System Harem

System Harem
Pertarungan Melawan S1


__ADS_3

Di sebuah gedung mewah, lantai atas tempat seorang Taipan yang biasa menghabiskan waktunya dengan para wanita nakalnya.


" Ahhh Tuan sakit !"


"Cukup Tuan, cukup !" Seorang wanita meronta - ronta ketika sedang di pompa S1.


Terlihat juga tiga wanita yang Goanya mengalirkan darah dan lebam, mereka semua terkapar pingsan di lantai.


" Cukup katamu !, semakin kamu meronta aku semakin menyukainya !, Hahahaha !" S1 terus memompa wanita tersebut hingga tak berselang lama dia pingsan juga sama seperti Wanita yang lainnya juga.


" Cih !, padahal aku belum puas !" S1 melepaskan pusakanya yang terlihat merah karena dibalut darah.


Seorang Wanita tersisa terlihat sedang berada dipojokan ruangan tersebut sambil menatap ngeri kejadian yang dia lihat.


S1 mendekati Wanita tersisa sambil menyeringai " Sekarang giliranmu sayang !"


Wajah S1 yang merah darah dengan gigi runcingnya membuat Wanita itu ketakutan " tolong lepaskan saya, hiks..hiks.." dia menangis tersedu - sedu di pojokan.


S1 malah tersenyum senang, karena sekarang dia bisa mendapatkan wanita seperti apapun yang dia mau dan menjadikan mainannya.


Saat jarak S1 hanya tinggal beberapa langkah saja, tiba - tiba beberapa orang yang menjaga pintu terhempas masuk ke dalam ruangan dengan menghancurkan dinding.


" Brakk


" Brakk


" Brakk


Mereka semua langsung tewas seketika ditempat.


Sontak saja S1 langsung menoleh, dia mengerutkan keningnya " Brengsek !, siapa yang berani mengganggu kesenanganku !"


Baru saja dia menoleh, Wan's langsung menerjangnya.


" Braakkk


" Craangg


S1 dan Wan's jatuh dsri lantai 20, mereka berdua saling memukul di udara.


" Keparat !" Ucap S1 marah yang masih dihajar wan's.


S1 membalas pukulan Wan's, dia membalut tubuh Wan's dengan rambutnya dan merobeknya.


Kulit Manusia Wan's langsung robek hanya tersisa kulit kaki dan kepalanya saja.


" Duarrrr !!"


Jalanan tempat mereka jatuh langsung brubah menjadi kawah besar.


Semua orang yang melihat itu ketakutan, mereka panik dan berhamburan kesegala arah.


" Argghhhh


" Meteor jatuh !, lariiiiii !"


" Bukan meteor itu kodok gancet jatuh dsri langit !"


" Kodok gundulmu !, lari begoo !!"


Orang - orang langsung berlarian, mereka mengira itu adalah sebuah meteor, dan takutnya akan ada meteor jatuh susulan.


" Bug


" Wuzz


" Brakkk


Wan's terhempas dari kawah akibat tendangan dari S1 dan jatuh menimpa Mobil.

__ADS_1


" Kamu tidak apa - apa ?" Alpa membantu Wan's berdiri.


" Apakah warga sipil sudah kamu amankan ?" tanya Wan's pada Alpa.


" Tuan Rafael sudah menghubungi polisi, kemungkinan mereka yang akan mengamankan warga sipil !" jawabnya yakin.


Wan's menganggukkan kepalanya, mereka berdua melihat S1 yang tubuhnya ditutupi rambut putih runcingnya.


Alpa mengulurkan tangannya ke arah S1, tangannya berubah menjadi roket dan mengarah ke S1.


Bersamaan dengan itu Wan's juga menerjang S1 dengan kecepatan penuh.


" Wuz


" Duaarr


S1 bisa menangkisnya, tapi sedetik kemudian Wan's memukul S1 dan menendangnya.


" Bang


" Bang


" Bang


" Bruaakkk


S1 menabrak sebuah dinding, dia memuntahkan seteguk darah.


S1 mengusap mulutnya dan berdiri lagi " Brengsek !!"


S1 menembakkan rambutnya seperti ribuan jarum ke arah Wan's dan Alpa, dia kemudian langsung menerjang.


Wan's yang sibuk menangkis serangan hujan jarum tersebut, dia terlambat menyadari kedatangan S1.


" Duakk


Alpa yang melihat itu langsung menggunakan mode marahnya.


" Haaaaaaa !" Alpa berteriak keras, Matanya berubah menjadi merah.


" Wuzz


" Bang


" Bang


" Bang


Kecepatan Alpa menjadi sangat Ekstrim, S1 saja sampai tidak bisa menandinginya.


