System Harem

System Harem
Pemburu Mayat


__ADS_3

Natali sudah terpendam dalam tanah, Julian sudah tidak bisa berkata - kata lagi, lemas.. ya itulah yang dia rasakan, tubuhnya serasa tidak bertulang.


Dia ingin segera menghapus kesedihannya, tapi tidak bisa karena kenangan itu terus berputar di pikirannya.


Melihat kesedihan Julian yang teramat dalam, semua orang menyadari jika Natali adalah salah satu Sosok yang penting untuknya.


Satu persatu pelayat meninggalkan makam Natali, sebelum pergi mereka berpamitan dengan Julian yang masih berdiam seperti patung disana.


Jacob, Walcot dan yang lainnya juga pamit untuk meninggalkan makam, hanya tersisa Julian, para Wanitanya, Darius dan Susan.


Darius mendekati Julian " Plaaaakkk !!" dia menampar Julian dengan sangat keras.


Para Wanita Julian terkejut dan ingin melerai, tapi Susan menahan dan menggelengkan kepalanya agar mereka tidak mendekati mereka.


" Mau sampai kapan kamu seperti ini Julian !!"


" Plaaaakkk


" Plaaaakkk


" Sadarlah Julian !, apa kamu melupakan mereka !" Saat Darius menunjuk para wanitanya, Julian baru mau menoleh.


" Jika kamu seperti ini terus Natali juga akan bersedih disana Julian, masih banyak yang harus kamu lakukan, kamu juga harus melindungi mereka !" Darius meraung marah.


Darius berani menampar Julian saat semua pelayat pergi, tujuannya agar tidak ada yang salah paham dengan mereka.


Julian tersentak, dia menatap sedih para wanitanya, Rachel langsung menghampiri Julian dan memeluknya sambil bersimpuh di tanah.


" Aku tahu kamu sedih, tapi benar kata kak Darius, Natali juga pasti sedih melihat kamu seperti ini "


Celia mendekat dan bersimpuh juga ditanah " Biarkan Natali tenang di alam sana Julian, aku yakin kamu bisa melakukan itu "


Alina juga mendekat " Kita semua juga berduka disini Julian, jangan menyiksa dirimu sendiri "


" Benar Julian " Okta mendekat.


" Kami akan selalu bersamamu " Liyana juga mendekat.


" Kamu pasti bisa melewati ini bersama kami " Rosi mendekat.


" kita buka lembaran baru lagi Julian " terakhir Seila mendekat. Mereka semua memeluk Julian.


Darius menggerutu di dalam hati sambil memegangi tangannya yang sakit karena menampar Julian " Sialan !, kenapa seberuntung itu Julian "

__ADS_1


Susan yang sadar kalau kekasihnya itu sedang iri dengan adiknya, dia merangkul lengan Darius dengan Mesra. Tentu saja Darius sangat senang.


" Maafkan Aku " Julian baru membuka suaranya yang seharian menghilang entah kemana.


Mereka semua kemudian membawa Julian pulang, karena Julian juga sudah sedikit tenang walau dalam perjalanan dia selalu menoleh ke makam Natali.


Sesampainya di Mansion Julian meminta waktu untuk sendiri dulu dikamarnya, dia ingin menjernihkan pikirannya agar tidak teringat dengan Natali terus menerus.


Julian membersihkan diri dikamar mandi sambil berteriak-teriak histeris " Kenapa semuanya jadi seperti ini !!"


" Arghhhh


" Arghhhh


Celia terlihat cemas " Apa kalian yakin jika Julian tidak apa - apa ?"


Seila menghela napas " Kita bisa apa untuk menenangkannya, kalian tahu sendiri bagaimana sifatnya itu "


" Seila benar, kita tidak bisa melakukan apapun kecuali menunggu disini " Liyana menimpali.


Rachel buka Suara " Kalian tidak perlu khawatir, aku yakin Julian bisa melewati ini semua, dia hanya perlu waktu saja untuk menenangkan pikiran "


" Andai saja kita bisa membantunya, mungkin Natali tidak akan seperti ini " Alina berkata dengan tidak berdaya.


" Aku setuju dengan Okta, kita harus membantu Julian kembali seperti dulu lagi, kita pasti bisa !" ucap Rosi yakin.


Tentu saja semua wanita Julian mendengarnya, karena mereka semua sepakat untuk tidur di depan pintu kamar Julian karena takut Julian kenapa - napa, padahal jika Julian mengamuk mereka tidak bisa melakukan apapun.


Walaupun mereka semua Cemas, tapi mereka yakin kalau Julian bisa melewati masa kelamnya ini. Mereka juga akan membantu Julian agar cepat pulih dari keterpurukannya tersebut.


...***...


Malam harinya di pemakaman tempat Natali di kubur, tiga orang dengan membawa cangkul dan sekop mendatangi makam Natali.


" Untuk apa sih bos kita mengambil mayat " ucap salah satu orang tersebut saat mulai menggali.


" Sudah jangan bawel gali saja !, atau kamu ingin kepala kamu di ganti jadi kepala kambing olehnya !?" Orang yang di panggil Bos menghisap rokoknya dan memarahi anak buahnya itu.


" Aku kan cuma nanya Bos, apa salahnya sih ?" Orang tersebut mengeluh lagi.


" Pletaak


" Aduhhh !"

__ADS_1


" Diam dan gali saja !" Orang satunya memukul kepala si cerewet.


" Jangan pakai KDRT juga keles " orang yang di pukul menggerutu.


" Kalian cepatlah !" Bentak orang yang dipanggil Bos itu.


" Kamu sih enak Bos tidak melakukan apapun !" gerutunya lagi.


" Berani kamu yah ?!" si Bos mulai marah.


" Ampun Bos " Si cerewet langsung kembali menggali.


Mereka berdua terus menggali kuburan Natali dengan cepat, pasalnya mereka takut ketahuan oleh seseorang.


" Duk


" Ini peti matinya Bos !"


" Cepat gali lagi !" Si bos menggosok tangannya dengan bersemangat.


Mereka menggali dengan bersemangat, hingga akhirnya peti mati pun terlihat sepenuhnya.


Mereka membuka peti Mati itu " Wah Cantiknya "


" Pletaak


" Aduhhh "


" Cepat ambil mayatnya, dan kita pergi dari sini !"


" Iya, iya " Mereka berdua pun langsung mengambil mayat Natali, kemudian mereka merapikan kuburannya kembali seperti semula.


Mayat Natali langsung dibawa kesebuah Mobil, mereka bertiga pun langsung meninggalkan pemakaman tersebut.


" Kita bakal dapat uang banyak !" Si Bos terlihat sangat senang, karena mereka berhasil menjalankan misi dengan baik.


" Jangan Lupa janjinya Bos " Sicerewet langsung menyaut.


" Tenang saja, itu urusan kecil " Si bos menjentikkan jarinya.


Mereka bertiga sangat yakin kalau akan mendapatkan hadiah yang setimpal atas suksesnya misi mereka.


Tidak ada seorangpun yang melihat jika Mayat Natali telah di curi oleh pembiru hadiah seperti mereka. Karena biasanya tidak ada yang berani mencuri di pemakaman tersebut yang Notabenya makam para pahlawan ataupun pejabat negara.

__ADS_1


Mobil mereka pun meninggalkan Kota, dan entah kemana mereka akan membawa pergi mayat Natali itu.


__ADS_2