
Sementara itu di kamarnya, Julian sedang Video Call dengan para wanitanya, dia memberikan kabar kalau dirinya sudah sampai di Andalas.
Tentu saja para wanita Julian berebut setor muka dengannya, tapi selepas dari itu semua mereka hanya bercanda saja, mereka hanya ingin membuktikan pada Julian kalau mereka semua memang perhatian terhadapnya.
" Sudah dulu yah, aku mau istirahat " Julian pamit pada para wanitanya dan mereka semuapun mengiyakan.
Julian mematikan ponselnya, dia langsung rebahan di kamar dan memejamkan matanya, dia sedang membayangkan kalau hari - harinya akan terasa hambar tanpa para wanitanya itu, yang terbiasa memanjakannya.
" Ah... andai saja tidak ada masalah, mungkin hidupku sudah sangat sempurna bersama mereka " perlahan Julian terlelap, Walaupun kemampuannya sudah setengah Dewa, tapi dia juga masih manusia yang butuh istirahat.
Malam harinya, di lereng gunung pinggiran kota Sentra, disana berkumpul banyak pemuda dan pemudi yang berkumpul.
Berbagai Mobil sport yang sudah di Modifikasi ada ditempat tersebut, Ya disana tempat balapan Liar, para anak sendok perak yang gabut, dengan taruhan uang yang cukup banyak.
" Larisa, kamu kenapa manyun terus ?" tanya Reina teman Larisa yang segini dengannya.
" Ah.. Taulah, tiba - tiba ada pria bodoh yang mengincarku !" Larisa menyilangkan kedua tangannya didepan dada sambil duduk di kap Mobilnya.
" Apa perlu aku membawa temanku untuk menghajarnya Larisa ?" Dudle Seorang Pria kekar meninju - ninju tangannya sendiri.
" Tidak perlu, yang ada nanti masalahnya tambah rumit " Larisa menghela napas panjang.
" Memangnya siapa pria itu Larisa ?" Reina bertanya dengan penasaran.
Teman - teman Larisa yang lain juga mengangguk, mereka seolah penasaran dengan pria yang mengejar Larisa.
" Raymond Weil !" Ucap Larisa geram.
Mereka semua saling menatap satu sama lain, tiba - tiba mereka tertawa bersama.
" Bwahahaha..
" Hahahaha
__ADS_1
" Hahahaha
" Hahahaha..., sialan !, aku kira siapa ?, ternyata si pendek itu yang menyukaimu ?" Dudle memegangi perutnya karena tertawa terbahak-bahak.
" Terus saja tertawa, kalian memang senang yah kalau lihat teman menderita !" Larisa mendengus kesal.
" Maaf, maaf, Larisa ... habisnya lucu saja Si pendek itu menyukaimu, sedangkan Lothar saja yang tampannya melebihi Artis di tolak mentah-mentah oleh kamu " Reina memegangi perutnya karena terlalu lama tertawa.
Larisa menghela napas " Masalahnya tidak semudah itu, kalian tahu sendiri bagaimana keluarga Weil, dia pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan aku " Ucapnya dengan sendu.
" Kamu benar juga sih, sulit berhadapan dengan Si pendek itu, hampir semua yang berurusan dengannya pasti bernasib buruk " Reina juga ikut menghela napas.
" Kita Culik saja dia, di ikat dengan batu besar terus lemparkan ke laut !, selesai sudah masalahnya " Ucap Dudle dengan percaya diri.
Larisa menggelengkan kepalanya " yang ada kamu akan membuat masalah untuk orang tuaku, satu - satunya jalan aku harus mencari seseorang yang lebih kaya dari keluarganya "
Teman - teman Larisa mengangguk, mereka semua setuju ide Larisa, tapi masalahnya orang tersebut siapa ?. Di kota Sentra tidak ada yang lebih kuat dari keluarga Weil.
" Sudahlah kita bahas itu nanti lagi, siapa lawanku malam ini ?" tanya Larisa pada teman - temannya.
