
Julian sudah membulatkan tekadnya untuk mengorbankan diri demi menyelamatkan dunia saat ini.
Blue yang masih mengikuti Julian, dia tiba - tiba berbelok saat melewati laut lepas tempat Profesor Zonk berada.
Blue tahu dia harus membunuh akar masalahnya selagi Julian mengalihkan perhatian profesor Zonk.
Sementara Julian masih melanjutkan perjalanannya, untuk memancing para Monster buatan profesor Zonk.
Setelah Julian sampai di Padang tandus Benua Roha, dia sengaj berdiri di tengah - tengah Padang tandus tersebut untuk menunggu kedatangan para Monster ciptaan Profesor Zonk.
" Boomm
" Boommm
Tak berselang lama, White dan Black sampai terlebih dahulu, karena lokasi mereka paling dekat dengan Julian.
White membenarkan kacamatanya " Jadi ini orang yang di maksud Profesor Z ?"
" Sepertinya begitu, lihatlah Vitalitasnya sangat kuat !" jawab Black ringan.
" Zwuuzz
" Booommmmm
Julian tiba - tiba menerjang White, tapi Black menggunakan kemampuan Atomnya untuk menghentikan Julian.
White langsung menggunakan kekuatannya, Besi - besi yang terpendam di dalam tanah bermunculan, kemudian berubah menjadi tombak - tombak tajam dan menghujani Julian.
" Swuz
" Swuzz
Julian menghindar sambil menerjang, dia tidak mau menunggu lagi, kalau ingin menang harus segera membunuh mereka berdua sebelum Monster yang lain datang.
" Boom
" Boom
Kemampuan Atom Black membuat kesulitan Julian untuk mendekati mereka, karena dia bisa meledakkan udara semaunya.
Julian menggerakkan giginya, dia melesatkan kekuatan penuhnya.
Kecepatan Julian melebihi kecepatan suara, White dan Black terkejut.
Black langsung meledakkan seluruh area sekitarnya, Sementara White membuat perisai besi untuk melindungi mereka berdua.
" Booommmmm
Suara ledakan besar terjadi, kota yang berada jauh dari tempat tersebut saja merasakan goncangan serangan Julian.
White dan Black terlihat terhempas puluhan meter hingga tersungkur di tanah.
Julian yang melihat itu langsung menerjang, White terkejut karena reflek Julian sangat Cepat.
" Booommm
Hantaman Julian tidak mengenai White, karena Monster pemilik Vitalitas yang hampir sama seperti Julian muncul dan melindungi White.
Julian melompat ke belakang, karena dia tidak mau bertindak gegabah untuk melawan mereka semua.
__ADS_1
Terlihat bantuan yang datang juga terhempas akibat pukulan Julian, karena mau bagaimanapun Vitalitasnya masih di bawah Julian.
" Dia bukan manusia Brengsek !" ucap Rohi orang yang membuat perisai Vitalitas.
Black langsung menggunakan kekuatan penuhnya, dia memperkuat kuda - kudanya.
" Boommm
" Boommm
" Boommm
Area sekitar Julian semuanya meledak, Julian terkejut karena serangan tersebut sangatlah banyak.
Julian membungkus dirinya dengan Vitalitas, tapi tetap saja dia masih terhempas akibat ledakan itu walaupun dia baik - baik saja.
" White ! Rohi sekarang !" teriak Black menyuruh keduanya menyerang Julian, keduanya mengangguk dan menyerang Julian.
Ratusan tombak besi ke arah Julian, tapi Vitalitas Julian mampu menahannya.
" Boommm
Pukulan Vitalitas Rohi dan Vitalitas Julian berbenturan hingga terjadi gesekan ruang dan meledak.
Rohi terpental, Julian juga terpental mundur, Black langsung mengambil kesempatan tersebut.
" Matilah kau ! " Black membuat Ledakan Atom yang sangat besar di sekitar Julian.
" Booommmmm
Ledakan tersebut membuat seluruh bumi terguncang, laut ikut terguncang dan Tsunami pun muncul di beberapa negara.
Tsunami menghancurkan beberapa negara yang dekat dengan lautan, kematian masal tidak bisa di cegah, dunia seolah mau berakhir saja.
Ada yang berdoa dan pasrah, ada juga yang santai boker , ya itu bencong kemarin !
Asap mengepul sangat tebal dari tempat Julian, tapi bukannya Vitalitas Julian menghilang malah semakin menguat, membuat Black, White dan Rohi tercengang.
" Serang bersamaan !" Black memberikan perintah lagi.
