
Julian mengendarai Mobilnya, dia langsung ke Apartemen Liyana setelah menghubunginya.
Liyana tentu saja sangat senang saat Julian akan menjemputnya untuk Jalan.
Julian menelpon Liyana saat dia sudah di parkiran Liyana, setelah menghubungi Liyana dimenunggu dengan santai di Mobil.
Tapi Liyana tidak kunjung muncul juga membuat Julian merasa bosan.
" Huffttt, apa yang sedsng dia lakukan sih ?, kenapa lama banget !" Julian menggerutu di dalam Mobil.
Setelah Julian menunggu setengah Jam, Pintu Mobil Julian di ketuk dari Luar.
Julian langsung membukanya " Kenapa kamu la...." Julian menghentiakan ucapannya saat melihat Liyana.
Dia tertegun Karena Liyana terlihat sangat berbeda, Liyana sekarang berdandan layaknya Wanita pada umumnya, karena itu Liyana terlihat sangat cantik.
" Maaf Julian, aku lama baget yah ?" ucap Liyana merasa bersalah.
Julian menggeleng " Tidak Kok, menunggu Wanita cantik seperti kamu, satu tahunpun aku sanggup !"
" Ih...Gombal !" Liyana tersipu dan masuk Mobil.
Julian tersenyum " Pasang sabuk pengamannya dulu " Juliane masangkan sabuk pengaman Liyana.
Liyana merasa berbunga karena diperlakukan sangat lembut oleh Julian " Jadi kita mau kemana ?" Tanya Liyana setelah Julian memasang sabuk pengamannya.
" Aku mau memberikan kamu sebuah kejutan untukmu !" Ucap Julian santai.
" Kejutan ?, Apa itu Julian ?" Liyana penasaran dengan kejutan yang dikatakan Julian.
" Kalau diberitahu namanya bukan kejutan dong ? " jawab Julian sembari tersenyum.
__ADS_1
" Hihihi... benar juga yah " Liyana terkekeh geli.
Julian kemudian menyalakan Mobilnya, dia mengendarai Mobilnya keluar dari Kota Fornas.
Karena Julian berencana membelikan Liyana Sebuah Vila untuk Liyana di Kota Vador, Karena disana tempat Vila mewah berada.
Kota Vador merupakan kota Pegunungan, Kota tersebut memang Cocok untuk membuat Vila, Udaranya yang masih sejuk, Karena udara disana belum tercemar, jadi sebuah perusahaan Real Estate membangun Vila Mewah disana untuk di jual ataupun disewakan.
Julian memilih tempat tersebut karena menurut Gugel, sangat jarang kepolisian masuk ke kota Vador, pasalnya disana tempat para Taipan tinggal, Pribumi di Kota Vador kebanyakan petani, jadi wajar saja jika Kota Vador di juluki surganya kehidupan karena alamnya yang masih terjaga.
Adapun kenapa Julian sangat yakin kenapa dia memilih Kota Vador, dia tahu pekerjaan Liyana, jadi dia yakin kalau Liyana tidak akan menolaknya.
Jarak Kota Vador dengan Kota Fornas hanya 3 jam perjalanan Mobil dengan kecepatan standar , Jadi Kota tersebut tidak terlalu jauh dari Kota Fornas.
Melihat Mobil Julian yang keluar dari Kota Fornas, Liyana bertanya " Kita mau kemana Julian ?"
" Nanti juga kamu tahu kok " Ucap Julian sembari fokus menyetir.
Setelah lama menyetir akhirnya mobil Julian masuk ke Kota Vador.
Bisa di bilang jika Liyana memang bermimpi tinggal di salah satu Vila Kota Vador, Liyana menatap Julian, matanya berbinar karena senang.
" Julian !, apakah kita akan menginap di sini ?" tanya Liyana bersemangat.
Bagi Liyana menginap di sisni satu hari saja dia sudah merasa sangat senang, jika ucapannya di kabulkan leh Julian mungkin dia rela di garap Julian sampai pagi.
Julian mengerutkan keningnya " Menginap ?, untuk apa ?"
Saat Julian mengucapkan hal tersebut, Liyana berubah menjadi lesu, tatapan dia yang tadi berapi - api, sekarang padam seolah disiram air hujan saja.
Julian yang melihat itu dia hanya tersenyum, Karena dia ingin memberikan kejutan pada Liyana, dia tidak berniat menghibur Liyana terlebih dahulu.
__ADS_1
Mobil Julian terus melaju, hingga akhirnya sampai di kantor penjualan dan penginapan Vila Kota Vador.
Liyana terkejut Mobil Julian berhenti di kantor tersebut, dia melihat Julian dengan seksama, tapi Julian hanya tersenyum.
" Ayo turun !" ucap Julian lembut.
Liyana mengangguk, saat turun dari Mobil Liyana membatin " Kalau tidak ingin menginap disini terus mau ngapain ke kantor pusat ini ?"
Julian menggandeng Liyana, Liyana hanya mengikuti Julian dengan patuh, dia tidak bertanya lagi setelah angan - angannya di hancurkan oleh Julian tadi.
Liyana sebenarnya mau marah, tapi dia sadar jika dia tidak pantas untuk marah dengan Julian, pasalnya hubungan mereka saja masih ambigu karena Julian tidak menyatakan perasaannya.
Julian membawa Liyana ke resepsionis untuk bertanya - tanya tentang Vila yang akan dia belikan untuk Liyana.
" Selamat datang Tuan, apa ada yang bisa saya bantu " Seorang Resepsionis menyambut dengan ramah.
Jukian tersenyum " Apakah Vila terbesar disini masih belum terjual ?!" tanya Julian langsung.
Semua orang terkejut saat Julian menanyakan Grand Vila Vador yang merupakan Vila terbesar di kota Vador.
Sebenarnya Grand Vila Vador tidak sebesar Mansion milik Julian, hanya saja karena Vila tersebut di desain sangat mewah dan terletak di tempat yang strategis, Vila tersebut jadi sangat mahal.
Grand Vila Vador di bandrol dengan harga 75 Milyar dolar, tentu saja itu lebih mahal dari Mansion Julian, pasalnya Grand Vila Vador sangat terkenal dikalangan Taipan.
Jadi sangat wajar jika semua orang terkejut saat Julian menanyakan Vila tersebut, Karena Taipan seperti Bezoz saja akan berpikir ulang menghabisakan uang yang begitu banyak hanya untuk membeli sebuah Vila.
Tapi Julian berbeda, uang untuk membelanjakan Target Haremnya tidak terbatas, dan juga semakin dia menghabiskan uangnya dia juga semakin mendapatkan keuntungan.
Liyana menatap Julian dengan Aneh " Pantas saja dia bilang tidak ingin menginap, jadi dia ingin membeli Vila, ya ampun... sebenarnya kamu seberapa kaya Julian ?"
.
__ADS_1
.
.