
Liyana dan Julian membersihkan diri bersama di kamar mandi.
Julian terlihat sangat telaten menggosok tubuh Liyana dengan Sabun, dia tidak ingin ada sedikit celah yang tertinggal ditubuh Liyana saat membersihkannya.
Liyana hanya bersender manja di pelukan Julian, karena Julian menggosok tubuhnya dari belakang.
Julian berkata dengan lembut " Apa kamu menikmatinya Liyana ?"
Liyana mengangguk Lirih, dia kemudian mendongak menatap Julian sembari memegang pipi Julian " Sekarang aku sudah menjadi milikmu Julian, aku berharap kamu tidak mengecewakanku "
Julian tersenyum " aku akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu Liyana "
" Cup " Julian mengecup Bibir Liyana dengan Singkat.
Liyana tetsenyum " aku percaya padamu "
Merrka berdua saling membasuh tubuh mereka, hingga merrka menyudahi kegiatan tersebut dan bergegas bersiap - siap.
Julian memakai Tuxedo Biru dan Liyana memakai gaun Biru yang tadi di belikan Oleh Julian.
Mereka berdua terlihat sangat serasi dengan Pakaian yang senada, walau Muka Julian masih terlihat lebam.
Saat jam sudah menunjukan pukul 7.30 malam, keduanya berangkat ke pesta dengan perasaan yang sama - sama bahagia.
Julian yang telah berhasil menaklukan Liyana, sementara Liyana yang mengira jika dia sudah menjadi wanita satu - satunya Julian.
Sementara itu di pesta peresmian grup Fornas Elite, terlihat sudah sangat meriah.
Bukan hanya anggota grup saja yang datang, banyak anak sendok perak yang hadir di pesta tersebut juga karena pengaruh Noah.
" Tuan Campbel, kenapa Tuan Lewis belum datang juga ?, apakah dia lupa ?" Salah satu anak sendok perak bertanya.
Noah tersenyum " Tunggu saja sebentar lagi, Julian orang yang sangat sibuk, dia juga akhir - akhir ini sedang mengurus bisnis barunya "
" Bisnis baru ?" Seoarang anak sendok oerak lainnya bertanya.
Noah mengangguk " Apa kamu dengar berdirinta Lewis Carity Foundation ?, itu adalah salah satu perusahaan Medis yang di dirikan Oleh Julian !"
__ADS_1
" Tunggu dulu !, Bukankah Lewis Carity Foundation Milik keluarga Claus Tuan Campbel ?" tanya seorang yang mengenal keluarga Claus.
" Yang memegang perushaan tersebut memang Keluarga Claus, tidak lebih tepatnya Rachel Claus !, tapi tang memberikan Modal pada Rachel Claus adalah Julian !, aku mendengar dia langsung menggelontorkan dana 5 Milyar dolar untuk di kelola Rachel !" Ucap Noah bangga.
" Astaga !, 5 Milyar dolar dan Tuan Lewis memperyakannnya pada seorang wanita muda yang belum tahu tentang bisnis, atau jangan - jangan...."
Para anak Sendok perak saling menatap, mereka memiliki pemikiran yang sama satu sama lain, karena pada dasarnya jika pria memberikan uang pada wanita, kebanyakan Pria tersebut sedang mengejarnya.
Tapi Julian memberikan Uang yang terlampau banyak, bahkan di antara anak sendok perak, akan sangat ragu jika memberikan uang satu juta dolar saja.
Noah tersenyum " Aku tahu kalian mungkin mengira jika Julian orang yang sangat bodoh karena berani berinvestasi pada orang yang tidak berpengalaman, tapi asal kalian tahu saja, Rachel Claus berhasil menggandeng dokter - dokter terbaik di negri ini, dia juga langsung menjalin kerja sama dengan salah satu Perusahaan Farmasi terbesar di negri ini !, dari situ saja kita bisa melihat jika Julian tidak membuang uangnya cuma - cuma, dia dapat melihat potensi Rachel Claus !"
Setelah Noah berbicara seperti itu, semua anak sendok perak terkejut, pasalnya untuk membangun koneksi dengan perusahaan Farmasi besar, bukanlah perkara mudah.
Apa lagi menurut mereka, Rachel hanyalah seorang pemula, jika Rachel bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan Farmasi yang besar, hal tersebut menunjukan jika dia memang berbakat.
