
Julian di kamarnya mengerjapkan matanya, dia terbangun karena mendengar teriakan Seila yang begitu keras.
" Julian Brengsek !, lepaskan Ayahku !" Seila masih berteriak - teriak seperti orang gila.
Faktor Daya Seila Bowl : -10
Target Harem Membenci sifat Host.
Faktor Daya Tarik Seila Bowl sekarang : -40%
[ Jika Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 70
Julian langsung melebarkan matanya, baru saja bangun tidur, dia sudah dikejutkan dengan penurunan daya tarik Seila lagi.
" Sialan !, ini wanita atau apa sih ? " gerutu Julian kesal.
" Julian bajingan !, cepat lepaskan Ayahku !" Seila masih terdengar berteriak keras, sekarang malah suaranya semakin nyaring karena dia sudah ada didepan pintu kamar Julian.
Julian menghela napas, dia beranjak dari ranjangnya dan langsung keluar dari kamar.
" Tuan Lewis " Wan's dan Alpa menyapa dengan Hormat. Mereka berdua kemudian melemparkan Ludin kehadapan Julian.
" Misi selesai Tuan !" Ucap Wan's tegas.
" Ayah !, hiks..hiks... " Seila langsung memeluk Ayahnya yang babak belur itu.
Julian menyenderkan tubuhnya di kusen pintu dan melipat tangannya didepan dada " Jadi kamu yang bernama Ludin ?" tanya Julian santai.
" Julian !, kenapa kamu tidak bilang padaku jika mau menghajar Ayahku !?" Seila marah - marah pada Julian.
Julian mengernyitkan dahinya " bukankah aku sudah bilang padamu jika aku tidak takut dengan Ayahmu ? Dan asal kamu tahu Seila, aku tidak pernah bermain - main dengan ucapankku !"
Ludin menatap Seila dan bertanya dengan lirih " Sayang, kamu mengenalnya ?"
Seila mengangguk sambil menangis " Julian, kamu harus bertanggung jawab !"
Julian mendekati Seila dan jongkok di hadapan Seila, dia meremas dagu Seila dengan sedikit keras " denagarkan aku baik - baik anak manja !, kamu dan Ayahmu sama saja, Manusia seperti kalian lebih baik hilang dari muka Bumi ini !"
Tatapan Julian penuh dengan keseriusan, Julian sudah tidak berniat berbelas kasihan lagi pada Ludin maupun Seila.
__ADS_1
Seila panik, dia mulai berkeringat dingin saat melihat Julian yang seperti itu " Julian tolong lepaskan kami "
" Melepaskan kalian ?, hahaha... Apa kamu pikir aku orang bodoh ?" Julian makin mengencangkan remasan tangannya di dagu Seila. Hingga mulut seila seperti ikan saja.
Para Wanita Julian yang menyaksikan hal tersebut mereka tersenyum senang, karena akhirnya Julian mau memberikan pelajaran pada Seila.
Natali tiba - tiba buka suara " Julian, ternyata kamu sekarang sudah berubah, aku pikir kamu masih seperti yang dulu, orang yang penuh dengan kasih sayang "
Julian menoleh ke arah Natali, dia melepaskan remasan di dagu Seila dan menghampiri Natali.
Ketika wajah mereka sudah berpapasan dan hanya berjarak sejengkal saja, Julian buka suara " Kamu pikir aku seperti ini karena siapa ?!, Jika aku masih seperti yang dulu aku hanya akan menjadi kacung yang dipermainkan oleh wanita sepertimu !"
Natali sangat menyesal karena dia telah membuka luka lama yang pernah Julian alami, dia menundukkan kepalanya " aku minta maaf Julian, aku..."
Natali belum selesai bicara Julian membentaknya " maaf !, maaf dan maaf !, sekarang kamu bisa bilang begitu !, kemana saja kata maaf itu ketika aku masih menjadi pecundang !"
Susan mau melerai, tapi Darius yang sudah ada disana menahannya. Para Wanita Julian yang lain terkejut karena Julian begitu emosi lagi.
