System Harem

System Harem
Seila ?


__ADS_3

Selepas kepergian Mobil dua Jenderal berbeda profesi itu. Seila langsung menghampiri Julian.


" Julian Aku ingin belajar bisnis dari kamu, apakah aku boleh tinggal disini ?" Seila berkata dengan dramatis.


Julian mengerutkan keningnya " kenapa tiba - tiba ingin belajar denganku ?, bukankah Ayahmu pebisnis nomor satu di Vlasir ?"


Alasan Seila memang terlalu bodoh, pasalnya Julian benar jika Ayah Seila memang Pebisnis Nomor satu di Vlasir. Dia hanya kalah kekayaan saja dengan Markus Holi.


Seila terlihat bingung mau menjawab apa, karena dia memang tidak pandai bergaul dengan orang lain.


" Gadis bodoh ini atau aku kerjain saja yah ?" gumam Julian dalam hati sambil menyeringai jahat.


Tiba - tiba Julian merangkul pinggul Seila, dia kemudian meremas P*nt*tnya " Aku mau mengajarimu, asal kamu mau mengajari aku " Juloan menaik turunkan alisnya.


Seila terkejut, tapi dia tidak berani menolak. Pasalnya ini satu - satunya kesempatan menarik Julian dalam dekapannya.


Seila menganggukkan kepalanya " kalau kamu mau Ayo, tapi aku yang harus belajar sama kamu. Kamu kan punya banyak wanita cantik "


Julian melebarkan rahangnya, dia tidak menyangka jika ajakan bercandanya akan di tanggapi serius oleh Seila. Dia bertanya - tanya kenapa Seila bisa sampai mau melakukannya. Padahal daya tariknya belum tinggi.


" Julian kok malah diam !" Seila menegur Julian sambil cemberut.


" Eh..maaf, aku hanya terpukau dengan kecantikanmu hari ini, apa lagi kamu begitu Seksi " Ucapnya sambil tersenyum getir.


" Kalau begitu Ayo !" Seila menarik Julian masuk dan kopernya juga.


Seila langsung membawa ke kamarnya yang pernah dia tempati. Seila menaruh kopernya di pojokkan. Sementara Julian terdiam seperti patung. Dia masih belum mencerna kenapa Seila datang - datang menjadi Agresif.


Seila menutup pintu, dia menarik Julian ke kamar mandi dan langsung melepaskan pakaiannya.


Seila sangat bersemangat dan melepaskan pakaian Julian, sementara Julian hanya pasrah saja.


Benar saja ketika melihat pusaka Julian, wajah semangatnya berubah menjadi memucat. seperti Ekspresi Alina dulu.


" Kamu sudah membangunkannya loh, kenapa berhenti ?" Julian tersenyum.


Julian pun langsung menggarap Seila di kamar mandi, ternyata Seila mirip dengan Rosi dia senang bermain sendiri sehingga kesuciannya direnggut oleh mainannya.


Seila menjerit - jerit di kamar mandi, sampai dia berlari ke ranjang dan bergelut disana dengan Julian sampai dia lemas dan Lunglai.


Karena Julian sekarang bisa mengontrol libidonya. Jadi Seila tidak sampai pingsan dia hanya lemas karena puluhan kali mencapai puncak.

__ADS_1


Julian yang berbaring di samping Seila mengusap kepala Seila " kenapa kamu melakukan ini Seila ?"


Seila mengecup lembut bibir Julian dan tersenyum " Karena cuma kamu Pria yang bisa membuat hatiku bergetar "


Faktor Daya Seila Bowl : +10


Faktor Daya Seila Bowl : +10


FAktor Daya Seila Bowl : +10


Faktor Daya Seila Bowl : +10


Faktor Daya Seila Bowl : +10


FAktor Daya Seila Bowl : +10


Faktor Daya Seila Bowl : +10


Faktor Daya Seila Bowl : +10


FAktor Daya Seila Bowl : +10


Target Harem Menyesal Merendahkan Host.


[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].


Poin Kekuatan Host sekarang : 35


Julian menghela napas " Walaupun aku sudah memiliki banyak wanita sekalipun ?"


" Dengan Pusakamu yang seperti ini puluhan wanita menemani kamu juga akan tumbang, jadi aku sekarang yakin kalau kamu bisa memuaskan kami semua " Ucap Seila manja.


" Benarkah " Julian sambil memasukkan Pusakanya dalam Goa.