Kali ini White mengerahkan seluruh tenaganya, dia membuat ribuan tumbal besi dan menghujani Julian.
" Clap
" Clap
Tombak - tombak besi tersebut menghujani asap yang masih mengepul tebal.
Rohi menggunakan pukulan Vitalitas, siluet ratusan tangan mengepal dengan ukuran sebesar mobil menghujam ke arah Julian.
Black meledakkan tempat tersebut secara terus menerus.
Tapi tiba - tiba Julian melesat keluar, dia menuju ke arah Black lebih dulu, karena serangannya yang paling merepotkan.
Black menyadari itu, dia meledakkan udara di sekitarnya untuk mencegah Julian ke tempatnya.
Tapi Julian mampu menerobos masuk dan berhasil menghantam Black.
" Booommm
__ADS_1
Black menghilang menjadi abu, karena Julian menggunakan kekuatan penuhnya tanpa ragu.
Sementara itu di Bunker tempat para wanita Julian dan keluarganya berada, mereka juga mulai merasakan guncangan tersebut.
Darius yang melihat pertempuran Julian dari video dari satelit yang di salurkan Rafael dia benar-benar ketakutan, karena kekuatan mereka semua sudah di luar nalar.
Darius yakin kalau Cyborg buatannya hanya akan di jadikan perkedel jika melawannya.
" Sial ! Rafael apa kamu tidak memiliki cara untuk membantu Julian ?!" gerutu Darius marah, karena adiknya bertarung sendirian disana.
" Kak Darius apa yang terjadi pada Julian ?" para Wanita Julian yang baru tersadar semuanya menghampiri Julian.
Mereka semua langsung menutup mulutnya masing-masing saat melihat Video PertarunganJulian, mereka terkejut dengan lokasi pertempuran Julian yang sudah luluh lantak.
" Julian.. Hiks..hiks... " Celia langsung menangis.
Wanita yang lain juga mulai menitihkan air matanya, karena mereka tidak bisa berbuat apa - apa untuk membantu Julian.
Kembali ke tempat Julian, dia yang berhasil membunuh salah satu Monster sedikit bernapas lega.
Tapi tiba - tiba puluhan Monster muncul dan menyerang secara bersamaan.
" Boommm
" Boommm
" Boommm
Manusi Monster ciptaan Profesor Z menghujani Julian dengan berbagai kemampuan unik mereka masing-masing.
Kemampuan menembakkan senjata, seperti Rudal balistik dan sejenisnya di lontarkan.
Kemampuan Cairan asam di lontarkan, segala jenis serangan menghujani Julian, membuatnya sedikit kerepotan untuk melawan mereka semua.
Julian Mencoba untuk membunuh mereka satu persatu, tapi tampaknya mereka sudah tahu kekuatan Julian dan saling melindungi satu sama Lain.
" Wuzzz
" Boommm
Ratusan Roket menghantam Julian dengan telak.
White dan yang lainnya juga terus menyerang, dari berbagai sisi.
Di Bunker Para Wanita Julian sudah tidak bisa menahan Isak tangisnya, mereka semua merasakan sakit yang teramat karena pria mereka menjadi incaran manusia buatan itu.
" Kak Darius, kirimkan bantuan untuk Julian, hiks..hiks... " Celia menggoyang - goyangkan tubuh Darius.
" Iya kak, ayo lakukan sesuatu ! Hiks..hiks... " Rachel menimpali.
" Kak cepat lakukan sesuatu ! Hiks.. hiks... " Liyana juga menimpali, Para Wanita Julian menuntut Darius untuk melakukan sesuatu.
" Cukuppp ! " Darius membentak semua wanita Julian.
Seketika mereka semua terdiam, hanya terdengar suara sesenggukan mereka, Darius menghela napas " Kalian pikir aku akan diam saja kalau memiliki cara untuk membantu Julian ? tidak ! Aku juga sama seperti kalian yang khawatir pada Julian, tapi aku bisa apa disini, lawan Julian bukanlah manusia biasa, kalian lihat sendiri bukan ?"
Para Wanita Julian terdiam, walaupun mereka masih tidak bisa menghentikan sesenggukan mereka, semuanya sudah berada dalam titik Hati yang paling hancur.
Mereka semua takut Julian akan meninggalkan mereka selamanya, karena hanya keajaiban yang bisa menolong Julian. melihat lawannya sangat banyak dan Kuat.
__ADS_1
Mereka semua kembali melihat ke arah layar yang menunjukkan pertarungan Julian.
Di sana Julian terlihat masih bertahan, dia juga sesekali melakukan serangan, walau serangannya tidak fatal.