System Harem

System Harem
Dapat Dua Target Harem sekaligus


__ADS_3

Julian dengan canggung duduk di sebelah Liyana, dia tahu jika Liyana pasti melakukan hal tersebut karena Alina sangatlah Cantik.


Sementara Rosi menatap aneh Julian, pasalnya Julian datang dengan wajah yang masih lebam - lebam.


Saat mereka sudah duduk, Noah juga ikut duduk di seberang Julian bersama dengan Rosi, betapa terkejutnya Noah saat melihat wajah Julian dengan sekasama, pasalnya dari tadi Noah tidak memperhatikan wajah Julian.


" Astaga Julian !, kenapa dengan wajahmu ?" tanya Noah terkejut.


Julian tersenyum masam " hanya sedikit terkena pukulan seseorang, tapi tenang aku sudah baik - baik saja "


Noah menggelengkan kepalanya " Julian, seharusnya orang seperti membawa pengawal pribadi agar tidak mendapat masalah dengan orang yang berpendidikan rendah "


" Tidak perlu, aku masih bisa menangani masalah sepele seperti itu " ucap Julian sedikit sombong.


Rosi mengernyitkan dahi " Orang yang cukup sombong !, siapa sih dia sebenarnya ?,kenapa Noah dan Alina begitu menghormatinya ?" gumam Rosi dalam hati.


Karena Rosi belum tahu tentang Julian, wajar saja jika Rosi penasaran dengan identitas Julian, pasalnya seorang Alina saja tertarik dengannya, Rosi berpikir jika identitas Julian sangat kuat.


Sementara itu Dusan masih mengawasi Julian dengan penuh dendam, dia masih tidak terima di permalukan seperti tadi.


Dusan mengirim sebuah pesan ke pemimpin cabang kelompok bawah tanah Goul, dia meminta pemimpin cabang untuk menghabisi Julian saat pulang dari Pesta.


" Lihat saja nanti kau brengsek !, apakah kamu masih bisa tersenyum seperti itu besok !" Dusan menyeringai jahat.


Kelompok Goul merupakan kelompok bawah tanah kota Fornas yang di pimpin Boris, kelompok tersebut terdiri dari preman - preman Lokal Kota Fornas.


Walaupun Boris hanya pemimpin cabang kelompok Goul, tapi dia sangat ditakuti oleh masyarakat kota Fornas, pasalnya Boris sangatlah kejam, dia tidak pernah memberi ampun pada targetnya.


Saat menerima pesan tersebut Boris menyeringai, karena Keluarga Joyce selalu memberikan imbalan yang besar jika berhasil menyelesaikan misi yang diberikan mereka.


" Kalian bersiaplah !, Bos kecil memberikan sebuah Misi !" Ucap Boris pada anak buahnya.


Tangan kanan Boris tersenyum " Sepertinya kita akan berpesta lagi nanti Bos !"


" Hahaha... Tentu saja, Bos kecil selalu memberi uang yang cukup untuk kita berpesta semalaman suntuk !" Boris tertawa senang.


Kelompok Goul semuanya ikut tertawa saat Bos mereka tertawa, pasalnya mereka yakin jika misi kali ini juga akan berhasil.


Julian yang sedang terlarut dalam obrolannya dengan Noah, dia tidak tahu jika dirinya sedang di incar oleh kelompok Goul.


Pesta tersebut berlangsung secara meriah, karena Noah memanggil artis - artis yang terkenal untuk mengisi acara tersebut.


Adapun kelompok Fornas Elitte telah Resmi di bentuk setelah Noah memotong pita merah di atas panggung, Awalnya Julian yang disuruh untuk memotong pita oleh Noah, tapi Julian menolaknya, karena dia tidak ingin tampil mencolok didepan semua orang.

__ADS_1


" Julian, aku ke kamar mandi sebentar " Liyana pamit.


Julian menganggukan kepalanya, baru saja Julian mau bertanya pada Alina, Liyana berbalik " Ingat jangan genit dengan wanita Lain !" Liyana memelototkan matanya.


Julian mengangguk tidak berdaya " Kalau Liyana seperti ini, bagaimana caranya aku dapat target harem lagi !?" .


Tapi setelah Liyana sudah tidak terlihat, Julian mengambil kesempatan, dia mengulurkan tangannya dihadapan Alina.


" Nona Rose, mari kita berkenalan dengan benar dulu, saya Julian Lewis " ucap Julian Sopan.


