
Julian masih menikmati momen dimana dia bisa mendapatkan uang, apalagi uang tersebut sangat besar.
Julian tersenyum - senyum sendiri di sofa, dia tidak sadar jika Liyana dari tadi sedang memperhatikannya.
' Ekhem ! "Liyana berdehem, Sontak saja Julian langsung terkejut.
Dia meonoleh kebelakang " Astaga Liyana !, bikin aku kaget saja !" Julian menghela napas sembari mengelus - elus dadanya.
" Hihihi... habisnya kamu tersenyum - senyum sendiri seperti itu, sedang mikirin apa hayo ?" Liyana menggoda Julian.
" Lagi mikirin memakan kamu sampai pagi di tempat ini !" Julian menaik turunkan alisnya.
Untung saja petugas yang memberikan tour untuk Liyana sudah pulang, jika belum mungkin petugas tersebut akan tercengang dengan obrolan mereka.
" ih... Julian !" Liyana merajuk manja, tapi anehnya malah duduk di pangkuan julian, Sontak saja Julian langsung tersentak.
Tanpa ragu Julian langsung ******* Bibir ranum Liyana.
Liyana tidak menolak sama sekali, dia malah menerimanya dengan senang hati, setelah beberapa saat mereka berpagut Mesra, Liyana menghentikan momen tersebut.
" Sayang, Kita kembali ke Fornas dulu yah, aku mau mengemasi barang - barang biar besok langsung tinggal disini " Ucap Liyana lembut sembari memegang kedua pipi Julian.
Julian tersenyum " terserah kamu saja, hari ini kamu ratuku "
Julian tidak mempermasalahkan dia tidak mendapat jatah hari ini oleh Liyana, toh semalam dia juga sudah bergelut dengan Okta.
Karena hidup itu bukan cuma bergelut di ranjang saja, hidup juga butuh faktor lainn, seperti Olahraga, bekerja dan yang lainnya.
Liyana sangat senang hari ini, sepanjang jalan dia selalu menempel dengan Julian, dia sudah menganggap Julian sebagai pria terbaiknya, dia sudah tidak peduli hubungan dia dengan Julian sudah resmi atau tidak.
Tiga jam berlalu, Julian dan Liyana sampai di apartemen Liyana ketika hari sudah menjelang sore.
" Sayang kamu gak mau mampir dulu ?" tanya Liyana saat turun dari Mobil.
Julian tersenyum " tidak perlu, aku mau istirahat dirumah saja, aku juga tidak mau ganggu kamu yang mau beberes rumah, oh ..ya aku sudah memanggil petugas pindahan, besok mereka akan membantu kamu pindahan, Maaf Liyana besok aku tidak bisa membantu kamu pindahan !"
Liyana balas tersenyum manis " Tidak apa sayang, begini saja sudah cukup bagiku, terimakasih "
__ADS_1
Julian mengangguk, dia melambaikan tangannya dan meninggalkan tempat tersebut, Liyana balas melambaikan tangannya, dia menatap kepergian Mobil Julian dengan senang.
" Inilah pria yang aku inginkan, tampan, kaya dan juga sangat baik, aku sangat beruntung mengenalmu Julian " Liyana bermonolog sebelum kembali ke apartemennya.
Tak berselang lama, Mobil Julian sampai di mansionnya, dia menghela napas lega, untung saja Atributnya sudah di atas manusia Normal, jadi dia tidak merasa begitu lelah.
Julian masuk kedalam Mansionnya, hanya ada pembantu saja yang berlalu lalang di dalam Mansion karena Celia pasti sedang di kafe.
Julian langsung ke kamar Pc nya, karena dia berencana untuk membuat sebuah Ai cerdas yang bisa mengurus semua pesan Target haremnya.
Berkat kemampuan Hacker dan Kecerdasan yang tinggi, Julian menautkan Kode algoriitma dengan mudah, dia seperti terlahir untuk melakukan hal tersebut saja.
Kode - kode berhamburan di layar Computer Julian, dia dengan sangat Fokus membuat kode - kode tersebut.
Sementara itu di Kantor pusat J- Aliance Foundation yang dulunya milik Sulin grup, sekarang tulisan Sulin Tower yang ada di depan gedung sudah di rubah menjadi J- Aliance Foundation.
