semua berkat Julian ?"


" Julian ?" Susan menoleh ke arah Julian, dia melihat pria tampan dan berwibawa dengan wajah yang tegas.


" Tuan Darius, Tuan Natali, dia Julian orang yang selama ini aku ceritakan " Natali memperkenalkan Julian dengan malu - malu.


Darius dan Susan saling menatap, mereka memiliki pemikiran yang sama terhadap Julian.


Darius membatin " Pantas saja Natali menyesal, dia sangat tampan dan kaya , kenapa dia begitu bodoh meninggalkannya ?"


Susan membatin " kamu benar - benar bodoh Natali ?, kenapa kamu membiarkan pria setampan dia pergi dari sisimu !"


Mereka berdua tidak habis pikir jika Natali berani menyelingkuhi Julian, karena menurut pandangan mereka berdua, harusnya Natali mempertahankan Julian.


Darius dan Susan berpikiran seperti itu karena dia tidak tahu saja kalau Julian dulu miskin, dekil, kurus dan tidak setampan sekarang.


Jika mereka melihat Julian yang dulu, mungkin mereka akan berpikir yang sebaliknya, karena Natali wanita yang cukup cantik, di bandingkan dengan Susan yang kecantikannya hanya 7.9 jika di nilai System, karena Natali memiliki nilai 8.0, walaupun terpaut satu digit angka saja hal tersebut sangat berpengaruh untuk seorang wanita.


" Terimakasih karena sudah menyelamatkan kami Julian " Ucap Darius tulus.


Susan menimpali " Saya juga sangat berterimaksih Julian, jika tidak ada kamu entah bagaimana nasib kami "


" Tidak perlu terlalu sungkan, aku hanya kebetulan lewat saja " jawab Julian acuh.


Julian memasang ekspresi datar karena dia di buat salah paham oleh Natali, angannya yang jauh menerawang ke awan semuanya ambyar begitu saja.


" Oh Ya perkenalkan saya Darius Lewis dan dia Susan Lane !" ucap Darius sambil mengulirkan tangannya.


Julian terkejut dengan nama Darius, karena namanya memiliki Marga yang sama dengannya. Julian menatap Darius dari atas sampai ke bawah, dia kemudian teringat seseorang.

__ADS_1


" Kamu....


__ADS_2