System Harem

System Harem
Awal kekacauan


__ADS_3

Teriakan Rachel menandakan jika pertempuran telah berakhir, Julian bangkit dari tubuh Rachel, dia memandangi para wanitanya yang sudah terkapar karena lemas di ranjang Jumbo miliknya itu. Mereka semua tidak mengenakan sehelai benangpun karena telah melayani Julian beberapa Jam tadi.


Julian membenarkan posisi tidur mereka dan menyelimutinya, karena dia tidak ingin para Wanitanya masuk angin karena AC dalam kamar.


Setelah Julian selesai membersihkan diri, Rafael memberitahunya jika dia dan Darius menunggu di Lab.


Tentu saja Julian langsung bergegas kesana, karena dia juga ingin melihat hasil dari pencocokan DNA Natali dan Wanita yang di panggil Yellow itu.


" Sudah puas kkamu bercocok tanamnya brengsek !" Ucap Darius ketus.


" Kakak Kenapa sih, kalau iri makanya cari banyak wanita juga, jangan satu orang saja " jawabnya santai sambil duduk di samping Darius.


Bukannya Darius yang menjawab, tapi Susan yang membawa kopi untuk Darius menjawab " Coba saja kalau berani, aku kasih makin pusakamu ke anjing !" ucapnya Sinis.


Seketika Darius dan Julian memegang Pusakanya, Darius tersenyum " Aku mana berani sayang, aku tidak Sepertinya yang tidak puas dengan satu lubang saja !" Cibir Darius pada Julian.


" Kakak belum ngerasain saja bagaimana nikmatnya berganti - gan...." Julian belum Selesai bicara, Susan mengasah pisau bedah yang ada di lab Darius.


Julian tersenyum getir, pasalnya Susan sangatlah posesif, tidak seperti wanita - wanitanya yang pengertian.


Julian berbisik pada Darius " Kakak, apa kamu kalau main cuma lima menit saja dengan kakak ipar ?"


" Julian !" Darius berteriak marah.


Julian membentuk jarinya berbentuk huru V, menandakan jika dia hanya bercanda saja, Darius menghela napas.


" Kita kembali ke masalah kita " Susan ikut duduk di sebelah Darius.


Julian menatap Laptop Darius dengan seksama, sementara Rafael hanya mengamati mereka saja.


" Hasil Sempel darah yang di bawa Rafael 99% cocok, artinya wanita itu salinan dari Natali Julian " Ucap Darius sedih.


Wajah Julian langsung menggelap " Jangan bilang kalau ada yang menggali kuburan Natali kakak !" Ucap Julian sambil menahan amarah.


" Entahlah Julian, lebih baik besok kita meminta ijin pada pengurus pemakaman untuk memastikan itu " Jawab Darius lemah.


Julian mengepalkan tangannya, hingga kuku - kuku jarinya seolah menembus kedalam kulit di tangannya " Jika sampai itu benar, aku tidak akan memaafkan mereka semua !"


Vitalitas Julian meluap keluar, Darius dan Susan merasa tertekan, mereka seolah tercekik oleh Vitalitas tersebut.


" Ju..Li..an ka..mu ingin mem..bunuh.. ka..mi !?" Ucap Darius terbata - bata.


Julian langsung tersadar dan menarik Vitalitasnya " maaf kakak "


Darius dan Susan terengah-engah, karena beberapa detik mereka tidak bisa bernapas dengan benar.


Rafael yang dari tadi mengamati, dia kemudian menunjukkan sebuah layar Virtual pada mereka.


" Tuan lihatlah, aku sudah melacak keberadaan mereka "

__ADS_1


Julian dan Darius memperhatikan aktivitas mereka berenam, disana terlihat mereka sedang berdiskusi sesuatu.


" Rafael apa tidak bisa mendengarkan suara mereka ?" tanya Julian penasaran.


" Sebentar tuan " Rafael kemudian memprogram layar Virtualnya agar bisa mendengarkan suara mereka berenam.


" Tuan Kenji, sampai kapan kita akan menunggu, kita habisi saja para pemimpin negara dan jadikan mereka boneka anda " Ucap Thin tidak sabar.


" Sebentar lagi, tunggulah saatnya tiba, jika aku sudah mendapatkan cip Ai super yang ku mau, kita akan langsung bergerak dan mengendalikan dunia ini !" Kenji berkata dengan yakin.


