System Harem

System Harem
Sampai di Anarka


__ADS_3

Setelah Julian dan kedua Wanitanya sudah membersihkan diri, merekapun langsung berangkat ke Bandara.


Sementara itu Keluarga Weil sudah hancur, semua Asetnya berhasil di kuasai Julian, tentunya dengan bantuan Rafael.


Sekarang semua Aset Weil Corporation resmi beralih menjadi milik Julian seutuhnya.


Reinhart dan keluarganya di usir dari kediamannya, karena rumah mereka disita oleh pihak Bank yang telah memberikan mereka dana.


Keluarga Weil menjadi gembel baru di kota Sentra, mereka yang dulunya di puja - puja sekarang mereka di Hina.


Sementara itu Ayah Larisa sangat senang, karena putrinya menghubungi dirinya, jika dia berhasil dekat dengan Julian dan keluarga Duke di percaya bekerja sama dengan J -Aliance Foundation berkat Larisa, tapi tentu saja Rafael mberikan syarat, jika mereka harus mematuhi segala peraturan yang di buat oleh J- Aliance Foundation.


Saat sudah memasuki Pesawat pribadi milik Julian, kedua wanita itu berebut duduk di samping Julian, membuat Julian semakin kehilangan akal untuk melerai keduanya.


" Cukup kalian berdua !, jangan seperti anak kecil !" Julian akhirnya membentak keduanya.


Yellow dan Larisa langsung menundukkan kepala mereka karena ketakutan jika di lempar keluar dari pesawat itu.


" Berhentilah bermain - main, kalian sudah dewasa, perlihatkan sikap itu padaku Yellow, Larisa " ucapnya lembut.


" Maaf Julian " Ucap mereka berdua dengan penuh rasa bersalah.


Akhirnya kedamaian dalam pesawat terjadi, Julian bisa beristirahat dengan nyaman di pesawat tanpa harus mendengar pertengkaran keduanya.


Sementara itu di Apartemen Julian, Red dan Thin sampai disana.


" Bruaakk


Pintu apartemen yang terbuat dari besi di dobrak dan hancur berkeping - keping.


Kedua Cyborg tersebut masuk ke dalam Apartemen dan memeriksa ruangan itu dengan teliti.


Darah Yellow yang tidak sengaja keluar saat melakukan pergulatan dengan Julian terlihat menetes di lantai bersama darah perawan Natali.


" Brengsek !, berani sekali dia bermain dengan Yellow !" ucap Thin geram, karena dia padahal berharap bisa bergumul dengan Yellow.


" Sepertinya dia bukan orang biasa, kita beritahu tuan Kenji kalau mereka sudah pergi dari sini !" Ucap Red tegas.


Tiba - tiba Security berdatangan, karena saat Red dan Thin menghancurkan Pintu Apartemen Julian, suara peringatan berbunyi, jadi mereka berbondong-bondong ke Apartemen Julian.


" Menyerahlah kalian !" Ucap salah satu Security.

__ADS_1


Red dan Thin menoleh, Thin yang sudah marah dari tadi, dia bergerak dengan cepat dan menebas semua leher Security dengan tangannya yang bisa berubah menjadi sebilah pedang yang tajam.


" Srat


" Srat


" Srat


" Bugg


" Bugg


Tubuh dan kepala Security berjatuhan, darah tercecer dimana - mana.


Red yang melihat itu menggelengkan kepalanya, karena dia tahu kalau Thin sedang sangat marah.


Mereka berdua pun kembali ketempat tuannya untuk melaporkan hasil dari temuan mereka, walaupun sebenarnya mereka tidak dapat apa - apa disana.


Sementara itu di pesawat Julian, Rafael langsung memberi tahu apa yang terjadi di Apartemennya.


" Tuan Lewis, Sepertinya para Cyborg itu kemungkinan akan mengejar kita sampai di Anarka !" ucap Rafael tiba - tiba membuat Julian langsung terbangun karena kaget.


Julian tersenyum ke arah mereka " hanya sedikit mimpi buruk saja, kalian tidak perlu khawatir "


" Ohhhh... " ucap mereka bersamaan dan kembali duduk dengan patuh di belakang Julian.


Beberapa jam kemudian pesawat Julian sudah mendarat di Anarka, para Robot manusia ciptaanya menjemput Julian menggunakan Mobil Mewah tentunya.


Larisa sangat senang, karena ucapan Ayahnya ternyata benar kalau dirinya akan menjadi ratu jika bersama dengan Julian.


