
Julian menoleh ke arah Alina yang menegurnya dengan keras, Rosi juga melakukan hal yang sama, dia hanya tersenyum tidak berdaya sambil berbaring di sofa kamar tersebut.
Julian bingung harus menjelaskan apa pada Alina, karena dia sudah tertangkap basah di depan mata Alina.
Julian menghampiri Alina, dia duduk disamping Alina " Alin, aku bisa menjelaskan semua ini aku, aku..." Julian kehilangan kata - katanya.
Alina menghela napas " Julian, Apakah kamu menyukai Rosi ?" tanya Alina serius.
Julian yang sedang mencari berbagai kata di pikirannya sontak saja langsung terkejut " Eh...apa maksud kamu Alin ?" tanya Julian bingung.
Alina menyenderkan kepalanya di bahu Julian " Kamu tahu, aku tifak keberatan kamu bersama dengan Rosi, lagi pula dia juga wanita yang baik, hanya saja dia sedikit kasar dengan Pria " ucap Alina lembut.
Rahang Julian melebar, dia tidak menyangka jika Alina akan mengatakan hal tersebut, padahal dia tadi berpikiran jika Alina akan memarahinya.
Tapi siapa yang menyangka jika Alina malah mengijinkan Julian bersama dengan Rosi.
Alina melakukan hal tersebut karena dia sebenarnya tahu jika Rosi sering curi - curi pandang dengan Julian ketika mereka sedang bersama.
Julian menghela napas lega, dia mengecup kening Alina " Cup ! "
" Kamu memang yang terbaik Alin, oh ya... aku bawa Rosi kesini dulu, biar dia istirahat sama kamu " ucap Julian lembut.
Alina menarik diri dari sandaran Julian, dia mengangguk.
Julian menghampiri Alina, dia membopongnya dari sofa, Tubuh Rosi sangat Lunglai, dia seperti tidak bertulang saja, membuat Alina menggelengkan kepalanya.
Alina yang tahu kebiasan Rosi, karena dia sering memergoki Rosi bermain sendiri, Alina tahu jika Rosi pasti memaksakan diri menghadapi Julian.
Tapi Alina juga heran dengan Julian, karena dia mampu bertahan sampai pagi, padahal jika Julian pria biasa, mungkin baru memasukan pusakanya selama satu menit saja sudah langsung keluar, karena kecantikan Alina dan Rosi bak bidadari, di tambah Alina yang masih ting - ting.
Julian merebahkan Rosi disamping Alina, Rosi yang masih tersadar dia hanya tersenyum getir ketika melihat Alina yang menggelengkan kepala padanya.
__ADS_1
" Ya sudah, kalian istirahat lagi, aku mau mandi dulu " ucap Julian lembut.
Alina dan Rosi mengangguk lirih, selepas Julian masuk kekamar mandi, Alina buka suara " Kamu ini Ros, kalau sudah suka pasti akan di gas terus, padahal sudah lemas begini !" Alina memainkan tangan Alina yang seperti tidak ada tulangnya.
" Mau bagaimana lagi Lin, Julian terlalu perkasa, jadi aku sangat menyukainya " Ucap Rosi lemah.
Alina menghela napas " Ya sudah kamu istirahat, aku juga mau lanjut beristirahat "
Rosi mengangguk, dia yang sangat kelelahan otomatis langsung bisa terlelap, tak berselang lama Alina juga terlelap.
Julian yang keluar dari kamar mandi tersenyum melihat kedua target haremnya, dia bergumam " Dua sudah akur, tinggal menyatukan sisanya maka aku akan menjadi orang paling bahagia di dunia "
Julian mengecup kening Alina dan Rosi sebelum meninggalkan kamarnya, dia menyelimuti mereka dan meninggalkannya.
Sementara itu sepanjang malam Gyli Hansel tidak bisa tidur karena tiba - tiba perusahaannya diserang oleh perusahaan lain.
Dia memikiran cara agar besok ketika bursa saham dibuka dia bisa mempertahankan Perusahaannya, tapi sayangnya tidak ada rekan bisnis maupun saudaranya yang mau mebantu Gyli, saat dia menghubungi mereka semua.
Ramsey yang sudah tahu apa maksud Gyli, dia terdengar menghela napas diseberang telepon " Gyli, lebih baik kamu menyerah saja, sudah tidak ada artinya kamu melawan lagi, bawa tabungan kamu dan pergi ke luar Provinsi, karena aku yakin bukan cuma perusahaan kamu yang di incar, tapi kamu juga !" ucap Ramsey memberikan sebuah peringatan.