" Cih !, apa dia mau mengolok-olokku ?" Larisa merasa kesal dengan kehadiran mobil itu.
" Sepertinya dia orang kaya yang iseng Larisa, dia mau bertaruh satu juta dolar hanya dengan menggunakan Mobil rongsokan itu " Reina menjelaskan.
" Satu juta dolar ?,cukup menarik, mari kita lihat bagaimana orang ini menghilangkan uangnya !" Larisa beranjak dari kap Mobil dan memasuki Mobilnya, kemudian dia juga ikut berbaris digaris Start.
Betapa terkejutnya Larisa ketika melihat Julian yang ada dia Mobil yang di anggap teman - temannya rongsokan itu.
" Kenapa dia ada disini ?, apa dia juga suka balapan ?" ucapnya dalam hati sambil menatap Julian dengan senyum mengembang di bibirnya.
Faktor Daya Larisa Duke : +10
Target Harem kagum dengan Hobi Host.
__ADS_1
Faktor Daya Tarik Larisa Duke Sekarang : 20%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 2
Julian mengerutkan keningnya ketika System berbunyi, dia menoleh ke arah sebelahnya, benar saja Larisa sedang menatapnya sambil menyunggingkan sebuah senyum.
Julian padahal tidak sengaja pergi ke tempat balapan itu, dia di beritahu Rafael kalau salah satu Cyborg milik Kenji yang suka balapan biasanya muncul disana. Tapi siapa yang menyangka kalau akan menemui Betina yang sudah mulai tergila - gila dengannya.
" Ternyata ini yang di maksud System kemampuan pembalapnya " gumam Julian lirih sambil menggelengkan kepalanya.
Pemimpin balapan berjalan dan berdiri di hadapan para pembalap, para pembalap langsung menyalakan Mobilnya. termasuk dengan Julian.
" Rafael, apa kamu yakin dia akan muncul disini ?" tanya Julian pada Rafael dengan menggunakan Headset.
" Jika anda memenangkan balapan ini kemungkinan dia akan menantang anda, untuk saat ini saya belum melihat kehadirannya !" jawab Rafael yakin.
" Baiklah !" Julian menyeringai, dia yakin akan memenangkan balapan itu dengan mudah.
Pemimpin balapan melemparkan kain ke atas seperti di film - film balapan, saat kain itu jatuh, para pembalap langsung menginjak gas dan melaju sekencang mungkin.
Suara Mobil Julian berubah ketika dia sudah menginjak Gas, raungan Mobilnya seperti bukan Mobil yang dia kendarai, melainkan sudah di modifikasi sedemikian rupa.
Siapa lagi kalau yang memodifikasi Rafael, dia sudah menyiapkan segala sesuatunya di kota Sentra dengan informasi yang dia temukan, dia tahu kalau salah satu Cyborg sering balapan di tempat itu jadi dia membuat mobil khusus untuk Julian. Mungkin tampilan mobil tersebut biasa saja, tapi mesin dan suku cadangnya sangatlah langka, hanya Rafael yang bisa membuat itu.
Semua orang tercengang ketika Mobil Julian melesat sangat cepat, sampai - sampai mobil yang lainnya tertinggal hampir dua puluh meter, padahal Julian belum menekan tombol NOS.
" Sial !, dia sangat cepat !"
" Gila !, pantas saja dia tidak mau menunjukkan Mesin Mobilnya !"
" Sungguh Monster !"
__ADS_1
Semua orang berkomentar di sela keterkejutan mereka, Mobil Julian semakin melaju sangat jauh meninggalkan lawan - lawannya.
Mobil Julian bagaikan Se ekor Ceetah, yang berlomba lari dengan kura - kura, Larisa yang menyaksikan itu juga merasa tertekan, biasanya dia akan menang mudah di pertandingan pertama, tapi nampaknya hari ini rekornya akan terputus oleh Julian.