System Harem

System Harem
Julian Vs Kenji


__ADS_3

Red sontak saja terkejut, karena ternyata Julian tidak terkena efek dari serangannya.


" Ba.. bagaimana mungkin !" ucap Red terbata sambil memegangi tangan Julian yang mencengkram lehernya.


Tubuh Julian sudah sepenuhnya berubah menjadi setengah Dewa, jadi titik Akupuntur tubuhnya juga ikut berubah, tidak seperti manusia pada umumnya.


" Seharusnya aku yang bertanya padamu, apakah kamu tadi menggelitiki aku ?" ucapnya sambil menyeringai seperti iblis saja.


" A..p..a ma..ksudmu ..? " Red semakin sulit untuk bicara, cengkraman Julian semakin lama semakin kuat.


" Krak


" Praall


Leher Red hancur hingga kepalanya lepas dan jatuh ke tanah, tubuhnya pun ikutan ambruk, walaupun masih sedikit kelojotan seperti ayam disembelih.


Kepala Red langsung di injak Julian hingga hancur berkeping-keping, sementara tubuhnya juga dia hantam dengan Vitalitasnya, agar dia tidak bisa hidup kembali.


Tubuh Julian kembali menyusut seperti biasanya, dia langsung ke tempat Yellow berada, kebetulan Yellow sudah terbangun berkat regenerasinya.


" Julian !" Yellow memeluk Julian karena masih ketakutan.


" Sudah, sudah, ada aku disini, kita pulang dulu, masih banyak yang aku urus " Julian melepaskan pelukan Yellow dan membawanya pulang ke Mansion.


Saat sampai di Mansion, Darius juga yang babak belur sudah bangun, dia memakan Pil pemberian Julian yang bisa menetralisir rasa sakit sebelumnya.


Julian melihat halaman Mansion yang luluh lantak dan bangunan samping kiri Mansion hancur, dia menghela napas berat.


" Dimana semua orang kak ?" tanya Julian saat melihat Darius yang tergopoh-gopoh keluar dari reruntuhan bangunan Mansion.


Darius menatap sinis Julian " apa kamu tidak peduli sedikitpun dengan keluarga satu - satunya ini Julian ?!"


" Keluarga ku banyak kak, apa kakak lupa ada banyak wanitaku disini, kalau mereka semua punya anak semua, pasti akan rame nanti " Julian sengaja menggoda Darius.


" Cih !, Brengsek !" jawab Darius ketus.


" Hehehehe... ya sudah kak, titip Natali yah, aku harus membantu yang lain dulu !" Julian langsung melesat pergi.


Yellow mau ikut tapi Darius menahannya, lebih baik dia di rumah saja, agar tidak menambah beban Julian.


...***...


Sementara itu di tempat Alpa dia masih melawan Thin dengan sengit, Thin merasa heran karena Alpa bisa menandinginya, padahal menurut data Kenji, Alpa bukanlah robot spesial, dia hanya memiliki teknik bertarung jarak dekat saja.


Kenji wajar saja hanya tahu kekuatan Robot Julian dari data lama, di tambah mereka sudah di modifikasi sedemikian rupa, mereka di tanami Cip baru yang hanya bisa di aktifkan oleh Rafael.


Hanya baru tiga robot saja yang memiliki Cup tersebut, Alpa, Wan's dan Queen.


Queen tidak ikut bertempur karena dia sibuk menjaga Resty yang sekarang sudah menjadi CEO di salah satu perusahaan Julian.

__ADS_1


Resty terlalu sibuk dengan mimpinya ingin menjadi sedikit setara dengan Julian agar bisa menarik perhatian Julian, jadi dia sekarang jarang mengunjungi Julian.


Rafael mengaktifkan Cip yang di tanamkan pada Alpa, hingga sekarang dia berubah lebih cepat dan gesit.


" Wuzz


" Bang


" Bang


Thin dan Alpa saling beradu pukulan, Thin yang bisa melenturkan tubuhnya dia mengikat Alpa dengan tangan satunya, hingga melilit seluruh tubuh Alpa.


Alpa tidak bisa bergerak karena lilitan tangan Thin sangat kencang dan hanya memperlihatkan wajahnya saja.


Thin menyeringai " Hahahaha... apa kamu pikir kekuatan aku kecepatan saja, Matailiah kau brengsek !"