Julian pun dengan santainya memasuki Mobil jemputannya, di ikuti Larisa dan Yellow yang masih kagum dengan perlakuan para anak buah Julian.


Iring - iringan Mobil mereka membelah Jalanan kota Vedas yang Notabenya sudah milik Julian seutuhnya.


Ya semua yang ada di Anarka sekarang Julian yang mengatur, dari pembangunan Fasilitas dan berbagai kebutuhan Anarka, Walaupun Julian tidak turun langsung kelapangan tapi uangnya yang membuat Anarka sekarang perlahan menjelma menjadi Negara yang Makmur dan perkembangannya sangat pesat.


Julian akan diberikan penghargaan oleh warga Anarka, tapi dia menolaknya, karena dia tidak ingin terlalu di sorot oleh masyarakat Anarka.


Saat iring - iringan Mobil Julian melewati perkotaan, tentu saja semua orang tahu siapa yang ada di mobil tersebut.


" Tuan Lewis sudah pulang dari Luar Negeri !"

__ADS_1


" Ya lihatlah itu, iring - iringan mobil yang mewah, andai saja aku bisa duduk disana bersama tuan Lewis, betapa beruntungnya aku "


" Jangan mimpi !, mana mungkin tuan Lewis mau dengan orang seperti kamu, dia saja memiliki tujuh bidadari yang menemaninya setiap malam !"


Orang - orang membicarakan Julian sepanjang waktu, tentu saja tidak ada yang membicarakan keburukannya, karena Julian adalah Pemimpin di belakang layar yang sangat peduli dengan warganya.


Mobil Julian sampai di wilayah Mansionnya, Larisa heran karena disekitar sana tidak ada rumah penduduk ataupun tempat perbelanjaan.


Tapi saat Mobil mereka sampai di Mansion, Larisa dan Yellow melebarkan rahangnya, karena Mansion tersebut layaknya istana saja.


Julian turun dari Mobilnya, ketujuh wanitanya sudah menunggu di depan Mansion, saat melihat Julian mereka langsung menghampirinya.


" Julian " Mereka bertujuh bergantian memeluk Prianya itu.


Yellow dan Larisa yang melihat itu tentu saja terkejut, mereka mengira jika Julian hanyalah milik keduanya, tapi siapa yang menyangka jika Wanita Julian sangat banyak.


Rosi menatap sinis Larisa dan Yellow " Apa mereka berdua pelampiasan kamu saat di Sentra ?"


Para Wanita Julia menatap tajam Larisa dan Yellow, mereka semua ingin mengintrogasi keduanya sesegera mungkin.


Julian menghela napas " Mau bagaimana lagi, kalian tahu sendiri bagaimana adik kecilku ini " ucapnya tak berdaya seolah dia yang jadi korban.


Para Wanita Julian tersenyum getir, Rosi dengan beraninya memegang tangan Julian dan menggosokkan ke Goanya yang masih di balik baju.


" Sayang, kita ke kamar sekarang yah ?" ucapnya tanpa malu sama sekali.


Semua wanita Julian saling menatap, mereka pun menyeringai bersamaan dan menarik Julian ke dalam Mansion.


Larisa dan Yellow di tinggal di depan Mansion tanpa ada yang memperdulikannya.


Hingga akhirnya Sebastian menghampiri mereka berdua yang tertegun disana " Nona silahkan ikuti saya " ucap Sebastian sopan.


Yellow dan Larisa hanya mengangguk saja, Sebastian sebenarnya malas lewat depan kamar Julian jika mereka sedang bergumul, karena suara - suara teriakan wanita Julian akan terdengar dengan jelas disana.


Benar saja saat Sebastian dan Kedua wanita baru Julian melewati Julian, sudah terdengar teriakan Rosi yang sedang ke enakan di pompa Julian.


Sebastian menghela napas " Nona, Nona akan terbiasa dengan ini semua, silahkan disana kamar anda berdua "


Sebastian menunjukkan kamar paling Ujung yang tersisa di dekat kamar Julian, Yellow dan Larisa saling menatap dan tersenyum getir saat mendengar para wanita Julian terus berteriak histeris didalam kamar.


Mereka mungkin belum sepenuhnya tahu seperti apa kehidupan Julian sebelumnya, tapi dengan melihat dan mendengar wanita Julian seperti itu, mereka menyimpulkan jika Julian pria yang mengoleksi banyak wanita di kehidupannya.

__ADS_1


__ADS_2