
Julian langsung ke Laboratorium Darius, dia ingin memberitahu Darius tentang apa yang ada di dalam pikirannya.
" Bagaimana kak ? Apakah kakak sudah menemukan penyebabnya ?" tanya Julian langsung saat sampai di dalam Lab.
Darius menggeleng dan menghela napas " belum ada tanda - tanda Julian, aku juga masih mencarinya "
" Kak dengarkan aku baik - baik, ini semua ada yang aneh " Julian buka suara lagi.
" Apa maksudmu Julian ?" tanyanya penasaran.
" Yellow tidak terkena serangan sakit kepala seperti yang lain mungkin karena dia adalah manusia buatan. Celia juga yang hamil anakku juga tidak terkena serangan itu dan Resty juga waktu itu sedang bersamaku, sedangkan kakak dan kak Susan sepertinya tidak di incar, jadi kalian baik - baik saja, dengan kata lain ada orang yang sengaja mengincar mereka semua !" ucap Julian menjelaskan.
Darius terkejut " maksud kamu selama ini ada orang yang mengawasi kita ?"
Julian mengangguk " Aku yakin seperti itu kak "
" Tapi kenapa sensor para robot dan Rafael tidak bisa mendeteksi keberadaannya ?" Darius terlihat berpikir dengan serius.
Rafael yang dari tadi diam kemudian buka suara " tuan sebenarnya beberapa hari yang lalu saya sempat merasakan ada sinyal aneh tapi itu hanya sekejap saja, aku sedang mencarinya tapi sampai sekarang belum bisa memastikan itu sinyal apa ?"
" Bodoh ! Kenapa kamu tidak bilang padaku Rafael ?!" ucap Julian geram, karena ternyata sudah ada tanda-tanda sebelum bencana itu terjadi.
" Tenanglah Julian, Rafael juga hanya merasakan sekejap saja " Darius mencoba menenangkan Julian.
" Rafael, coba kamu perlihatkan beberapa sinyal yang sudah kamu cari dan yang paling mirip dengannya !" Darius langsung memberikan perintah.
" Baik tuan !" Rafael langsung memberikan ratusan Data sinyal tersebut kepada Darius.
" Brengsek ! Kenapa sebanyak ini Rafael " gerutu Darius kesal melihat ratusan data yang terlihat di komputernya.
" Tuan, saya juga sudah menyaring dari jutaan sinyal yang ada dan kemungkinan salah satu dari sinyal tersebutlah yang aku rasakan "
Darius menghela napas " Kita cocokkan satu persatu dengan Data kondisi otak mereka bertujuh ! Julian kamu juga bantu kami !"
Julian mengangguk, mereka bertiga langsung menyingkirkan data - data tersebut dengan data yang membuat otak para wanita Julian terkapar.
Hingga larut malam mereka bertiga mencocokkan semua data tersebut dengan reaksi otak para wanita Julian.
Tapi sayangnya mereka tidak menemukan apapun, karena tidak ada data yang cocok dengan reaksi otak para wanita Julian.
Mereka tidak tahu kalau yang menyebabkan para wanita Julian seperti itu bukan gelombang kejut yang di sebabkan oleh sebuah sinyal. Tapi karena Rafael mengatakan tentang sinyal jadi mereka mencocokkan hal tersebut.
__ADS_1
" Sial ! Ini sia - sia saja ! " Julian meraung marah karena tidak mendapatkan hasil apapun, walau sudah meneliti hingga larut malam.
" Julian sabarlah, ini baru hari pertama " Darius menepuk bahu Julian yang sedang memegang pangkal hidungnya.
" Sudahlah kak, aku mau ke Mansion lebih dulu " Julian beranjak dari sana dan langsung pergi ke Mansion.
Saat Julian kembali Mansion, terlihat keluarga para wanitanya berkumpul disana, mereka semua terlihat sangat khawatir.
Pihak kepolisian juga berjaga disana, karena Walcott yang menyuruh mereka semua berjaga disana.
Beberapa Dokter spesialis juga di datangkan, tapi mereka semua tidak tahu apa yang sedang menimpa para wanita Julian.
" Brugg
Julian ambruk di lantai sambil minta maaf pada keluarga para wanitanya " Maafkan aku karena tidak bisa menjaga mereka dengan baik !"