" Julian Ih .." Seila tersentak karena tiba - tiba Julian memasukkan Pusakanya lagi.


Mereka berdua Melanjutkan Lagi hingga para Wanita Julian yang lain pulang dan langsung demo di depan Kamar Seila karena diberitahu oleh Susan.


Julian dengan santainya membuka pintu tanpa sehelai benangpun karena dia sudah siap bertempur dengan mereka semua.


" Apa kalian sudah Siap ?" Tanya Julian sambil memegangi pintu.

__ADS_1


Rachel, Okta, Celia dan Alina langsung masuk, mereka pun langsung di hajar bergilir oleh Julian. Hasilnya semua tepar ketika jam satu dini hari.


Para Wanita Julian terlelap, dia yang belum puas terpaksa menahan libidonya dan keluar agar kembali Rilex.


Natali memang selalu memantik api yang hampir padam di dalam tubuh Julian. Dia sengaja berjalan didepan Julian menggunakan baju tidur transparan. Alhsil Julianpun tergoda dan membawa Natali ke kamarnya.


Kali ini Julian tidak langsung menggarap Natali, dia mengobrol dengan Natali terlebih dahulu.


" Apakah dulu juga kamu melakukan ini untuk merayu korbanmu ?" tanya Julian langsung.


Natali menggeleng, dia menyender di bahu Julian " Mereka itu buaya gila, aku tidak menggoda mereka saja mereka sudah menyerangku, berbeda denganmu yang sekarang. Kamu sangat pemilih Julian, andai waktu bisa di putar kembali mungkin aku tidak akan seperti ini "


" Berapa lelaki yang sudah kamu tiduri selain aku dan teren ?" tanya Julian penasaran, pasalnya pertanyaan tersebut terus terngiang - ngiang di telinganya.


" Apakah jawabanku bisa mengubah pandanganmu padaku Julian ?" Tanya Natali yang langsung duduk tegap dan menatap serius Julian.


" Tergantung " jawab Julian Singkat.


" Sewaktu aku belum mengenalmu, awalnya aku hanya berhubungan dengan Pacarku saja, tapi setelah itu aku mulai berhubungan mungkin 3 atau 4 pria saja dan setelah itubertemu denganmu " Natali memperhatikan ekspresi Julian dan dia masih tenang.


" Setelah aku mengenalmu, dan aku masih berhubungan dengan pacarku hingga aku hamil dan di nikahi kamu. Jujur pada saat itu aku sudah berniat berubah jika bayi yang aku kandung lahir dengan selamat. Aku punya fikiran untuk hidup bahagia denganmu. Tapi kenyataannya kamu melihat sendiri. Aku kembali frustasi dan saat itu aku bertemu teren di taman GooPark. Teren waktu itu bersama temannya yang mengenalkannya padaku. Entah dia bertemu denganku dimana tapi dia mengenalku, aku akhirnya berkenalan dengan teren dan kamu tahu hasilnya "


Natali langsung memeluk Julian, dia takut Julian marah lagi padanya. Tapi dugaannya salah. Julian malah mengusap puncak kepalanya.


Natali mendongak menatap Julian " Kamu tidak marah padaku Julian ?"


" Marah terus juga tidak akan mengembalikan kamu perawan lagi, apa kamu tahu nama teman teren itu ?" tanya Julian penasaran.


Natali terlihat berpikir sejenak " Maxwel B..b.."


" Maxwel Blank maksudmu Natali ?" tanya Julian serius.


" Iya benar itu !, apa kamu mengenalnya Julian ?" Natali maah balik bertanya.


" Brengsek kau Maxwel ! " Julian mengepalkan tangannya. Ternyata awal kehancuran rumah tangganya di awali oleh musuh bebuyutannya yang sesama kurir.


" Huacin !, Apakah junior - junior bodohku sedang mengutukku ?" S10 mengusap hidungnya yang gatal.


" Ada apa S10 ?" tanya Profesor C5.


" Tidak ada Tuan, saya hanya bersin saja " jawab S10 singkat.

__ADS_1


S10 sudah tidak mengetahui masa lalu kelamnya. Karena saat dia di jadikan Eksperimen oleh profesor C5. Otaknya hancur sebagian karena kecelakaan ekstrim yang dia dapat. Jadi Profesor C5 entah menanamkan otak siapa atau otak apa. Yang pasti bukan Otak udang.


__ADS_2