Thin mengayunkan tangannya hingga sepuluh meter kebelakang, kemudian dengan kecepatannya dia menambahkan daya pegas yang kuat, mengakibatkan pukulan tersebut sangat kuat.


" Boommm


Suara ledakan terdengar, Thin tersenyum karena dia yakin kepala Alpa pasti sudah hancur berkeping-keping.


Tapi ternyata dugaannya salah, Alpa masih berdiri kokoh, hanya wajah manusianya saja yang terkelupas dan memperlihatkan wajah robotnya.


Mata Alpa yang tadinya biru berubah menjadi merah, kemudian seluruh tubuhnya menjadi Panas.


Alpa yang sudah bisa bergerak, dengan kecepatan nya, dia menerjang ke arah Thin sambil merubah tangannya menjadi pedang.


" Sras


" Sras


Thin langsung melompat ke belakang agar tidak terkena sayatan Alpa.


Keduanya bergerak sangat cepat, hingga mata manusia biasa tidak bisa mengimbanginya.


Alpa kemudian mendapat perintah dari Rafael agar tidak bergerak, tentu saja Alpa langsung tidak bergerak.


Thin menatap Alpa yang tidak bergerak " Cih robot tetaplah robot, kamu berbeda dengan kami yang bisa bergerak bebas !"


Thin mengira kalau Alpa kehabisan baterai, dia tanpa ragu langsung menerjang Alpa dengan pukulannya yang bisa berubah menjadi sangat besar.


Tapi ketika dia baru mengayunkan tinju besarnya itu.


" Boooommm


Dari atas Julian memukulnya dengan menggunakan Vitalitas dan kekuatan penuhnya, hingga badan Thin langsung hancur.


hanya tersisa tinju Thin yang tadi membesar dan perlahan menyusut menjadi tangannya yang seperti semula.

__ADS_1


" Tuan Lewis !" Alpa memberikan salam.


" Kerja Bagus Alpa, kamu bantu di bandara dulu, aku akan menyusul Wan's !" Julian langsung meninggalkan Alpa.


Sebelum pergi Alpa memastikan tubuh Thin terlebih dahulu, dia kemudian membakar sisa tubuh Thin, untuk mencegah agar dia tidak bisa bangkit lagi.


Sementara itu di tempat Wan's, dia sudah hancur melawan Kenji, walaupun sudah menggunakan Chip spesialnya.


" Cih ' hanya rongsokan saja ternyata !" Kenci mengambil Cip di kepala Wan's dengan tangan yang bisa berubah menjadi apa saja.


Rafael kurang lebih sudah tahu semua kekuatan Kenji, dan diapun memberitahu Julian langsung.


" Boommm


Julian menghantam Kenji dari Atas, tapi Kenji merubah tangannya menjadi tempurung kura - kura yang sangat keras.


Julian melompat mundur " ada berapa jenis perubahan yang bisa dia lakukan Rafael ?"


" Waktu melawan Wan's, dia hanya menggunakan dua perubahan saja, satu sebuah tembakan dan kedua dia bisa menjadi binatang !" jawab Rafael yakin.


Julian mengangguk - anggukkan kepalanya mengerti " Jadi intinya dia bisa berubah menjadi apapun, Rafael terus pantau pertarungan ku, cari kelemahannya !"


" Baik Tuan !" jawab Rafael singkat.


Kenji buka suara sambil mendorong kacamatanya ke atas " Jadi kamu manusia yang bisa mengalahkan para Cyborg ku, menarik... mari kita lihat, apakah kamu bisa mengalahkanku !"


Kedua tangan Kenji berubah menjadi pelontar peluru kendali, besi - besi di sekitar seolah terserap dan masuk kedalam tangan Kenji dengan sangat cepat.


" Wuzzz


" Wuzzz


Dua peluru kendali menghampiri Julian dengan sangat cepat, Julian mencoba menghindar, tapi peluru tersebut terus mengejar Julian.


" Boommm


" Boommm


Dua peluru itu mengenai telak Julian, hingga dia yang terbang di atas jatuh terhempas kebawah akibat ledakan tersebut.


" Brakk


Julian jatuh mengenai mobil yang sedang jalan, membuat pengendara Mobil tersebut Histeris dan tidak bisa mengontrol Mobilnya.


" Brakkk


" Tiiiinnn


Suara Mobil menabrak Trotoar terdengar jelas, Julian menghela napas, karena dia lupa jika dia sedang bertarung di wilayah warga sipil yang belum di amankan.

__ADS_1


__ADS_2