Di ruang rapat terlihat sedang ada penunjukan para petinggi J-Aliance Foundation, tentu saja dipimpin oleh Paul dan Samanta.
" Baiklah, sekarang mari kita tunjuk Posisi masing - masing untuk kalian, agar kita bisa memulai berbagi tugas !" ucap Paul tegas.
" Untuk Posisi CEO, saya sendiri yang akan mengisinya dan Nona Samanta akan menjadi wakil saya !, Kayla Simpson anda akan menempati Manajemen Keuangan dengan Duran Bord, saya harap kalian akan bekerja dengan baik !" Ucap Paul tegas.
".Tentu saja Tuan Parker !" ucap mereka berdua kompak.
" Untuk Manajemen ke amanan, Wesley Young anda yang akan menempati posisi tersebut !"ucap Paul lagi.
" Dimengerti Tuan Parker !" ucap Wesley tegas.
Paul juga memberikan posisi masing - masing pada orang yang tersisa, dari manajemen pemasaran dan yang lainnya.
Paul memberikan instruksi agar mereka menjalankan pekerjaannya dengan kompeten, karena dia tidak agan segan untuk memecat mereka jika mereka merugikan perusahaan, dia tidak peduli ada saudsranya yang bekerja untuknya.
Semua orang mengangguk mengerti, mereka menerima masukan dari Paul dengan senang hati.
Karena tidak banyak perusahaan baru yang langsung membuat gebrakan seperti J-Aliance Foundation.
Baru berdiri saja perusahaan Julian langsung membuat gebrakan dengan menaikan gaji dua kali lipat gaji para karyawannya.
__ADS_1
Tentu saja saat lowongan pekerjaan di buka, banyak sekali orang yang mendaftar, tapi Karena J- Aliance Foundation masih di bilang perusahaan kecil, Paul tidak terlalu banyak menerima karyawan, dia hanya menerima Puluhan Karyawan saja.
Di tempat Lain, Lewis Carity Foundation yang di pimpin Rachel Resmi di buka mulai hari ini.
Rachel mengumumkan jika orang yang memenuhi persyaratan akan mendapat perawatan gratis.
Saat berita tersebut di rilis secara langsung oleh pihak Rumah sakit Lewis Charity Foundation, banyak yang bilang jika itu adalah berita bohong.
" Apakah benar jika rumah sakit sebesar itu akan memberikan perawatan gratis ?, spertinya tidak mungkin !"
" Iya, palingan itu hanya pencitraan saja, agar Mereka cepat di kenal Masyarakat !"
".Sepemikiran !, aku juga sama melihatnya ke arah sana !"
Banyak orang yang tidak percaya, tapi ada seorang Anak kecil yang membawa ibunya, anak kecil tersebut menangis terisak.
" Dokter tolong ibu aku, hiks..hiks... " Anak kecil tersebut merengek di depan Rumah sakit yang kebetulan sedang ada sekumpulan Dokter yang baru datang dengan di pimpin Rachel sendiri.
Rachel langsung menghampiri Anak kecil tersebut bersama Dokter lainnya " Kamu kenapa sayang ?, apa ada yang bisa kakak Bantu ?" tanya Rachel ramah.
" Dokter, tolong ibuku, dia pingsan dirumah tolong Dokter, tolong !" Anak kecil tersebut menarik - narik baju Rachel.
Rachel dengan sigapemanggil petugas Ambulance " Cepat siapkan Ambulance, Bawa Ibu anak ini kemari !"
" Sayang, kamu tunjukan rumah kamu pada kami yah, dan jangan menangus lagi Oke !" ucap Rachel ramah sembari mengusap - usap puncak kepala anak tersebut.
Anak tersebut mengangguk, dia sudah sedikit berhenti menangis, Rachel menyuruh petugas Ambulance agar dengan cepat membawa Pasien tersebut.
Karena Rumah anak kecil tersebut dekat, Ambulance tidak berselang lama sudah sampai, mereka dengan sigap membawa seorang wanita paruh baya yang sedang pingsan.
Wanita tersebut terlihat sangat Pucat, tubuhnya juga kurus kering, dia seperti Mayat hidu saja jika di lihat hanya sekilas.
.
.
.
__ADS_1