Pandangan mereka pada Julian berubah drastis, awalnya merrka mengira jika Julian hanya membuang - buang uangnya, siapa yang menyangka jika Julian menemukan sebuah berlian yang masih belum bersinar.
Jika Rachel bisa memonopoli semua perusahaan Farmasi dalam negri, bukan tidak mungkin dia akan menjadi sosok yang sangat menakutkan.
Ketika para anak sendok perak sedang mengobrol dengan serius bersama Noah, tiba - tiba ruangan tersebut menjadi ramai.
" Eh.. itu disampingnya siapa yah ?"
" Apa kamu gila tidak mengenal Rosi Dail !, dia salah satu bidadari Kota Fornas !, kecantikannya seperti Nona Rose !"
Saat Alina dan Rosi datang ketempat tersebut, sontak saja kecantikan mereka membuat seisi ruangan gempar.
Para Pria sendok perak berbondong - bondong untuk merayunya, tapi kedua wanita tersebut tidak menanggapinya sama sekali.
Alina terlihat mencari seseorang, dia berbisik pada pelayan yang ada disampingnya " Paman Brown, apakah kamu melihat pria tadi sore ?"
Brown menggeleng " Aku tidak melihatnya Nona, mungkin dia tidak akan datang dengan luka seperti itu "
Alina meghela napas, dia terlihat tidak bergairah lagi, pasalnya maksud kedatangannya kemari ingin bertemu dengan Julian, karena dia yakin jika Julian pasti hadir di pesta tersebut.
Rosi mengerutkan keningnya saat melihat Alina yang seperti itu, dia bertanya " Kamu kenapa Alin ?"
__ADS_1
Alina menoleh sembari tersenyum " Aku tidak apa - apa Ros "
Noah yang melihat kedatangan keduanya, dia langsung memecah kerumunan dan menghampiri keduanya.
" Selamat Datang Nona Rose dan Nona Dail !" Noah berbicara dengan Sopan.
Alina dan Rosi mengangguk untuk membalas sapaan Noah.
Noah tahu jika dia tidak di hiraukan oleh keduanya, Noah menghela napas " Nona Rose, Nona Dail silahkan !"
Noah menunjukan kursi kusus untuk kedua wanita tersebut, pasalnya dia tahu jika kedua wanita tersebut harus dilayani dengan benar.
Walaupun keluarga Campbel sangat terkenal di kota Fornas, Tapi Keluarga Rose dan Dail lebih tinggi kedudukannya, jadi sangat wajar jika Noah begitu menghormati mereka.
Ketika kedua wanita tersebut baru duduk di kursinya, lagi - lagi para anak sendok perak heboh.
" Astaga !, Wanita itu sangat Cantik !"
" Hei !, apakah kamu mengenalnya, aku sepertinya baru pertama melihatnya ?"
" Aku juga baru pernah melihatnya, tapi lihatlah pria yang disampingnya, dia sangat memalukan dengan wajah yang seperti itu !"
" Kamu benar, seharusnya wanita cantik seperti itu tidak pantas dengannya !"
Saat Julian dan Liyana datang, banyak yang membicarakan mereka, mereka kebanyakan memuji kecantikan Liyana, kar3na dia terlihat begitu anggun.
Sementara Julian, banyak orang yang meremehkannya, dia bahkan di olok - olok oleh banyak orang.
Julian mencoba tidak menggubris olok - olok mereka, tapi tiba - tiba seorang pria sendok perak menghentikan langkah Julian dan Liyana.
" Nona Manis, lebih baik kamu ikut denganku yang tampan ini, daripada kamu berpasangan dengan prua jelek sepertinya !" Ucap Pria tersebut dengan penuh percaya diri.
Julian mengerutkan keningnya, saat dia mau berbicara, Liyana berbicara terlebih dahulu " Maaf saja Tuan, Pacarku lebih sempurna daripada kamu ! " Ucap Liyana sinis.
Jelas saja pria tersebut menjadi bahan tertawaan di tempat tersebut, semua orang hampir menertawakannya.
Pria tersebut sangat malu, dia menatap Liyana dengan tajam, dia seakan tidak rela jika dipermalukan seperti itu.
__ADS_1
" Apa kamu yakin Nona !, Aku Dusan Joyce pewaris keluarga Joyce, aku bisa memberikan apapun yang kamu minta !, daripada kamu bersama pria pecundang ini, lebih baik kamu ikut denganku !" Joyce menyeringai, dia mengira jika Julian takut setelah dia menyebut nama keluarganya.