Julian melakukan hal tersebut karena System tidak terpicu walaupun dia sudah tahu nama mereka, dia teringat dengan kasus Liyana, walaupun belum berkenalan tapi System terpicu dengan sendirinya, karena dia kontak dengan Liyana langsung tanpa penghubung.


Sedangkan tadi dia diperkenalkan oleh Noah, jadi Julian menyimpulkan jika dia harus membuat Kontak secara pribadi dengan Target Haremnya.


Alina menyambut uluran tangan Julian " Ah.. benar juga, Alina Rose, senang berkenalan denganmu Julian "


[ Ding ]


[ Target Harem terdeteksi ]


Nama : Alina Rose


Umur : 25


Berat : 43 kg


Penampilan : 8.9


Poin suka : 10%


Keahlian Kusus : Manajamen, Ekonomi , Piano


Harem Koneksi telah dijalin ,Naikan Poin Suka Target Harem , setiap 10% Poin Target Harem Naik Anda akan mendapatkan 1 Poin peningkatan ,Jika Poin Suka mencapai 95% anda akan mendapatkan kemampuan Khusus yang dimiliki Target Harem ]


Benar saja, saat Julian melakukan kontak dengan Alina, System langsung terpicu, mendengar hal tersebut Julian sangat senang.


" Saya juga sangat senang bertemu denganmu Nona Rose " jawab Julian sembari melepaskan jabatan tangannya.


" Tidak perlu formal seperti itu Julian, panggil saja aku Alina " ucap Alina lembut.


Julian menganggukan kepalanya " Baiklah "


Julian kemudian mengulurkan tangannya pada Rosi " Nona Dail, saya Julian Lewis "

__ADS_1


Rosi memutar bola matanya malas " Rosi Dail !, kamu sudah tahu itu !" Rosi tidak menjabat tangan Julian.


[ Ding ]


[ Target Harem terdeteksi ]


Nama : Rosi Dail


Umur : 25


Tinggi : 178 cm


Berat : 43 kg


Penampilan : 9.0


Poin suka : - 60%


Keahlian Kusus : Tekwondo, Menembak, Balet


Harem Koneksi telah dijalin ,Naikan Poin Suka Target Harem , setiap 10% Poin Target Harem Naik Anda akan mendapatkan 1 Poin peningkatan ,Jika Poin Suka mencapai 95% anda akan mendapatkan kemampuan Khusus yang dimiliki Target Harem ]


Julian terkejut dengan kemampuan Rosi, tapi dia segera mengerti karena Rosi seorang anak polisi, jadi wajar saja jika di bekali ilmu bela diri.


Tapi yang membuat Julian Heran, kemampuan Balet Rosi, wanita sedingin Es tersebut bisa menari Balet, itu sungguh sangat mengejutkan, karena yang Julian tahu penari Balet terlihat feminim dan lemah lembut.


Sedangkan Rosi kebalikan dari hal tersebut, Jika itu bukan System mungkin Julian tidak akan mempercayainya.


Julian menghela napasnya, dia menarik uluran tangannya yang tidak di sambut oleh Rosi.


Melihat Julian yang menghela napas, Alina mengira jika Julian kecewa dengan sahabatnya tersebut " Julian, maafkan temanku, dia orangnya memang seperti itu, tapi jika sudah mengenalnya dia orang yang baik kok " ucap Alina lembut.


Julian tercengang, pasalnya dia tidak mempersalahkan hal tersebut, baginya jika dia tidak bersalaman dengan Rosi tidak masalah, yang dia inginkan sekarang hanya Systemnya terpicu, tapi tampakanya Alina telah salah paham.


Jadi Julian menanggapi dengan sandiwara " Ah ... tidak apa - apa Alina, aku tidak keberatan kok "


" Di suruh jangan genit - genit " tiba - tiba Liyana datang dan mencubit Perut Julian.


" Aww !, aku cuma ngobrol biasa saja Alina !" Julian mencari alasan.


Liyana memggembungkan pipinya, dia merajuk marah karena Julian tidak menuruti permintaannya, tapi Liyana juga sadar jika kedua wanita yang sedang bersama Julian sangat cantik.


Liyana merasa sangat minder sebenarnya, karena jika dibandingkan dengan mereka dia kalah sangat jauh, dia hanya menang sudah menyerahkan keperawanannya pada Julian saja.

__ADS_1


__ADS_2