System Harem

System Harem
Penyerangan 5


__ADS_3

Jacob yang melihat Alpa dan Wan's pergi dia merasa marah " Kenapa mereka kabur ?!, bukankah mereka berdua komandannya ?!"


Walcott menghela napas, Karena teman seperjuangannya itu sangat berisik sepanjang pertempuran tersebut.


" Pak tua !, kamu bisa diam tidak sih ?!, mereka pasti punya rencana, tidak mungkin Cyborg bisa takut !" Walcot membentak Jacob.


" Kenapa mereka tidak bilang sama kita dulu !?" Jacob masih meraung marah.


" Sudah tua bodoh pula !, Komandannya mereka, kita disini bisa apa, lihatlah anak buah kita tidak melukai mereka satupun !, mereka pergi juga karena bantuan sudah datang, lihatlah !" Walcott memarahi Jacob.


Jacob baru sadar, kalau dirinya disana mang tidak berguna sama sekali, dan harusnya dia diam dan menonton dengan tenang saja.


S10 yang mulai terpojok dia melepaskan seluruh Vitalitasnya, tapi sayangnya dia hanya Klon saja jadi tidak sekuat Aslinya.


Berbeda dengan Cyborg buatan Julian dan Darius, karena mereka memang di buat seperti aslinya dan hampir mencapai kesamaan 100%. Jadi kekuatan mereka hampir sama dengan aslinya.


Ketika Vitalitas S10 semakin melonjak, S1 memasukkan tangannya ke Mulut S2, hingga dia akan muntah. S1 langsung melemparkannya ke arah S10 dan benar saja muntahan S2 membuat Vitalitas S10 berlubang Besar.


S9 dan S8 tidak menyia -nyiakan kesempatan tersebut, Se8 menggunakan telekenesis nya dan menjerat tubuh S10, S9 langsung menyerangnya dengan benda - benda tajam yang ada di tempat tersebut.


" Clap


" Clap


" Clap


Kali ini banyak yang menancap di tubuh S10, Vitalitas S10 langsung meredup, S1 dan D3 dengan beraninya langsung menerjang dan menghajar S10


" Boommm


" Boomm


S10 langsung tumbang, Cyborg S kode langsung mau menghabisinya hingga tubuhnya hancur berkeping-keping.


Saat mereka mengira kalau S10 sudah berhasil di kalahkan, tubuh S10 yang hancur berkeping-keping, menyatu kembali dengan cepat.


" Klapp


S10 yang tubuhnya belum seutuhnya sempurna langsung menangkap leher S2, yang sejatinya musuh Alami Vitalitasnya.


" Krakk


" Praall


Kepala S2 terlepas dari badannya, S10 melemparkan S2 yang sudah tidak bergerak.


Cyborg S kode lainnya terkejut, S8 langsung mengikat pergerakan S10 seperti tadi, tapi sekarang tidak ada yang bisa menembus pertahanan S10.


Mereka terus menyerang, tapi semua serangan mereka tidak berhasil menembus S10.


Sementara itu Alpa dan Wan's sudah mendekati tempat Kenji dan Thin yang sedang menunggu Fat dan Red.


" Brengsek !, sinyal Fat menghilang !" Kenji berteriak marah.


Thin keluar dari Mobil " Tuan Kenji, sepertinya kita kedatangan tamu !"


Kenji langsung mengaktifkan radarnya dan benar saja ada dua Cyborg yang mendatangi mereka.

__ADS_1


" Cih !, rupanya kita sudah ketahuan !" Kenji mendecih kesal.


" Thin habisi mereka berdua secepatnya !" Kenji memberikan perintah langsung.


" Baik Tuan Kenji " Thin menyeringai, karena akhirnya dia bisa melepaskan kebosanannya.


Thin menggunakan kemampuannya dengan bergerak cepat, ketika dia sampai di bawah Alpa dan Wan's yang terbang di atasnya.


Thin langsung mencabut pohon besar dan melemparkan pada Alpa dan Wan's agar tertarik padanya.


Tentu saja tindakan Thin hanyalah untuk menarik perhatian kedua Robot tersebut, dan benar saja Alpa dan Wan's langsung menghampiri Thin.


Alpa dan Wan's turun, mereka langsung berhadapan dengan Thin yang seorang diri.


" Yo... selamat datang di ajak kalian !" Thin menyapa mereka dengan sombong.


