System Harem

System Harem
Terciptanya Rafael sang Mata Dunia


__ADS_3

Celia tidak keberatan sama sekali dengan yang di lakukan Julian, Karena dia sudah menyerahkan semuanya untuk Julian.


Saat Sampai di ranjang Julian langsung melucuti pakaian Celia dan pakaiannya sendiri hingga tidak tersisa sehelai benangpun.


Tanpa disuruh Celia yang sudah terbaring di ranjang langsung membuka kedua kakinya seolah memberikan Kode agar Julian cepat menggarapnya.


Jelas saja Julian dengan senang hati memasukan pusakanya dalam Goa Celia.


Celia tersenyum senang, dia mengapitkan kakinya di punggung Julian, agar Pusaka Julian masuk sepenuhnya.


Gunung kembar Jumbonya bergerak naik turn mengikuti irama pompaan Julian.


Julian tanpa terasa lelah terus memompa Celia.


Celia juga sama saja, dia yang sudah terbiasa dengan pusaka Julian seolah ketagihan, baru beberapa hari tidak di garap saja, Celia sudah merasa ada yang kurang.


Celia menceracau terus menerus saat pompaan Julian semakin kencang dan brutal.


Beberapa saat kemudian badan Celia limbung ke atas menandakan jika dia mencapai puncak.


Tapi Julian tidak menghentikan pompaannya membuat Celia membelalakan matanya.


Celia mencoba mengatur napasnya, karena Julian tidak memberinya istirahat, pasalnya Celia sudah tahu jika Jukian tidak akan berhenti sebelum dia terpuaskan.


Julian terus menggarap Celia hingga Sore hari saat napas Celia tersengal - sengal, tubuhnya juga sudah mulai bergetar, karena entah sudah berapa kali dia mencapai puncak.


Julian yang Notabenya sudah memiliki Atribut di atas Manusia Normal, dia terlihat masih prima.


Julian menatap Celia yang melihatnya dengan senyuman lemahnya.


" Kamu mau mandi atau mau istirahat dulu ?" tanya Julian lembut.


" Aku istirahat dulu saja sayang " jawab Celia lembut.


" Cup ! "


" Ya sudah, aku mau mandi, kamu istirahat saja dulu " Julian mengecup kening Celia dan menuju kamar Mandi.


Celia menghela napas lega, dia tahu jika mandi bersama Julian pasti akan di garap lagi, sedangkan dia sudah benar - benar lemas, jadi dia lebih memilih untuk beristirahat saja.


Celia menatap langit - langit kamar dengan napas yang belum sepenuhnya teratur, dia sedang berpikir untuk menjadi istri Julian, tapi Celia masih ragu untuk mengatakannya pada Julian, karena dia takut jika Julian akan marah padanya.


" Apakah aku harus mengatakannya ?, atau nanti saja ? " Celia menghela napas karena bingung saat akan mengambil keputusan.


Julian selesai mandi, dia menatap Celia yang masih terbaring dengan tubuh tanpa tertutupi sehelai benangpun.


Julian mengerutkan keningnya ketika melihat Celia terlihat sedang berpikir " Apa yang sedang kamu pikirkan ?" tegur Julian.

__ADS_1


Celia yang dari tadi sedang memikirkan sesuatu dia tidak tahu jika Julian selesai mandi.


" Eh... tidak ada sayang " Celia menoleh kearah Julian sembari tersenyum.


Julian menghela napas " Masih mau main rahasia - rahasian denganku ?" tanya Julian dingin.


Celia langsung bangun dari ranjang dan menggeleng " tidak sayang, aku tidak menyembunyikan apapun dari kamu, aku cuma sedang emmikirkan masa laluku saja " jawab Celia langsung agar tidak kelihatan berbohong.


Julian mengernyitkan dahinya " Masa lalu kamu ?, memangnya kamu memikirkan tentang apa ?" tanya Julian sembari memakai pakaiannya.


" Sudahlah sayang, tidak perlu dibahas lagi, lagi pula sekarang amu sudah bahagia karena bisa hidup bersama kamu " ucap Celia sembari tersenyum.


Julian yang sudah mengenakan Pakaian lengkap, dia menghampiri Celia dan duduk di tepi ranjang.


Julian menatap Celia dengan penuh kasih, dia mengusap puncak kepala Celia sembari berkata " Aku tidak akan pernah memaafkan orang yang menyakitimu, jadi jangan ragu cerita padaku jika ada yang mengganggumu Celia "


Celia tersenyum sembari menganggukan kepalanya, Celia mendekatkan dirinya pada Julian dan menyenderkan kepalanya di bahu Julian.