Saat Mereka sedang mengobrol, Yellow yang terlihat tidak tertarik dengan obrolan mereka, dia melihat ke arah Kamera Rafael sambil tersenyum, seolah - olah dia melihat mereka yang sedang mengawasinya. Padahal kamera tersebut hanya sebesar lubang jarum saja.


" Sial !" Rafael langsung mematikan kameranya dan memblokir semua jalur saluran yang mengarah ketempatnya agar tidak ketahuan.


" Kenapa dia bisa melihat kita ?" Darius bertanya dengan penasaran.


" Benar - benar senyum Natali " Julian malah gagal fokus dengan senyuman Yellow.


" Tuan gawat !" Rafael kemudian teringat sesuatu.


" Lihat ini " Rafael memperlihatkan ketika dia mengambil sampel darah Yellow.


Darius terkejut " Sialan !, dia tahu kalau kamu mengincar darahnya Rafael !"


" Aku sudah berusaha sebaik mungkin tuan, tapi kenapa bisa dia mengetahuinya " Rafael berkata dengan tidak berdaya.


" Kamu benar Julian, ini aneh " Darius juga memikirkan hal yang sama.


Susan yang dari tadi diam buka suara " Dari senyumnya aku merasakan ada yang ingin dia beritahu pada kita sepertinya "


Julian dan Darius menatap Susan bersamaan, seketika Susan langsung mengerutkan keningnya, karena dia melihat kakak adik itu sangat penasaran dengan maksudnya yang berbicara seperti itu.


Susan menghela napas " Rafael tunjukkan potongan Video saat tadi kita mengawasi mereka dan wanita itu menatap kita "


Rafael mengangguk mengerti, dia menunjukkan potongan Video tersebut " Lihatlah, gestur tubuhnya juga seperti tidak biasa, di tambah dia tersenyum seperti itu seolah membuat kita penasaran, artinya dia ingin bertemu dengan kita jadi membuat kita penasaran terlebih dahulu "


Darius mengembangkan senyum " Kamu memang cerdas sayang "


mereka bertiga pun kemudian memikirkan cara agar bisa bertemu dengan Wanita itu, karena mau tidak mau mereka harus menguak sebuah misteri itu.


Mereka memutuskan untuk membongkar kuburan Natali terlebih dahulu, baru kemudian nanti mengurus orang - orang yang selalu gila dengan kekuasaan.


Julian masuk kamarnya setelah mengobrol hingga larut malam di lab Darius, dia melihat para wanitanya masih terlelap.


Julian membaringkan tubuhnya di sofa " System cek status !"


[ Status ]


Nama : Julian Lewis

__ADS_1


Umur : 29 Tahun.


Saldo Kredit Harem : 940.463.208.930.000


Saldo yang bisa anda belanjakan : 49.200.978.000.000 dolar.


Poin peningkatan Kekuatan : 0


Kekuatan : 150 { setengah Dewa }


Vitalitas : 150 { setengah Dewa }


Semangat : 150 {setengah Dewa }


Kecepatan : 150 {setengah Dewa }


Kecerdasan : 100


Status : Manusia Super.


Ultimate Harem :


Celia Moon : 101%


Natali Loin : 102%


Rachel Claus : 100%


Liyana Reid : 100%


Rosi Dail : 100%


Alina Rose : 100%


Lulu Oktaviani : 100%


Keterampilan :


( Beladiri Bumi / Mata elang / Marketing, Manajemen, Ekonomi, Balet, Piano, Dokter, Memasak, Hacker, sains )


Tingkat Ketrampilan : 100 Poin.


Setiap peningkatan Atribut kecerdasan, Atribut ketrampilan akan Naik, Atribut Normal ketrampilan di Bumi rata - rata 10 Poin, semakin tinggi Atribut maka Ketrampilan akan semakin di luar jangkauan manusia biasa.


Setiap Pria Dewasa Normal pada umumnya memiliki 10 poin di setiap Atribut ]


" Semuanya sudah menjadi Ultimate Harem, sangat sulit menaikkan daya tarik mereka, sementara Seila entah kenapa sangat sulit menaikkan daya tariknya, padahal hanya dia yang belum mencapai Ultimate Harem " Julian menghela napas panjang karena masalahnya semakin berat saja.


Dalam beberapa bulan ini Julian berhasil menaklukkan para wanitanya menjadi Ultimate Harem.

__ADS_1


__ADS_2