" Duar


" Duar


Alpa dan Wan's langsung melontarkan tembakan ke arah Thin, tapi dia bisa menghindarinya dengan mudah.


" Hoy, Hoy... sabar sedikit kenapa ?" Thin mengejek Alpa dan Wan's.


" Wuzzz


Dengan pergerakan cepatnya Thin menerjang ke arah Alpa dan Wan's.


" Duaaaarrr


" Duaarr


" Bruak


" Bruakk


Alpa dan Wan's terhempas puluhan meter hingga menabrak pembatas Jalan.


" Cih !, ternyata hanya Robot lemah saja !" ucap Thin sombong.


Sementara itu Alpa dan Wan's bangkit kembali, Rafael memberikan perintah " Wan's kamu melanjutkan perjalanan, biarkan Alpa yang menghadapinya !"


Wan's dan Alpa mengangguk, Wan's kemudian terbang kembali meninggalkan tempat tersebut.


Thin yang melihat itu mengerutkan keningnya " Mau kabur kemana ?!" Thin langsung mengangkat sebuah tiang yang ada di pinggir jalan raya dan melemparkannya ke arah Wan's .


Tapi Alpa dengan sigap menembak tiang besi itu hingga hancur beberapa bagian.


Salah satu bagian itu jatuh di WC umum, seorang bencong yang sedang berak, T*inya yang sudah keluar sejengkal masuk kembali.


" Eh..sialan, siap yang berani mengganggu ketenangan eke.." Bencong tersebut marah - marah sendiri di WC umum, tapi ketika dia melihat ke atas.


" Bruggg


" Klontang


Potongan tiang jatuh dari atas " Awwwwhhh !" bencong tersebut berlari dengan T*i yang berceceran keluar dari pantatnya.

__ADS_1


...***...


Di Tempat Julian, Red dengan sombongnya langsung menerjang ke arah Julian dengan kecepatannya.


Kemampuan Red memanipulasi ruang tentu saja menguntungkannya, karena dia bisa bergerak sangat leluasa.


Red juga di lengkapi dengan Pertarungan titik akupuntur, dengan kata lain dia bisa melemahkan lawannya tanpa perlu bertarung dengan daya rusak yang tinggi.


Julian hanya memperhatikan gerakan Red yang muncul dimana - mana, seolah dia bisa membagi dirinya dengan banyak.


" Tak


" Tak


" Tak


Red menekan titik Akupuntur Julian dengan pergerakannya.


" Brug


Julian tiba - tiba berlutut, karena titik akupuntur di kakinya di kunci oleh Red.


" Hahahaha... bertarung tidak perlu menggunakan kekuatan melulu, inilah gaya bertarungku !" Red yang ada di hadapan Julian berbicara dengan sangat sombong.


Julian hanya menatapnya tanpa berkata - kata, dia mencoba memahami sejauh mana kemampuan lawannya itu.


Red kembali menyerang, dan menekan beberapa titik Akupuntur Julian, tubuh Julian melemas karena peredaran darahnya tidak stabil.


" Bag


" Bug


" Bag


Julian di hajar habis - habisan Oleh Red, seolah dia pasrah saja.


" Wuzzz


" Duaak


" Boommm


Julian terhempas hingga puluhan meter karena Red menggunakan titik energi dalam tubuhnya untuk memperkuat tendangannya.


Julian terkapar, dia tidak bisa bangkit dan menatap Red dengan tatapan ingin membunuhnya.


Red mendekati Julian " Tatapan yang bagus, sayangnya kamu akan mati disini !"


Red mengeluarkan Pisau yang sangat tajam, setajam Silet !.


Dia mendekati Julian dengan santainya, sambil memainkan pisaunya keluar masuk dari tempatnya.


" Kamu tahu, orang - orang yang melawan tuan Kenji semuanya akan berakhir dengan kematian, tidak ada yang bisa mengalahkannya, karena dia adalah dewa para manusia !"


Julian terlihat sedikit menyeringai di sudut bibirnya, akhirnya dia bisa mengetahui dalang dari penyerangan tersebut.


Julian masih terkapar disana tanpa berniat untuk berdiri sama sekali, tapi ketika Red sudah dekat.

__ADS_1


" Klap


Julian mencengkram lehernya dengan sangat kuat, dan tersenyum ke arah Red.


__ADS_2