Tentu saja semua anggota Keluarga wanita Julian langsung menoleh saat mendengar suara Julian.
" Julian apa yang kamu lakukan ? Cepat bangunlah !" Walcot buru - buru memapah Julian untuk bangun.
" Benar Julian, kami tidak menyalahkanmu " Ibu Okta buka suara, yang lainnya juga menganggukan kepala setuju, karena mereka memang tidak menyalahkan Julian.
Karena sebelumnya ada serangan besarpun tidak ada yang terluka sama sekali, mereka semua- semuanya baik - baik saja, jadi mereka yakin kalau ini semua bukan salah Julian.
" Tapi ..." Julian mau bicara tapi ucapannya di potong Celia.
" Daripada kamu menyalahkan diri sendiri terus, lebih baik kamu mandi dulu, terus makan oke ! Dari siang kamu belum makan " Celia berkata dengan lembut.
Saat melihat Celia, Julian ingat sesuatu " tunggu dulu, bukankah Celia tidak apa - apa karena dia sudah aku naikkan atributnya, jangan - jangan ..." gumamnya dalam hati sambil menoleh ke arah para wanitanya.
" Ada apa Julian ?" tanya Celia penasaran.
" Tuan dan Nyonya apa kalian bersedia untuk keluar sebentar ? Saya mau mencoba sesuatu pada mereka ?" ucap Julian tanpa memperdulikan pertanyaan Celia.
Keluarga Wanita Julian saling memandang satu sama lain, tapi mereka langsung mengangguk dan meninggalkan Aula Mansion yang di sulap menjadi tempat perawatan itu.
Para Dokter disana juga disuruh keluar, hanya Celia dan Yellow yang tersisa, karena mereka mau melihat apa yang akan di lakukan Julian pada mereka, sementara Resty sedang bersama Ayahnya di kamar, karena dia masih sakit efek malam pertamanya dengan Julian.
Julian menghela napas " Aku akan memperlihatkan ini pada kalian berdua, tapi ingatlah agar tidak memberitahu siapapun oke ?"
Celia dan Yellow mengangguk bersamaan, mereka tentu saja tidak akan membocorkan rahasia Julian.
__ADS_1
Julian mendekati Rachel dan memegang kedua pipinya, wanita pertama yang dia taklukkan, Julian memanggil System dalam hatinya " System naikkan Atribut Rachel ke level 10 semua !"
[ Mulai menaikkan Atribut ...20% ...40%.. 60%... 80%.. 100%...
Tubuh Rachel berangsur - angsur berubah, cairan hitam keluar dari tubuh Rachel.
Celia dan Yellow terkejut, mereka tidak menyangka dengan kekuatannya Julian bisa merubah bentuk tubuh Rachel. Julian sengaja memperlihatkan itu saja dan tidak memberitahu System, karena dia tidak ingin orang lain tahu rahasia tersebut.
Kecantikan Rachel semakin terlihat bersinar, walau tubuhnya basah kuyup oleh keringat dan kotoran yang keluar dari tubuhnya.
[ Peningkatan Berhasil ]
Status
Nama : Rachel Claus
Umur : 27
Tinggi : 180 cm
Berat : 55 kg
Wajah : 10
Body : 10
Semangat : 10
penampilan : 10
Atribut yang di naikan akan mempengaruhi kecantikan dan bentuk tubuh Target Harem hingga Sempurna, Atribut Maksimal 100 hingga menjadi kecantikan Dewi ]
Poin Kekuatan Host : 31
Saat Julian selesai mengupgrade Atribut Rachel, tiba - tiba serangga kecil keluar dari lubang hidung Rachel, Julian yang mempunyai penglihatan super tentu saja bisa melihatnya.
Dia dengan sigap menangkap serangga itu yang ukurannya sangat kecil " jadi ini penyebabnya !" gumamnya sangat geram.
Seketika Rachel langsung mengerjapkan matanya, perlahan matanya terbuka dengan sempurna.
Yellow dan Celia yang melihat itu langsung mendekat " Rachel ! Syukurlah .." ucap mereka berdua langsung memeluk Rachel, mereka tidak peduli Rachel yang sangat bau karena Cairan yang dia keluarkan.
__ADS_1