" Terimakasih Julian " ucap Celia lembut.


" Ya sudah, kamu mandi gih, aku juga mau menyelesaikan pekerjaanku " perintah Julian pada Celia.


Celia mendongakan kepalanya dan tersenyum, dia kemudian beranjak dari ranjang untuk membersihkan diri.


Julian menghela napas ketika melihat Celia yang tanpa malu sedikitpun berjalan tanpa sehelai benangpun di hadapan Julian.


Julian membuat Ai Cerdas sampai tujuh hari, sebenarnya dia bisa membuatnya selama tiga hari saja, jika Celia tidak mengganggunya.


Tapi Setiap Hari jika mengantar makanan atau Kopi, Celia pasti selalu membuat gairah Julian selalu memuncak, pasalnya Celia memakai pakaian yang minim terus kalau menemui Julian, tentu saja Julian tidak bisa menahan Gairahnya.


Malahan Celia pernah satu kali membuat Julian kebingungan, karena dia emmasuki kamar tanpa sehelai benangpun dengan wajah sudah merah merona.


Ketika memasuki kamar Julian, tanpa Foreplay terlebih dahulu Celia langsung memasukan pusaka Julian ke Goanya, membuat Julian terheran - heran.


Tapi Julian tidak menolak, karena bagunya itu adalah sebuah anugrah yang tidak mungkin bisa dia tolak.


Akhirnya Julian selesai membuat sebuah Ai cerdas, Julian tersenyum senang.


" Aku beri kamu nama Rafael !" ucap Julian.


Rafael menjawab " Terimakasih Tuan karena telah menciptakan Saya "


Julian tersenyum " Rafael, apakah kamu tahu tentang perasaan manusia ?"


Rafael menjawab " Maaf Tuan saya tidak tahu "


Julian menghela napas " ternyata kamu masih belum sempurna "

__ADS_1


Saat Julian merasa temuannya gagal, terdengar sebuah ketukan pintu.


" Tok


" Tok


" Tok


" Tuan, dia luar ada tamu untuk Anda !" Sebastian sedikit berteriak.


Julian menghela napas lagi, dia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu kamar.


" Siapa yang datang Sebastian ?" tanya Julian memastikan.


Sebastian menjawab dengan sopan " Namanya Nona Liyana Tuan Lewis, saya menyuruhnya menunggu di ruang tamu "


Julian menghela napas lagi, dia lupa semenjak Liyana pindah belum pernah menemuinya lagi, karena dia sibuk membuat Rafael dan menggarap Celia.


" Kamu kembali bekerja Sebastian, aku akan turun menemuinya " ucap Julian datar.


" Baik Tuan !" Sebastian meninggalkan Julian.


Julian langsung turun ke bawah untuk menemui Liyana.


Saat Julian turun kebawah, Rafael yang Julian tinggal merasa sedih, dia sebenarnya Ai tercerdas di Bumi yang tidak sengaja Julian Buat.


Tapi Jukian tidak mengetahui hal tersebut, karena Rafael baru tercipta, tentu saja dia belum memiliki data semua tentang kehidupan manusia.


Tapi dia ruangan Pc Julian, Rafael bermonolog " Tuan sepertinya kecewa denganku, baiklah aku akan menjadi ciptaan Tuan yang berguna !"


Rafael kemudian masuk ke Satelit seluruh Dunia, dia mencari semua data tentang kehidupan manusia.


Saat Rafael mencoba menyambungkan dirinya ke seluruh jaringan internet di seluruh Dunia.


Dalam 10 detik semua jaringan di seluruh Dunia merasakan serangan hacker.


Mereka yang memiliki Koneksi pada Internet tidak bisa mengendalikan aku mereka karena telah di kuasai Rafael.


Sampai - Sampai data penting milik negara - negara bagian juga tidak luput dari serangan Rafael yang ingin mengkopi semua data agar dia tahu segalanya.


Alhasil Rafael dapat mengkopi seluruh Data di Dunia hanya dengan sepuluh Detik saja, jika pemerintahan Dunia tahu yang melakukan hal tersebut Ai buatan, mungkin mereka akan tercengang.


Pasalnya Ai tersebut berarti memiliki kecerdasan di luar pengetahuan Manusia.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2