" Ramsey !, apa maksud kamu ?, jika kamu tidak mau membantu jangan menakut - nakuti aku seperti itu !" Ucap Gyli tegas.
" Menakut - nakuti kamu ?, Gyli apa kamu tahu siapa lawan kamu ?, dia adalah Milyarder muda yang baru menunjukan identitasnya di kota Fornas !, Namany Julian Lewis, Tuan Campbel saja sangat menghormatinya !, masih untung hanya Stark Pictures yang turun tangan !, bagaimana jika sampai Campbel Grup.dan Rose Luxury juga ikut menyerangmu !, kamu sudah habis Gyli !, dengarkan ucapanku !, lebih baik kamu segera pergi dari lrovinsi Anarka !" Ramsey menasehati Gyli karena dia sebenarnya juga kasihan dengannya.
Gyli terkejut ketika mendengar penjelasan Ramsey, Ponsel di tangan Gyli jatih hingga terbelah menjadi dua.
Gyli baru sadar jika orang yang sedang dia incar sangat berkuasa, dia tidak bisa menyinggungnya sama sekali.
Wajah Gyli langsung memucat, tapi diasegera tersadar dan langsung mengajak anak istrinya agar meninggalkan Provinsi Anarka.
Sungguh enaknya Julian, musuhnya tidak bisa tidur karena perusahaannya akan hancur, tapi Julian tidak bisa tidur karena menggarap empat wanita dalam satu malam.
__ADS_1
Saat Julian sedang enak - enak, musuhnya malah mengalami depresi, tanpa dia bergerak sedikitpun untuk menyerang musuhnya, sudah ada yang menangani hal tersebut untuknya.
Ke esokan harinya, berita hancurnya Hansel Grup langsung membuat Grup Fornas Elite jadi ramai, ada yang mengasihani Gyli hansel, ada pula yang mengatakan dia hanyaorang bodoh.
Ramsey hanya melihat percakaan itu saja dengan sedih, dia tidak ikut membahas masalah tersebut dan meninggalkan obrolan, karena semakin lama dia melihat percakapan tersebut, rasa bersalahnya semakin dalam pada Gyli.
Sementara itu Julian sedang terlelap di kamar ruangan Pc - Nya, dia tidur disana karena tidak ingin ada yang menggunya.
Berbeda dengan Julian, Rafael sedang mengurus perusahaan Minyak Buminya di Quratar, Rafael mulai menarik perhatian para pebisnis Quratar.
Mereka semua tertarik dengan Rafael, karena Rafael dengan mulisnya mendistribusikan hasil Minyak Bumi hanya melalui Web saja.
Dengan keahliannya yang bisa melihat seluruh data Provinsi manapun, dia bisa dengan mudah meminta ijin pada pemerintah setempat untuk mendapatkan ijin tersebut, tentunya dengan sedikit mengancam mereka dengan data - data kebusukan mereka.
Adapun kenapa Rafael tidak melakukan hal tersebut di Provinsi Anarka, karena dia tahu jika Tuannya sedang mengincar Rosi, untuk itu Rafael menuntun Julian untuk memanfaatkan Rosi, dan benar saja, hasilnya tepat seperti dugaan Rafael, Rosi tertarik dengan Julian.
J- Aliance Foundation terkejut, ketika ada perusahaan Mimyak Bumi yang menjadi bagian dari mereka, Perusahaan tersebut didaftarkan Rafael dengan nama Lewis Petrolium.
Tentu saja hal tersebut membuat Paul dan Samanta semakin tercengang dengan penggabungan tersebut.
Mereka berdua tidak habis pikir jika dalam hitungan hari saja J- Aliance sudah bertambah besar saja.
Dan Yang terbaru Rafael berhasil mengakuisisi 80% Aset Hansel grup, walaupun yang menyerang Hansel grup adalah Stark Pictures, tapi Rafael tidak menyia - nyiakan kesempatan tersebut.
Rafael berhasil mengakusisi 3 Restoran, 2 Hotel, 5 tempat wisata yang tersebar di Provinsi anarka, semua itu Rafael mengakuisisinya dengan harga 800 juta dolar.
Jika Julian mendengar hal tersebut, dia mungkin akan melebarkan rshangnya karena terkejut, soalnya Rafael terlalu cerdas dan Efisien.
.
.
__ADS_1
.