Celia dengan berani memeluk Julian dari belakang " Julian, jangan seperti ini, aku tahu kamu orang yang baik, kita akan menyelesaikan masalah ini baik - baik "
Julian tersadar ketika Celia memeluknya, dia menghela napas dan melepaskan pelukan Celia " Maaf, aku membuat kalian takut " Ucap Julian lembut sambil menatap semua wanitanya.
Julian menghampiri Seila " Obati luka Ayahmu, di kamarmu seharusnya ada kotak obat, besok aku ingin bicara dengan kalian !"
" Baik Tuan !" Kedua Robot cerdas tersebut langsung menuruti perintah Julian.
Wan's sekarang memapah Ludin dengan hati - hati untuk ke kamar Seila. Sementara Seila mencuri - curi pandang pada Julian.
" Aku memang terlalu merendahkannya, padahal dia sudah baik padaku, alasan dia melakukan ini pada Ayah juga karena kesalahanku, seharusnya aku sadar dan meminta maaf, bukannya malah nambah membuat dia marah ." batin Seila menyesal telah merendahkan Julian.
Faktor Daya Seila Bowl : +10
Target Harem Menyesal Merendahkan Host.
Faktor Daya Tarik Seila Bowl sekarang : -30%
[ Karena Target Harem menaikan Daya tariknya 10% anda akan mendapatkan 1 poin kekuatan tambahan ].
Poin Kekuatan Host sekarang : 71
Pada dasarnya wanita memang perlu diperlakukan dengan lembut. Bukan lembut dalam kata - kata saja, tapi juga lembut dalam tindakkan.
__ADS_1
Karena hal itu Seila mulai luluh pada Julia, dia menyadari jika Julian tidak seburuk yang dia bayangkan.
Julian menggeleng - gelengkan kepalanya sambil tersenyum getir " Wanita memang susah ditebak, ada yang cepat mengagumiku dan ada juga yang keras kepala sepertinya !"
" Kalian istirahatlah, aku juga mau melanjutkan istirahat " Julian berjalan masuk ke kamarnya. Para Wanita Julian semuanya mengikuti Julian masuk kamar.
Darius, Susan dan Natali menghela napas panjang saat melihat hal tersebut. Susan mengusap - usap punggung Natali dan menarikanya agar pergi dari hadapan Julian.
" Kenapa kalian semua kemari ?" tanya Julian pura - pura bodoh.
" Ingin menyenangkan priaku tentunya " Alina dengan genit merangkul Julian.
Semua wanita Julian mengangguk sambil tersenyum, Julian membatin " Malam ini sepertinya akan lembur lagi "
Julian membawa mereka semua masuk, hanya Rosi saja yang tidak hadir karena Ayahnya melarng dia hidup bersama dengan seorang pria dulu.
Pertempuran 5 lawan satu pun terjadi dikamar Julian, kali ini Julian memperlakukan mereka dengan lembut.
Sehingga para wanita Julian mencapai puncak dengan senang, mereka semua menikmati setiap pompaan Julian dan terus memaksakan diri hingga mereka semua tepar saat menjelang jam 3 dinihari.
Kelima wanita Julian tertidur pulas sambil memeluk Julian yang berada ditengah - tengah.
Julian yang masih terjaga tersenyum sambil mengusap puncak kepala Rachel dan Celia yang ada didekatnya " aku pasti akan melindungi kalian semua, apapun yang akan terjadi nantinya " gumam Julian lirih.
...***...
Di sebuah Mansion Kota Buon, seorang Taipan kota tersebut sedang di paksa bersujud dihadapan Spesial satu.
" Bajingan kamu Baili !, ternyata ini yang kamu rencanakan !" Taipan tersebut meraung marah.
Baili atau Spesial satu tertawa " Hahahaha !, lihatlah kamu sekarang begitu menyedihkan !, uangmu sudah tidak bisa menyelamatkan nyawamu lagi !"
Baili mendekati Taipan tersebut " setelah kamu menginjak - injak harga diri dan martabatku !, aku bersumpah tidak akan pernah melepaskanmu !"
Baili menginjak kepala Taipan tersebut .
" Kraaakk
" Arggghhh
" Praaakkk
__ADS_1
Taipan menjerit sebelum kematiannya datang setelah tengkorak kepalanya hancur di injak Baili. Ia menyeringai puas karena orang yang dulu menghinanya mati olehnya.