Pukulan demi pukulan telak mengenai S1, tapi sayangnya tubuh S1 tidak apa - apa.


S1 menyeringai, dia juga menggunakan mode Marahnya. Tubuhnya pun berubah menjadi sangat keras.


".Kraaak


" Pletaakk


Tangan Alpa langsung hancur karena menghantam tubuh S1. Walaupun dia terbuat dari tungsen tapi tubuh S1 seolah lebih kuat darinya.


Alpa terkejut, dia menatap S1 yang sedang menyeringai seperti Iblis.


" Bang


" Bang


" Wuzz


" Duaakk

__ADS_1


Alpa terhempas puluhan meter dan tersungkur di tanah.


S1 menerjang Alpa, tapi ketika jaraknya hanya tinggal sejengkal saja. Julian datang dengan kecepatan Ekstrim dan menghantam kepala S1 dengan Siku kakinya seperti Ongback saja.


" Duak


" Argh


" Wuss


" Duaarrr !


Karena kecepatan ekstrim Julian, S1 terhempas bagaikan peluru yang melesat begitu deras dan menghancurkan area yang dia lewati.


" Alpa, kamu bawa Wan's pulang !" Julian memberikan perintah.


" Baik Tuan Lewis !" Alpa langsung melesat ke arah wan's yang terkapar di tanah.


" Sialan !, Robot ciptaanku saja masih kalah dengannya !, sebenarnya Monster apa dia ?, Rafael panggil Dom !" Ia menggerutu kesal sambil menatap ke arah S1.


" Baik Tuan Lewis !" Jawab Rafael singkat.


Dom adalah Robot ciptaan terakhir Julian, berbeda dengan robot lainnya yang di ciptakan untuk bertarung jarak dekat maupun jauh. Kemampuannya bisa di jadikan perisai yang sangat kuat, selain itu dia memiliki laser yang bisa memotong benda apapun itu termasuk tungsen ketika sedang menjadi Mode perisai.


S1 bangun berdiri lagi, kepalanya yang tadi bergeser, dia benarkan kembali kedepan dengan tangannya sendiri.


" Bajingan kemana saja kalian !" S1 meraung marah.


E1 dan E2 muncul di hadapan S1, E1 menjawab " Saya kira tadi pertempuran kodok gancet Tuan !"


S1 menyemburkan seteguk darah lagi, karena dia sangat marah mendengar jawaban Absurd E1.


E1 langsung memberikan perintah " Sekarang !"


E6 yang tidak terlihat mau melilit Julian, tapi Julian yang sudah tahu dan membiasakan refleknya. Dia menangkap lidah E6.


" Kamu kira trik yang sama bisa berguna untukku !" Julian menarik lidah tersebut dan langsung menghajar E6 tepat mengenai lehernya.


" Pletak


" Wuzz


" Duaakk


E6 terhempas, dia menampilkan wujudnya ketika tewas ditempat. E1 terkejut karena rencananya gagal.


Saat Julian sedang tersenyum senang kerena telah menghabisi E6 yang notabenya musuh menyebalkan.


Sebuah Bus bertingkat muncul di atas Julian.


" Bruak


" Duar


Bus tersebut menindih tempat Julian dan meledak, E1 dan E2 menyeringai " Bagus E9 !" E1 mengacungkan jempol pada E9 yang sedang sebenarnya ada di belakang Julian.


Bentuk E9 seperti golem, jika yang pernah menonton fantasti four pasti tahu, bedanya warna tubuh E9 seperti batu, ia juga berbentuk batu dan lebih besar dari manusia 4x lipatnya.


" Sialan !, hampir saja aku mati !" Julian yang sedang bersembunyi di belakang Mobil area itu menggerutu kesal.


Saat Bus hampir mengenainya, Julian yang melihat bayangan Bus, dia langsung menggunakan kecepatan ekstrimnya dan bersembunyi.


" Rafael, Di antara para robot, siapa yang terdekat dari sini ?" Julian bertanya pada Rafael.


" Queen yang paling dekat, dia juga sudah kemari dan Nona Natali juga yang melihat wan's dan Alpa kalah, dia juga kemari untuk membantu tuan !" jawab Rafael menjelaskan.


Julian menghela napas " Walaupun kamu sudah menyakitiku, tapi kamu yang sebenarnya orang baik memang tidak pernah berubah Natali "


Julian benci mengakui jika Natali memang orang yang baik, tapi faktanya seburuk apapun Natali, ketika dia sakit setidaknya Natali pernah merawatnya walaupun tidak tulus. Hal itu menunjukan jika Natali memang sebenarnya orang yang baik. Hanya saja dia gelap mata karena harta.

__ADS_1


__ADS_2